Sumbardaily.com, Parepare – Semen Padang FC harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas PSM Makassar pada lanjutan BRI Liga 1 2024/2025. Bertanding di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Kamis (10/4/2025), tim berjuluk Kabau Sirah tersebut takluk dengan skor 0-2 dari tuan rumah Juku Eja.
Gol kemenangan PSM Makassar dicetak melalui sundulan kepala Aloisio Soares Neto pada menit ke-31 dan ditutup oleh aksi Nermin Haljeta di menit ke-72. Kekalahan ini membuat Semen Padang FC tetap terpuruk di posisi ke-17 atau dua terbawah klasemen dengan perolehan 22 poin.
Pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida, mengakui keterbatasan timnya dalam menghadapi permainan solid yang ditampilkan PSM Makassar. "Kita tidak memiliki kapasitas untuk menciptakan peluang dan menciptakan gol," ungkap Almeida dalam konferensi pers usai pertandingan.
Juru taktik asal Portugal tersebut menilai PSM Makassar tampil lebih dominan sejak awal pertandingan dan mampu mengendalikan jalannya laga. "Kita sebenarnya sudah mencoba mengimbangi mereka dan kita sudah mengetahui kekuatan mereka adalah set piece bola mati," tambahnya.
Almeida juga menyoroti keterbatasan timnya dalam menghadapi serangan udara PSM, yang berujung pada gol pertama. "PSM memiliki pemain yang tinggi dan sangat bagus di bola atas. Sayangnya, kita tidak memiliki pemain yang memiliki tinggi setara saat ini," jelasnya.
Meski sudah berusaha bangkit dari ketertinggalan, Semen Padang FC tetap kesulitan menciptakan peluang berbahaya. "Namun memang akhirnya kita tetap tidak mampu menciptakan peluang dan lawan tampil lebih baik dari kita. Setelah itu karena adanya kesalahan dan mereka bisa mencetak gol," tutur Almeida.
Dengan hanya tersisa enam pertandingan di Liga 1 musim ini, posisi Semen Padang FC di zona degradasi semakin mengkhawatirkan. Almeida pun berharap timnya bisa segera bangkit. "Yang pasti, saya berharap kita bisa survive di pertandingan-pertandingan berikutnya," pungkasnya.
Semen Padang FC kini menghadapi pekerjaan berat untuk bisa keluar dari zona degradasi. Performa dan hasil positif di sisa pertandingan menjadi kunci utama bagi Kabau Sirah untuk mempertahankan posisinya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan. (red)
















