Sumbardaily.com – Jalur utama yang menghubungkan Kota Padang dan Bukittinggi melalui kawasan Lembah Anai akhirnya kembali dapat dilalui dari dua arah setelah sempat lumpuh akibat longsor di KM 61+800 Kelok Banio, Kecamatan 2X11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Akses jalan dibuka kembali sekitar pukul 19.00 WIB, Rabu (29/7/2026), setelah proses pembersihan material longsor berhasil diselesaikan oleh petugas.
Sebelumnya, longsor menyebabkan seluruh badan jalan tertutup material berupa tanah, bebatuan, dan pepohonan. Kondisi tersebut membuat arus kendaraan dari arah Padang maupun Bukittinggi terhenti selama hampir tiga jam dan memicu antrean panjang di kedua sisi jalan.
Peristiwa itu terjadi di tikungan Kelok Banio, salah satu titik yang berada di kawasan Lembah Anai. Material longsoran yang menutupi seluruh badan jalan membuat kendaraan tidak dapat melintas hingga alat berat berhasil membersihkan lokasi.
Dalam proses penanganan, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengerahkan alat berat untuk menyingkirkan timbunan tanah, batu, dan pepohonan dari badan jalan. Selama pekerjaan berlangsung, personel kepolisian melakukan pengamanan di sekitar lokasi sekaligus mengatur arus lalu lintas agar situasi tetap terkendali.
Setelah seluruh material berhasil disingkirkan, petugas membuka akses jalan secara bertahap hingga kendaraan dari kedua arah kembali dapat melintas dengan lancar.
Polisi Pastikan Arus Kendaraan Sudah Kembali Normal
Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, memastikan arus kendaraan di Jalur Padang–Bukittinggi telah kembali normal setelah proses pembersihan selesai dilakukan.
"Arus kendaraan telah kembali normal, telah kita buka dua arah," ujar Pifzen Finot, Rabu (29/7/2026) malam.
Ia menjelaskan bahwa meskipun titik longsor berada di wilayah hukum Polres Padang Pariaman, personel Satlantas Polres Padang Panjang tetap memberikan dukungan penuh selama proses penanganan.
Bantuan tersebut diwujudkan melalui pengerahan personel untuk mengatur lalu lintas, mengamankan lokasi kejadian, hingga membantu proses pembersihan material bersama instansi terkait.
Menurut Pifzen, sinergi berbagai pihak menjadi faktor penting sehingga akses Jalan Padang–Bukittinggi dapat dipulihkan dalam waktu yang relatif singkat. Dengan koordinasi yang berjalan baik, aktivitas transportasi kembali normal pada malam hari setelah sempat terganggu akibat longsor.
Pengendara Diminta Tetap Waspada
Meski arus lalu lintas sudah kembali normal, kepolisian tetap mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi kawasan Lembah Anai.
Curah hujan yang masih tinggi membuat kondisi tanah di sepanjang jalur tersebut masih labil sehingga berpotensi memicu longsor susulan sewaktu-waktu.
"Kami mengimbau masyarakat yang akan melintasi jalur Lembah Anai agar lebih berhati-hati, terutama saat hujan deras. Kurangi kecepatan, jaga jarak aman, dan ikuti arahan petugas apabila dilakukan pengaturan lalu lintas," katanya.
Imbauan tersebut disampaikan agar pengguna jalan selalu mengutamakan keselamatan, terutama ketika cuaca memburuk di kawasan yang dikenal sebagai salah satu titik rawan bencana di Sumatera Barat.
Longsor Ketiga dalam Beberapa Pekan
Pifzen juga mengungkapkan bahwa longsor di KM 61+800 merupakan kejadian ketiga yang terjadi di kawasan Lembah Anai dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, longsor juga terjadi di KM 66 pada 24 Juni, kemudian kembali terjadi pada 24 Juli 2026.
Meski ketiga kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, setiap peristiwa sempat menghambat kelancaran arus kendaraan di Jalur Padang–Bukittinggi yang menjadi salah satu akses utama penghubung antara Kota Padang dan Kota Bukittinggi.
Tingginya frekuensi longsor membuat kepolisian terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, BPBD, serta berbagai instansi terkait lainnya.
Menurut Pifzen, kesiapan alat berat di sekitar kawasan Lembah Anai menjadi salah satu langkah penting agar proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila longsor kembali terjadi.
"Kami terus berkoordinasi agar alat berat tetap siaga karena bencana seperti ini tidak dapat diprediksi. Dengan respons yang cepat, kami berharap akses jalan segera pulih apabila longsor kembali terjadi," tambahnya.
Hingga Rabu malam, arus kendaraan dari arah Padang maupun Bukittinggi telah kembali berjalan lancar. Meski demikian, petugas masih bersiaga di sekitar lokasi longsor untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan apabila hujan kembali mengguyur kawasan Lembah Anai, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan bencana. (*)
















