Sumbardaily.com - Ancaman abrasi yang terus menggerus kawasan Pantai Sago di Kecamatan IV Jurai menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan.
Kondisi pesisir yang mengalami pengikisan akibat hantaman gelombang laut dan cuaca ekstrem mendorong pemerintah daerah untuk segera menyiapkan langkah penanganan guna mencegah dampak yang lebih luas.
Sebagai bentuk keseriusan tersebut, Wakil Bupati Pesisir Selatan bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat (29/5/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk melihat kondisi terkini di lapangan sekaligus mengidentifikasi langkah penanganan yang dinilai paling sesuai.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan mendatangi sejumlah titik yang mengalami abrasi cukup parah. Pengikisan garis pantai yang terus berlangsung menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi mengancam berbagai fasilitas umum, vegetasi pantai, hingga kawasan permukiman warga yang berada di sekitar pesisir.
Wakil Bupati Pesisir Selatan menegaskan bahwa persoalan abrasi di Pantai Sago tidak dapat dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, upaya penanganan harus segera dilakukan agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin besar bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.
"Perlu langkah cepat untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas. Pemerintah daerah akan berupaya semaksimal mungkin agar penanganan abrasi ini dapat segera dilakukan," ujarnya saat berada di lokasi.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Pesisir Selatan, Jaferi, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan kajian teknis sebagai dasar menentukan metode penanganan yang paling efektif sesuai dengan karakteristik kawasan Pantai Sago.
Kajian tersebut nantinya akan menjadi acuan dalam penyusunan program penanganan, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang. Selain itu, Dinas PUTR juga akan melakukan pemetaan terhadap titik-titik yang mengalami abrasi paling parah untuk menentukan prioritas penanganan.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan proposal teknis yang akan diajukan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V serta Kementerian Pekerjaan Umum. Langkah tersebut dinilai penting mengingat penanganan abrasi pantai membutuhkan dukungan anggaran yang cukup besar serta melibatkan kewenangan lintas pemerintah.
Jaferi menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat menjadi faktor penting agar program pengendalian abrasi dapat direalisasikan secara optimal.
Kehadiran langsung Wakil Bupati dan Kepala Dinas PUTR di lokasi mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Warga berharap pembangunan infrastruktur pengaman pantai dapat segera diwujudkan untuk mengurangi dampak abrasi yang terus terjadi.
Beberapa infrastruktur yang diharapkan masyarakat antara lain pembangunan pemecah ombak (breakwater) maupun dinding penahan pantai (seawall). Keberadaan fasilitas tersebut diyakini dapat membantu melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi yang semakin mengkhawatirkan.
Selain berdampak terhadap permukiman dan lingkungan, abrasi juga dinilai berpotensi mengganggu sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu potensi unggulan Pantai Sago. Karena itu, upaya penanganan dinilai penting tidak hanya untuk menjaga keselamatan kawasan pesisir, tetapi juga mempertahankan daya tarik wisata daerah.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan turut mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.
Imbauan tersebut disampaikan sembari menunggu realisasi langkah-langkah penanganan yang saat ini sedang dipersiapkan pemerintah daerah untuk mengatasi abrasi di Pantai Sago. (*)
















