Sumbar Inflasi 0,51% Mei 2024, Didorong Lonjakan Harga Pangan

Sumbar Inflasi 0,51% Mei 2024, Didorong Lonjakan Harga Pangan

Ilustrasi Inflasi (Foto: pexels.com/pixabay)

Sumbardaily.com, Padang - Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengalami inflasi sebesar 0,51 persen secara bulanan atau month to month (mtm) pada Mei 2024, lebih tinggi dibandingkan dengan April 2024 yang mengalami deflasi 0,30 persen (mtm).

Data ini berdasarkan Berita Resmi Statistik yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, M Irfan Sukarna menyampaikan bahwa kenaikan harga berbagai komoditas pangan menjadi pendorong utama inflasi di daerah tersebut pada Mei 2024.

"Secara tahunan, Sumbar tercatat mengalami inflasi sebesar 4,17 persen year on year (yoy) pada Mei 2024, lebih tinggi dibandingkan April 2024 sebesar 3,81 persen (yoy)," ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu (5/6/2024).

Secara spasial, seluruh kabupaten/kota penghitung inflasi di Sumbar mengalami inflasi pada Mei 2024, dengan Kota Padang mencatatkan angka tertinggi sebesar 0,70 persen (mtm).

Sementara itu, Kabupaten Pasaman Barat mengalami inflasi 0,24 persen (mtm), Kabupaten Dharmasraya 0,02 persen (mtm), dan Kota Bukittinggi 0,22 persen (mtm).

Inflasi Sumbar pada Mei 2024 ini terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 1,54 persen (mtm) dengan andil inflasi 0,52 persen (mtm).

Komoditas dominan yang memengaruhi inflasi kelompok ini adalah cabai merah, bawang merah, beras, dan daging ayam ras.

Irfan Sukarna menjelaskan bahwa kenaikan harga aneka cabai dipengaruhi oleh produksi yang menurun akibat bencana banjir bandang di daerah sentra produksi.

Selain itu, putusnya jalan nasional utama Padang-Bukittinggi via Padang Panjang turut menyebabkan terganggunya distribusi sehingga mendorong kenaikan harga pangan, terutama di daerah yang bergantung suplai dari wilayah lain seperti Kota Padang.

Untuk mengendalikan inflasi agar tetap terkendali dan berada di sekitar batas atas target 2,5±1 persen (yoy), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumbar melakukan berbagai upaya.

Seperti penyelenggaraan pasar murah, pendistribusian beras SPHP dan stok pangan BULOG, monitoring harga dan ketersediaan pasokan, serta menjaga kelancaran distribusi pasca bencana.

Baca Juga

Inflasi Sumbar September 2026 Tembus 3,50 Persen, Cabai Merah Jadi Penyumbang Terbesar
Inflasi Sumbar September 2026 Tembus 3,50 Persen, Cabai Merah Jadi Penyumbang Terbesar
Nilai Tukar Petani Sumbar Naik Jadi 133,58, Tanaman Perkebunan dan Ternak Jadi Pendorong
Nilai Tukar Petani Sumbar Naik Jadi 133,58, Tanaman Perkebunan dan Ternak Jadi Pendorong
Bantuan dari ASN dan Warga Bukittinggi Disalurkan untuk Korban Banjir Bandang Solok
Bantuan dari ASN dan Warga Bukittinggi Disalurkan untuk Korban Banjir Bandang Solok
Banjir Bandang Pasaman, 17 Rumah dan 5 Hektare Sawah Terdampak
Banjir Bandang Pasaman, 17 Rumah dan 5 Hektare Sawah Terdampak
Penyerahan bantuan perahu fiber, mesin tempel, dan jaring ikan kepada nelayan terdampak bencana di Ulak Karang, Padang.
Nelayan di Empat Kelurahan Padang Terima Armada Melaut, Ada 19 Perahu Fiber dan 724 Jaring Ikan
Tim SAR Gabungan mencari warga yang terseret banjir bandang di Pasaman.
Tim SAR Gabungan Cari Warga Pasaman yang Terseret Banjir Bandang