Sumbardaily.com - Empat nelayan yang sempat dilaporkan belum kembali setelah melaut di perairan Tiku, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka ditemukan nelayan lain pada Kamis (15/10/2026) pagi, sebelum seluruhnya dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Kantor SAR Padang, Hendri mengatakan, seluruh nelayan berhasil dievakuasi pada pukul 08.20 WIB.
Sebelumnya, laporan penemuan diterima petugas pada pukul 07.45 WIB, setelah para nelayan diketahui telah ditemukan sekitar pukul 06.10 WIB.
"Keempat nelayan tersebut sebelumnya dilaporkan belum kembali dari aktivitas melaut di sekitar Gosong Kain, perairan Tiku, Kabupaten Agam. Mereka menggunakan dua perahu nelayan berukuran sekitar tiga meter, yakni biduak 04 berwarna hijau dan biduak Pondok Mande berwarna biru," katanya.
Penemuan tersebut mengakhiri pencarian terhadap empat nelayan asal Gasan Gadang yang dilakukan setelah dua dari empat perahu jaring yang berangkat melaut tidak kembali sesuai perkiraan waktu kepulangan.
Berdasarkan laporan perkembangan operasi SAR Kantor SAR Padang, keempat nelayan ditemukan sekitar 2 mil laut dari lokasi kejadian atau Last Known Position (LKP) berdasarkan pembaruan koordinat pencarian.
Setelah ditemukan, para nelayan ditarik oleh nelayan yang menjumpai mereka menuju pantai. Informasi penemuan itu kemudian diterima petugas SAR pada pukul 07.45 WIB.
Tim SAR gabungan selanjutnya melakukan evakuasi hingga seluruh korban berhasil dibawa dalam keadaan selamat pada pukul 08.20 WIB.
Keempat nelayan yang ditemukan tersebut adalah Edi (52) dan Tolen (55), yang berada di biduak 04, serta Is Fadli (25) dan Tio Rusnaldi (25), yang menggunakan biduak Pondok Mande. Keempatnya merupakan laki-laki yang berdomisili di Gasan Gadang.
Kedua perahu tersebut masing-masing memiliki panjang sekitar tiga meter dan menggunakan mesin Robin.
Dua Tim
Sebelum informasi penemuan diterima, tim SAR gabungan telah melanjutkan operasi pencarian sejak pukul 07.30 WIB pada Kamis. Pencarian dibagi menjadi dua tim dengan luas area penyisiran sekitar 42 mil laut persegi.
Koordinat lokasi kejadian juga diperbarui menjadi 0°32'19.36"S dan 99°42'18.11"E sebagai acuan pencarian.
Tim A melakukan penyisiran di laut dengan menggunakan rigid inflatable boat (RIB), perahu karet atau LCR, serta perahu nelayan. Penyisiran dilakukan berdasarkan sejumlah titik koordinat yang telah ditetapkan dalam area pencarian.
Sementara itu, Tim B melakukan pencarian dengan menyisir sepanjang garis pantai.
Upaya tersebut didukung pengerahan dua kapal RIB dari unsur SAR. RIB 02 Padang diberangkatkan pada pukul 06.00 WIB dengan delapan personel dan estimasi perjalanan sekitar dua jam 30 menit dari Dermaga RIB Muara Padang.
Pada waktu yang sama, RIB 03 Pasaman juga diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan membawa lima personel. Perjalanan dari Dermaga RIB Sasak, Kabupaten Pasaman Barat, diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu jam 30 menit.
Pengerahan kedua kapal tersebut dilakukan untuk mendukung operasi pencarian di wilayah perairan yang cukup luas.
Operasi pencarian dan pertolongan melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel SAR hingga TNI AL, Polairud, pemerintah setempat, organisasi kemanusiaan dan masyarakat.
Unsur yang terlibat terdiri atas tujuh personel Unit Siaga SAR Agam, delapan personel Kantor SAR Padang, serta lima personel Pos SAR Pasaman.
Selain itu, operasi mendapat dukungan tiga personel TNI AL, dua personel Polairud, dua personel Babinsa Gasan, empat personel PMI Agam, lima personel BPBD Padang Pariaman, pihak kecamatan dan kenagarian Gasan.
Persatuan Nelayan Gasan turut mengerahkan tujuh orang, sedangkan masyarakat yang terlibat dalam operasi berjumlah 12 orang.
Untuk mendukung pencarian, petugas menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya kendaraan penyelamat, sepeda motor trail, RIB 02 Padang, RIB 03 Pasaman, LCR beserta motor penggerak, peralatan SAR air, perangkat komunikasi, peralatan medis, serta perahu nelayan.
"Salah satu faktor yang menjadi kendala dalam operasi tersebut adalah luasnya area pencarian," ungkap Hendri.
Sebelumnya, laporan mengenai dua perahu nelayan yang belum kembali diterima Kantor SAR Padang pada Rabu (14/10/2026) pukul 16.03 WIB. Informasi disampaikan Arman Syaputra, Wali Nagari Gasan Gadang.
Keempat nelayan itu berangkat melaut pada Selasa (13/10/2026) pukul 14.00 WIB bersama empat perahu jaring yang membawa total delapan nelayan. Mereka seharusnya kembali ke darat pada Rabu pukul 06.00 WIB.
Namun, saat laporan diterima, baru dua perahu dengan empat nelayan yang kembali. Dua perahu lainnya belum tiba sehingga memicu operasi pencarian oleh Kantor SAR Padang bersama unsur terkait.
Dalam laporan kondisi cuaca pada Kamis, kawasan pencarian diliputi kabut dengan kecepatan angin sekitar empat knot. Tinggi gelombang dilaporkan berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. (*)
















