10 Awak KM Jamcha 01 Selamat, Penarikan Kapal Kandas di Mentawai Batal

Tim SAR Mentawai menangani laporan kapal bagan KM Jamcha 01 yang kandas dan mengalami kebocoran di perairan Pulau Malilimok.

KM Jamcha 01 dilaporkan kandas dan mengalami enam titik kebocoran di perairan Pulau Malilimok, Kepulauan Mentawai. Seluruh 10 awak kapal dilaporkan selamat dan operasi SAR ditutup pada Minggu (11/10/2026). (Dok. Basarnas)

Sumbardaily.com - Sebanyak 10 awak Kapal Bagan KM Jamcha 01 dipastikan selamat setelah kapal mereka kandas di karang dan mengalami enam titik kebocoran di perairan sekitar Pulau Malilimok, Kecamatan Siberut Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar).

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang dilakukan Kantor SAR Mentawai akhirnya ditutup pada Minggu (11/10/2026), sementara penanganan kapal diserahkan kepada pemiliknya.

"Kapal tersebut sebelumnya dilaporkan kandas pada Sabtu (10/10/2026) dini hari. Meski tim SAR telah menemukan seluruh awak dan memastikan kondisi mereka, upaya penanganan kapal belum tuntas. Rencana penarikan kapal bahkan dibatalkan karena kondisi belum memungkinkan," kata Kepala Kantor SAR Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua.

Berdasarkan laporan yang diterima, KM Jamcha 01 kandas sekitar pukul 03.00 WIB di perairan sekitar Pulau Malilimok. Kapal tersebut mengalami kebocoran pada enam titik setelah kandas di karang, sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut.

KM Jamcha 01 sebelumnya bertolak dari Carocok Tarusan pada Kamis (8/10/2026) pukul 10.00 WIB untuk mencari ikan. Kapal itu tiba di perairan Mentawai pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kapal dengan tonase 30 gross tonnage (GT) dan panjang sekitar 24 meter tersebut kemudian mengalami kecelakaan di perairan Malilimok.

Menindaklanjuti laporan itu, tujuh personel Tim Rescue Kantor SAR Mentawai bergerak menuju Pelabuhan Tuapejat pada Sabtu pukul 08.45 WIB. Tim melanjutkan perjalanan menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Mentawai.

Petugas tiba di lokasi pada pukul 10.15 WIB. Lima belas menit kemudian, tepatnya pukul 10.30 WIB, tim berhasil menemukan KM Jamcha 01 beserta seluruh awaknya.

Kapal dan awak ditemukan di sekitar koordinat 1°44'46" LS dan 99°17'39" BT. Setelah menemukan mereka, tim SAR berkoordinasi dengan awak kapal untuk mengetahui kondisi terkini serta membahas langkah penanganan dan upaya evakuasi yang diperlukan.

"Hasilnya, seluruh 10 awak kapal dilaporkan selamat. Namun, persoalan kebocoran membuat penanganan kapal belum dapat diselesaikan dalam waktu singkat," katanya.

Awak Bertahan Semalam di Kapal

Hingga Sabtu sore, para awak masih berupaya mengatasi kebocoran akibat kapal kandas. Tim SAR tetap bersiaga di sekitar lokasi untuk memantau situasi dan memastikan kondisi seluruh awak.

"Karena perbaikan belum berhasil diselesaikan, nakhoda memutuskan seluruh awak bermalam di kapal dengan mempertimbangkan kondisi mereka saat itu. Tim SAR tetap melakukan pemantauan selama para awak bertahan di kapal," ujar Benteng.

Situasi tersebut berlanjut hingga Minggu (11/10/2026). Pada pukul 10.00 WIB, rencana penarikan KM Jamcha 01 dibatalkan oleh pihak yang akan melakukan penarikan karena kondisi belum memungkinkan.

"Pembatalan itu membuat penanganan kapal belum dapat dilanjutkan melalui rencana penarikan yang sebelumnya disiapkan. Meski demikian, seluruh awak kapal berada dalam kondisi selamat," ucapnya.

Setelah rencana penarikan dibatalkan, Kantor SAR Mentawai berkoordinasi dengan pemilik kapal pada pukul 11.00 WIB. Dalam koordinasi tersebut, pemilik menyatakan akan mengupayakan sendiri proses perbaikan dan penanganan KM Jamcha 01.

Keputusan itu diambil setelah situasi kapal dinilai aman dan para anak buah kapal (ABK) memutuskan bertahan di atas kapal. Dengan demikian, penanganan lanjutan terhadap kapal menjadi tanggung jawab pemiliknya.

Setelah memastikan kondisi tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Mentawai bergerak kembali menuju Pelabuhan Tuapejat pada pukul 16.00 WIB.

Operasi SAR terhadap kecelakaan KM Jamcha 01 secara resmi dinyatakan selesai pada Minggu pukul 16.10 WIB.

"Proses perbaikan dan penanganan kapal yang kandas serta mengalami kebocoran selanjutnya menjadi tanggung jawab pihak pemilik kapal," pungkasnya. (*)

Baca Juga

Tim gabungan Pemerintah Kota Padang melakukan evakuasi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kota Padang pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Wali Kota Fadly Amran Turunkan Tim Gabungan, Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Padang Dipercepat
Kapal bagan JAMCHA 01 yang dilaporkan kandas dan mengalami kebocoran di perairan sekitar Pulau Malilimok, Kepulauan Mentawai.
Kapal Bagan Kandas di Perairan Mentawai, Korban 10 Orang
Petugas memantau dampak hujan deras yang memicu luapan Sungai Batang Tumayo dan longsor di Kabupaten Agam.
Sungai Batang Tumayo Agam Meluap, Rumah Warga Dilaporkan Terendam
Basarnas Tetap Siaga usai Operasi SAR Solok Ditutup, Bisa Dibuka Lagi Jika Ada Laporan Warga Hilang
Basarnas Tetap Siaga usai Operasi SAR Solok Ditutup, Bisa Dibuka Lagi Jika Ada Laporan Warga Hilang
Tim SAR gabungan menyelesaikan operasi pencarian korban banjir bandang Solok setelah korban kedua, Agusra, ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026).
Korban Kedua Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Tim SAR Gabungan Tetap Siaga
Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban banjir bandang Arosuka Kabupaten Solok pada hari keempat dengan membagi area operasi sepanjang sekitar 14 kilometer ke dalam empat sektor.
Hari Keempat Pasca Banjir Bandang Solok, Tim SAR Gabungan Sisir Area Pencarian Sejauh 14 Kilometer