Sungai Batang Tumayo Agam Meluap, Rumah Warga Dilaporkan Terendam

Petugas memantau dampak hujan deras yang memicu luapan Sungai Batang Tumayo dan longsor di Kabupaten Agam.

Hujan deras menyebabkan Sungai Batang Tumayo meluap dan merendam sejumlah rumah warga di Jorong Kubu. Longsor juga terjadi di ruas Jalan Panta-Sungai Landia, Kecamatan Matur, Kamis (8/10/2026). (Dok. Tangkapan Layar/Unit Siaga SAR Agam)

Sumbardaily.com - Hujan deras memicu luapan Sungai Batang Tumayo di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar). Sejumlah rumah warga di Jorong Kubu terendam, sementara akses di Jembatan Batang Tumayo juga ikut terdampak banjir.

Informasi mengenai luapan sungai tersebut diterima Unit Siaga SAR Agam dari warga sekaligus potensi SAR Nagari Sungai Batang pada Kamis (8/10/2026) petang, pukul 18.15 WIB.

Koordinator Unit Siaga SAR Agam, Atta Priono mengatakan, hujan dengan intensitas sangat deras membuat debit Sungai Batang Tumayo meningkat hingga meluap. Air kemudian merendam sejumlah rumah warga di Jorong Kubu.

Selain permukiman, banjir juga merendam akses di Jembatan Batang Tumayo. Ketinggian air di kawasan jembatan dilaporkan mencapai sekitar 25 sentimeter.

Kondisi tersebut membuat Basarnas mengambil langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya korban jiwa.

"Kami kemudian berkoordinasi dengan Sekretaris Nagari setempat untuk mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan," katanya, Jumat (9/10/2026) dini hari.

Warga yang berada di lokasi yang dinilai berbahaya juga diminta melakukan evakuasi secara mandiri ke tempat yang lebih aman.

"Sungai Batang Tumayo yang meluap membuat beberapa rumah terendam di Jorong Kubu dan akses di Jembatan Batang Tumayo terendam banjir setinggi 25 sentimetet," katanya.

Untuk mencegah terjadinya korban jiwa, Unit Siaga SAR Agam dan perangkat Nagari setempat mengingatkan warga agar berhati-hari, waspada.

"Bagi warga yang ada di tempat bahaya supaya melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman," kata Atta.

Untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan, Unit Siaga SAR Agam kemudian menurunkan dua personel. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan bahaya lanjutan akibat kondisi cuaca dan luapan sungai.

"Personel melakukan pemantauan hingga pukul 22.50 WIB. Dari laporan petugas potensi SAR di lapangan, hujan telah reda dan kondisi mulai berangsur aman," ujar Atta.

Dampak hujan deras juga terjadi di wilayah Kecamatan Matur, Kabupaten Agam. Longsor dilaporkan terjadi di ruas Jalan Panta-Sungai Landia, tepatnya di Jorong Panta, Nagari Panta Pauh.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Abdul Gafur mengatakan, material longsor di lokasi tersebut ditangani UPT Jalan Provinsi. Pembersihan dilakukan agar akses jalan dapat kembali digunakan masyarakat.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak nagari, material longsor memiliki panjang sekitar 35 meter dengan tinggi sekitar empat meter. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa.

"Longsor di Jalan Panta-Sungai Landia sedang ditangani UPT Jalan Provinsi untuk pembersihan meterial. Setelah dilakukan koordinasi dengan pihak Nagari, lokasi longsor dipastikan berada di Jorong Panta, Nagari Panta Pauh, Kecamatan Matur," katanya.

Penanganan material longsor dilakukan hingga akses Jalan Panta-Sungai Landia kembali dapat dilalui. Jalan tersebut dilaporkan sudah bisa dilewati pada pukul 17.30 WIB. (*)

Baca Juga

BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga 2 Oktober, 6 Wilayah Sumbar Masuk Siaga
BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga 2 Oktober, 6 Wilayah Sumbar Masuk Siaga
Alat berat membersihkan material longsor yang menutup akses jalan di wilayah Kabupaten Agam.
Hujan Deras Picu Longsor di Labuah Sampik dan Kelok 8 Agam
Basarnas Tetap Siaga usai Operasi SAR Solok Ditutup, Bisa Dibuka Lagi Jika Ada Laporan Warga Hilang
Basarnas Tetap Siaga usai Operasi SAR Solok Ditutup, Bisa Dibuka Lagi Jika Ada Laporan Warga Hilang
Tim SAR gabungan menyelesaikan operasi pencarian korban banjir bandang Solok setelah korban kedua, Agusra, ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026).
Korban Kedua Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Tim SAR Gabungan Tetap Siaga
Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban banjir bandang Arosuka Kabupaten Solok pada hari keempat dengan membagi area operasi sepanjang sekitar 14 kilometer ke dalam empat sektor.
Hari Keempat Pasca Banjir Bandang Solok, Tim SAR Gabungan Sisir Area Pencarian Sejauh 14 Kilometer
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian korban banjir bandang di Kampung Parit, Pasaman.
Enam Hari Dicari, Warga yang Terseret Arus Banjir Bandang Pasaman Ditemukan Meninggal