Kabut Asap Selimuti Sijunjung, Warga Diminta Kurangi Pembakaran Sampah

Kabut Asap Selimuti Sijunjung, Warga Diminta Kurangi Pembakaran Sampah

Ilustrasi kabut asap. (Foto: Pemkab Solsel)

Sumbardaily.com - Kabut asap yang menyelimuti wilayah Sijunjung menjadi perhatian pemerintah daerah. Kondisi kualitas udara dan langkah yang dapat dilakukan masyarakat dibahas melalui talkshow di LPPL Radio Lansek Manih, Selasa (8//9/2026).

Pembahasan mengenai kualitas udara Sijunjung tersebut melibatkan lintas sektor, yakni Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Perkim-LH, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung. Pemerintah daerah menilai pemantauan kondisi udara dan edukasi mengenai dampak kabut asap perlu terus dilakukan agar masyarakat mengetahui langkah yang dapat diambil ketika kualitas udara menurun.

Talkshow tersebut dipandu host Romi Yeni bersama drg. Ezwandra, M.Sc selaku Kadis Kominfo. Kegiatan mengangkat tema "Kabut Asap Menyelimuti Sijunjung: Bagaimana Kondisi Kualitas Udara dan Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?".

Sejumlah narasumber turut memberikan penjelasan dalam pembahasan tersebut. Dari Dinas Perkim-LH Kabupaten Sijunjung hadir Rini Jumiati, ST yang merupakan analis sistem mutu dan lingkungan. Sementara dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung hadir Mas Ayunis selaku Kabid P2P dan Dian selaku Kabid Kesmas.

Materi yang dibahas tidak hanya berkaitan dengan pemantauan parameter kualitas udara. Kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menghadapi dampak kondisi udara juga menjadi bagian dari pembahasan.

Pemerintah daerah menyampaikan komitmennya untuk hadir dalam upaya memitigasi risiko lingkungan yang dapat muncul akibat kondisi udara. Salah satu langkah yang ditekankan berkaitan dengan aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Pembakaran sampah secara terbuka menjadi salah satu hal yang perlu dikurangi. Aktivitas tersebut dapat memperburuk polusi udara sekaligus meningkatkan emisi berbahaya.

Karena itu, masyarakat didorong melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos maupun dimanfaatkan melalui biopori. Sementara sampah anorganik diarahkan untuk disalurkan ke bank sampah atau penampung resmi.

Dengan pola tersebut, sampah yang dibawa ke tempat pembuangan akhir atau TPA diharapkan hanya berupa sampah residu.

Selain pengelolaan sampah, masyarakat juga diingatkan meningkatkan kewaspadaan ketika menghadapi paparan kabut asap dan emisi udara. Penggunaan masker yang tepat saat beraktivitas di luar ruangan menjadi salah satu langkah perlindungan diri yang perlu diperhatikan.

Perhatian tersebut terutama ditujukan kepada kelompok rentan. Ketika kondisi udara menurun, masyarakat diminta mengutamakan perlindungan diri dan kesehatan keluarga dalam menjalankan aktivitas.

Edukasi mengenai bahaya pembakaran lahan juga terus disosialisasikan kepada masyarakat. Pemerintah daerah turut mendorong warga agar mengetahui mekanisme pengaduan apabila menemukan indikasi pencemaran lingkungan di sekitar tempat tinggalnya.

Langkah tersebut diharapkan membuat masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga ikut berperan dalam pengawasan lingkungan.

Melalui kolaborasi lintas sektor antara Dinas Kominfo, Dinas Perkim-LH dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung, pemantauan serta edukasi mengenai dampak kabut asap terus dilakukan.

Kondisi kualitas udara Sijunjung juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong masyarakat menjaga lingkungan melalui kebiasaan yang dapat dilakukan dari tingkat rumah tangga.

Masyarakat diimbau mengurangi pembakaran sampah, menerapkan pemilahan sampah secara mandiri, serta memperhatikan kesehatan keluarga ketika kondisi udara mengalami penurunan.

Upaya menjaga kualitas udara Sijunjung dinilai tidak hanya berkaitan dengan tindakan pemerintah, tetapi juga perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dan merespons kondisi lingkungan.

Dengan pengelolaan sampah yang dilakukan sejak dari rumah, penggunaan masker ketika diperlukan, serta peningkatan kepedulian terhadap indikasi pencemaran lingkungan, masyarakat dapat ikut mengambil bagian dalam menjaga lingkungan di Kabupaten Sijunjung.

Kualitas udara Sijunjung menjadi perhatian bersama karena kondisi lingkungan berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Karena itu, pengurangan pembakaran sampah, pemilahan sampah mandiri, dan perhatian terhadap kesehatan keluarga terus ditekankan ketika kondisi udara menurun. (*)

Baca Juga

Petugas BPBD Kota Padang membagikan masker gratis kepada pengendara di tengah kondisi kualitas udara yang sangat tidak sehat.
Kualitas Udara Sumbar Tak Sehat, Gubernur Minta Pemda Bergerak Sebelum Memburuk
Kualitas Udara Padang Makin Berbahaya, Murid PAUD hingga SMP Mulai Rabu Belajar Daring
Kualitas Udara Padang Makin Berbahaya, Murid PAUD hingga SMP Mulai Rabu Belajar Daring
Ombudsman Dorong Sekolah Online, Kadisdikbud Padang Pilih Tunggu Kondisi Kabut Asap
Ombudsman Dorong Sekolah Online, Kadisdikbud Padang Pilih Tunggu Kondisi Kabut Asap
Gubernur Sumbar Minta Daerah tak Sepelekan Persoalan Kualitas Udara yang tak Sehat
Gubernur Sumbar Minta Daerah tak Sepelekan Persoalan Kualitas Udara yang tak Sehat
Kualitas Udara Karhutla Membaik, 688 Hotspot Terdeteksi Termasuk di Sumatera
Kualitas Udara Karhutla Membaik, 688 Hotspot Terdeteksi Termasuk di Sumatera
Udara Bukittinggi Masuk Kategori Sedang, Anak-anak hingga Lansia Diminta Waspada
Udara Bukittinggi Masuk Kategori Sedang, Anak-anak hingga Lansia Diminta Waspada