Sumbardaily.com - Aktivitas mandi-mandi tiga anak di Sungai Batang Nareh, Korong Lembak Pasang, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) berubah menjadi petaka. Ketiganya dilaporkan terseret arus dan tenggelam pada Kamis (27/8/2026) siang.
Dalam kejadian tersebut, satu bocah berusia sekitar 10 tahun berhasil diselamatkan. Sementara satu anak lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan satu bocah lagi hingga Kamis sore masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Kepala Kantor SAR Padang sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC) Padang, Abdul Malik mengatakan, informasi mengenai kejadian tersebut diterima dari Yogi, anggota TRC Padang Pariaman, pada pukul 15.43 WIB.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Ketiga anak yang merupakan warga Lembak Pasang, Nagari Pilubang, saat itu sedang mandi-mandi bersama teman-temannya di sungai. Namun, situasi berubah ketika mereka terseret arus hingga tenggelam.
"Warga yang melihat kejadian langsung melakukan pertolongan. Hasilnya, satu orang selamat, satu orang meninggal dunia dan satu lainnya sampai sampai saat ini masih dalam pencarian," kata Abdul Malik.
Tiga korban, katanya, masing-masing bernama Nesa, Fikri dan Zahra. Ketiganya diperkirakan berusia sekitar 10 tahun dan tinggal di Lembak Pasang, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau.
Nesa, berjenis kelamin perempuan, berhasil diselamatkan dan dinyatakan selamat. Sementara Fikri, berjenis kelamin laki-laki, ditemukan pada pukul 16.07 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
Adapun Zahra, yang juga berjenis kelamin perempuan dan berusia sekitar 10 tahun, masih belum ditemukan. Upaya pencarian terhadap Zahra kemudian dilanjutkan melalui operasi SAR.
Tim SAR Bergerak
Kantor SAR Padang melalui Unit Siaga SAR Agam mengerahkan personel untuk melakukan pencarian korban. Pada pukul 16.00 WIB, sebanyak enam rescuer Unit Siaga SAR Agam diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
Selain enam personel rescuer, operasi tersebut juga melibatkan dua potensi SAR. Tim diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 44 menit untuk menempuh perjalanan dari Unit Siaga SAR Agam menuju lokasi kejadian.
Lokasi kejadian atau LKP diperkirakan berada pada koordinat 0°33'18.2"S 100°05'54.0"E. Dari Unit Siaga SAR Agam, jarak garis lurus menuju lokasi sekitar 29,15 kilometer dengan radial 158,29 derajat ke arah tenggara.
Sementara jika ditempuh melalui jalur darat, jaraknya diperkirakan mencapai 36,5 kilometer dengan estimasi waktu perjalanan sekitar 44 menit.
Dalam operasi pencarian tersebut, tim membawa sejumlah peralatan untuk mendukung proses evakuasi dan pencarian di area sungai.
"Peralatan yang digunakan meliputi Rescue Truck, LCR atau perahu karet beserta mopel, peralatan SAR air, peralatan medis, peralatan komunikasi, serta perlengkapan pendukung lainnya," katanya.
Pencarian dilakukan setelah laporan mengenai tiga anak tenggelam diterima Kantor SAR Padang. Fokus operasi adalah menemukan Zahra yang masih dinyatakan hilang setelah terseret arus Sungai Batang Nareh.
Kondisi cuaca di lokasi kejadian saat operasi SAR dilaporkan berawan. Kecepatan angin tercatat sekitar tiga knot.
Insiden tersebut memicu perhatian masyarakat dalam operasi SAR karena melibatkan tiga anak yang tengah mandi-mandi di sungai.
Dalam waktu singkat, kegiatan tersebut menyebabkan satu anak meninggal dunia dan satu lainnya harus menjalani pencarian. (*)















