Sawah Pokok Murah di Agam Makin Diminati, 55 Lokasi Capai 7,219 Hektare

Sawah Pokok Murah di Agam Makin Diminati, 55 Lokasi Capai 7,219 Hektare

Foto ilustrasi sawah. (Foto: Pixabay.com/ecoyou)

Sumbardaily.com - Sawah Pokok Murah (SPM) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menunjukkan perkembangan signifikan. Program unggulan daerah yang mendorong petani mengelola lahan secara swadaya itu kini telah berkembang menjadi 55 lokasi dengan luas mencapai 7,219 hektare.

Data per 18 Agustus 2026 menunjukkan program Sawah Pokok Murah tersebut telah tersebar di delapan kecamatan. Perkembangan itu jauh lebih besar dibandingkan kondisi pada 2025, ketika SPM Swadaya Petani baru terdapat di 16 lokasi dengan luas 2,1 hektare.

Informasi tersebut dikutip dari Pemkab Agam, Senin (24/8/2026). Pemkab Agam menyebut peningkatan jumlah lokasi dan luasan tersebut menjadi gambaran bertambahnya partisipasi petani dalam mengembangkan pertanian secara mandiri dan berkelanjutan.

"Peningkatan SPM Swadaya Petani dari 16 lokasi (Tahun 2025) menjadi 55 lokasi (Tahun 2026) menunjukkan bahwa Program Unggulan Sawah Pokok Murah (SPM) semakin diterima dan mampu mendorong partisipasi serta kemandirian petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian," demikian keterangan Pemkab Agam.

Data tersebut memperlihatkan peningkatan jumlah lokasi SPM Swadaya Petani sebesar 243,75 persen. Sementara dari sisi luas lahan, terjadi peningkatan sebesar 243,76 persen, dari 2,100 hektare pada 2025 menjadi 7,219 hektare pada 2026.

Persebaran SPM Swadaya Petani juga menunjukkan adanya keterlibatan sejumlah wilayah di Kabupaten Agam. Kecamatan Kamang Magek menjadi wilayah dengan jumlah lokasi dan luas lahan terbesar, yakni 22 lokasi dengan luas 2,53 hektare.

Berikutnya, Ampek Angkek memiliki 12 lokasi dengan luas 1,22 hektare. Kecamatan Candung mencatat enam lokasi dengan luas 0,44 hektare, sedangkan Baso memiliki lima lokasi dengan luas 0,77 hektare.

SPM Swadaya Petani juga berkembang di Kecamatan Tanjung Mutiara dengan tiga lokasi dan luas 1,00 hektare. Kemudian Matur memiliki tiga lokasi dengan luas 0,45 hektare, Tanjung Raya tiga lokasi dengan luas 0,45 hektare, serta IV Koto dua lokasi dengan luas 0,35 hektare.

Secara keseluruhan, terdapat 55 lokasi SPM Swadaya Petani dengan total luasan yang tercatat mencapai 7,219 hektare berdasarkan data per 18 Agustus 2026.

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kemandirian petani. Program SPM tidak hanya berjalan melalui swadaya petani, tetapi sebelumnya juga direalisasikan melalui sumber pendanaan lainnya.

Pada pelaksanaan SPM 2025, tercatat 114 lokasi demplot. Dari jumlah tersebut, 96 lokasi telah melaksanakan panen hingga Desember 2025. Rata-rata peningkatan produktivitas pada pelaksanaan tersebut mencapai 22,58 persen.

Jika dilihat berdasarkan sumber pendanaan, SPM Dana Nagari mencakup 93 lokasi. Sebanyak 83 lokasi di antaranya telah melaksanakan panen. Produktivitas pada kelompok tersebut meningkat 21,22 persen.

Dari 93 lokasi SPM Dana Nagari, sebanyak 70 lokasi memiliki produktivitas lebih tinggi dibandingkan metode konvensional. Sementara 13 lokasi tercatat memiliki produktivitas lebih rendah dari metode konvensional.

Kemudian SPM yang bersumber dari Dana APBD mencakup lima lokasi dan seluruhnya telah melaksanakan panen. Kelompok ini mencatat peningkatan produktivitas sebesar 27,85 persen dan produktivitasnya lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.

Sementara SPM Swadaya Petani pada 2025 terdiri atas 16 lokasi dan seluruhnya telah melaksanakan panen. Peningkatan produktivitas pada kelompok tersebut mencapai 18,68 persen.

Dari 16 lokasi SPM Swadaya Petani pada 2025, sebanyak 14 lokasi memiliki produktivitas lebih tinggi dibandingkan metode konvensional. Dua lokasi lainnya tercatat memiliki produktivitas lebih rendah.

Perkembangan dari 16 lokasi pada 2025 menjadi 55 lokasi pada 2026 menunjukkan perubahan skala pelaksanaan SPM Swadaya Petani dalam satu tahun. Begitu pula luas lahan yang meningkat dari 2,100 hektare menjadi 7,219 hektare.

Pemkab Agam juga menyiapkan strategi untuk memperluas penerapan Sawah Pokok Murah. Salah satunya melalui insentif jerami Sawah Pokok Murah yang saat ini masih dalam proses.

Selain itu, Asosiasi Petani SPM mulai dilaksanakan pada 15 Agustus 2026 di Kecamatan Kamang Magek. Kegiatan tersebut mengusung tema "Petani Merdeka Petani Sejahtera".

Pengembangan SPM tersebut diarahkan untuk memperkuat keterlibatan petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan bertambahnya lokasi dan luas lahan, program unggulan daerah ini terus didorong agar semakin banyak petani terlibat dalam pengelolaan pertanian secara mandiri.

Data perkembangan hingga 18 Agustus 2026 menjadi indikator bahwa SPM Swadaya Petani di Kabupaten Agam mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari 16 lokasi menjadi 55 lokasi, program tersebut kini menjangkau delapan kecamatan dengan total luas 7,219 hektare.

Pemkab Agam menempatkan penguatan partisipasi petani sebagai bagian penting dalam pengembangan program tersebut. SPM diharapkan terus mendorong produktivitas sekaligus memperkuat kemandirian petani di Kabupaten Agam. (*)

Baca Juga

Pulang dari Paskibraka Nasional 2026, Ahmad Al Fatih Disambut Pemkab Agam Penuh Kebanggaan
Pulang dari Paskibraka Nasional 2026, Ahmad Al Fatih Disambut Pemkab Agam Penuh Kebanggaan
Nagari Bayua Agam Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Bantuan Rp154 Juta Disalurkan
Nagari Bayua Agam Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Bantuan Rp154 Juta Disalurkan
Penanganan Jalan Manggopoh-Padang Lua Agam Berlanjut, Sejumlah Titik Mulai Diperbaiki
Penanganan Jalan Manggopoh-Padang Lua Agam Berlanjut, Sejumlah Titik Mulai Diperbaiki
Pemkab Agam Salurkan 1,95 Ton Benih Padi untuk Pulihkan 78 Hektare Lahan Terdampak Bencana
Pemkab Agam Salurkan 1,95 Ton Benih Padi untuk Pulihkan 78 Hektare Lahan Terdampak Bencana
Pemkab Agam Antisipasi Pasokan Pangan Terganggu akibat MBG dan Cuaca Ekstrem Akhir 2026
Pemkab Agam Antisipasi Pasokan Pangan Terganggu akibat MBG dan Cuaca Ekstrem Akhir 2026
Pemkab Agam Luncurkan Layanan Darurat 112, Warga Bisa Lapor Kebakaran hingga Bencana
Pemkab Agam Luncurkan Layanan Darurat 112, Warga Bisa Lapor Kebakaran hingga Bencana