Sumbardaily.com - Penanganan warga terdampak kebakaran di Kelurahan Padang Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, terus berlanjut. Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta langsung mendatangi lokasi setelah memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Kedatangan Zulmaeta tidak hanya untuk melihat kondisi warga setelah musibah, tetapi juga menyerahkan bantuan kepada enam keluarga yang terdampak. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga pada masa awal setelah kebakaran yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026).
Bantuan bagi korban kebakaran Padang Tiakar berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Payakumbuh. Masing-masing bantuan diberikan sebesar Rp500 ribu per jiwa. Bantuan itu disalurkan kepada enam kepala keluarga (KK) yang terdampak.
Kebakaran tersebut mengakibatkan enam rumah mengalami kerusakan berat. Sebanyak enam KK atau 24 jiwa terdampak akibat kejadian tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.20 WIB itu.
Sebelum bantuan dari Baznas disalurkan, BPBD dan Dinas Sosial Kota Payakumbuh telah lebih dahulu memberikan bantuan tanggap darurat kepada warga pada malam kejadian. Bantuan kemudian dilanjutkan pada hari berikutnya sebagai bagian dari penanganan awal terhadap keluarga yang terdampak.
Saat bertemu dengan para korban, Zulmaeta menyampaikan bahwa pemerintah masih menunggu proses penyelidikan aparat sebelum melakukan pembersihan di lokasi kebakaran.
“Untuk sementara lokasi kebakaran belum dapat kita bersihkan karena aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kejadian,” kata Zulmaeta.
Menurutnya, pembersihan baru akan dilakukan setelah proses penyelidikan selesai. Pemerintah bersama masyarakat nantinya akan turun secara gotong royong untuk membersihkan area terdampak, termasuk mengatasi puing-puing bangunan yang terbakar.
“Setelah proses penyelidikan selesai, kita akan turun bersama-sama melakukan gotong royong membersihkan puing kebakaran. Untuk pembangunan rumah, insyaallah pemerintah akan membantu prosesnya,” katanya.
Pemerintah Kota Payakumbuh juga memastikan penanganan tidak berhenti pada pemberian bantuan tanggap darurat. Kondisi keluarga korban akan terus dipantau untuk mengetahui kebutuhan mereka selama menjalani masa pemulihan.
“Pemerintah akan terus melihat kebutuhan masyarakat yang terdampak. Kita tentu berharap warga dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan baik,” ujarnya.
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda, Asisten Administrasi Umum Ifon Satria Chan, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kapolsek Kota Payakumbuh, Ketua Baznas Kota Payakumbuh, Camat Payakumbuh Timur Yopie Kurniawan, serta Lurah Padang Tiakar.
Dalam penanganan kebakaran Padang Tiakar, petugas pemadam kebakaran (Damkar) bersama BPBD, PLN, warga, serta pengurus RT dan RW sebelumnya telah bekerja untuk memadamkan api. Upaya tersebut juga dilakukan untuk mencegah kobaran api merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Di tengah proses pemulihan, Zulmaeta turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing. Menurutnya, pencegahan perlu dilakukan sejak dari rumah dengan memperhatikan kondisi instalasi listrik dan berbagai peralatan yang dapat menjadi sumber api.
Ia meminta warga melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala. Selain itu, kompor dan peralatan memasak harus dipastikan berada dalam kondisi aman. Warga juga diminta mematikan sumber api dan peralatan listrik sebelum meninggalkan rumah.
“Kami mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Periksa instalasi listrik secara berkala, pastikan kompor dan sumber api benar-benar sudah aman, serta jangan meninggalkan peralatan listrik yang masih menyala,” ujarnya.
Zulmaeta menilai kepedulian bersama menjadi bagian penting dalam mencegah kejadian serupa. Kewaspadaan masyarakat juga diperlukan untuk menekan risiko kebakaran sekaligus mengurangi potensi kerugian apabila terjadi musibah.
“Jangan sampai kita lengah. Mari bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” katanya.
Pemerintah Kota Payakumbuh bersama perangkat daerah dan pemerintah kecamatan akan melanjutkan penanganan secara bertahap. Langkah tersebut akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan serta kebutuhan masing-masing keluarga yang terdampak kebakaran Padang Tiakar. (*)
















