Jumlah Investor Pasar Modal Sumbar Tembus 501 Ribu, Tumbuh 139 Persen

Jumlah Investor Pasar Modal Sumbar Tembus 501 Ribu, Tumbuh 139 Persen

Ilustrasi Investor Pasar Modal (Foto: Pexels)

Sumbardaily.com - Jumlah investor pasar modal di Sumatera Barat melonjak hingga 139,16 persen dalam setahun. Hingga Juni 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) tercatat mencapai 501.131 investor.

Lonjakan tersebut menjadi salah satu perkembangan menarik di tengah kondisi sektor jasa keuangan Sumatera Barat yang tetap tumbuh. Pertumbuhan investor pasar modal juga terjadi ketika ekonomi Sumatera Barat pada triwulan II-2026 tumbuh 4,54 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Dikutip dari siaran resmi Minggu (9/8/2026), kondisi sektor jasa keuangan Sumatera Barat disebut tetap stabil dan mencatat kinerja positif.

"Stabilitas dan kinerja positif sektor jasa keuangan di Sumatera Barat terus terjaga, memberikan dukungan terhadap penguatan aktivitas ekonomi daerah," demikian dikutip dari siaran resmi tersebut.

Pertumbuhan jumlah investor pasar modal menjadi salah satu data yang menonjol dalam perkembangan industri jasa keuangan Sumatera Barat. Dari total 501.131 SID, sebanyak 143.819 merupakan investor saham.

Jumlah SID saham tersebut tumbuh 38,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah SID Reksa Dana tercatat 483,75 investor atau tumbuh 144,63 persen secara tahunan.

Adapun jumlah SID Surat Berharga Negara (SBN) mencapai 11.261 investor. Angka tersebut tumbuh 26,09 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Untuk instrumen Efek Beragunan Aset (EBA), tercatat terdapat 3 SID.

Data tersebut menunjukkan pertumbuhan jumlah investor terjadi pada sejumlah instrumen pasar modal, dengan pertumbuhan SID secara keseluruhan mencapai 139,16 persen secara tahunan.

Perkembangan pasar modal tersebut berlangsung bersamaan dengan pertumbuhan sektor perbankan Sumatera Barat. Pada posisi Juni 2026, total aset perbankan mencapai Rp88,20 triliun atau tumbuh 4,72 persen dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya.

Penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan mencapai Rp77,70 triliun atau tumbuh 5,92 persen secara tahunan. Sementara total penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp65,55 triliun atau tumbuh 13,02 persen.

Dari sisi risiko kredit, rasio Non-Performing Loan (NPL) berada di level 2,87 persen. Rasio tersebut sedikit meningkat dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat 2,65 persen.

Penyaluran kredit kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp31,17 triliun. Nilai tersebut mengalami kontraksi 1,44 persen secara tahunan dan menyumbang 40,11 persen dari total kredit.

Sektor perbankan syariah juga mencatat pertumbuhan pada periode yang sama. Total aset perbankan syariah pada Juni 2026 mencapai Rp15,14 triliun atau tumbuh 10,91 persen secara tahunan.

Penghimpunan DPK perbankan syariah mencapai Rp11,62 triliun atau tumbuh 6,70 persen. Sedangkan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp13,27 triliun atau tumbuh 16,22 persen secara tahunan.

Risiko pembiayaan perbankan syariah masih terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) sebesar 1,94 persen. Meski demikian, rasio tersebut sedikit meningkat dari 1,58 persen pada posisi yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan juga tercatat pada Bank Perekonomian Rakyat (BPR), baik konvensional maupun syariah. Total aset BPR pada Juni 2026 mencapai Rp3,04 triliun atau tumbuh 6,34 persen secara tahunan.

Penghimpunan DPK BPR mencapai Rp2,21 triliun atau tumbuh 7,05 persen. Sementara total penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp2,27 triliun atau tumbuh 1,62 persen secara tahunan.

Dari total penyaluran tersebut, sebanyak 71,15 persen merupakan kredit atau pembiayaan kepada UMKM.

Secara keseluruhan, perkembangan industri jasa keuangan Sumatera Barat menunjukkan pertumbuhan pada sejumlah sektor. Di pasar modal, jumlah investor menjadi salah satu indikator yang mencatat kenaikan paling tinggi dengan pertumbuhan 139,16 persen hingga Juni 2026.

Pertumbuhan tersebut terjadi bersamaan dengan kondisi ekonomi Sumatera Barat yang tetap tumbuh. PDRB Sumatera Barat pada triwulan II-2026 tercatat tumbuh 4,54 persen secara tahunan, menunjukkan keberlanjutan pemulihan ekonomi daerah.

Dengan jumlah SID mencapai 501.131 investor, pasar modal menjadi salah satu bagian dari perkembangan sektor jasa keuangan Sumatera Barat yang mengalami peningkatan signifikan hingga pertengahan 2026. (*)

Baca Juga

Harga Emas Terbaru Minggu 9 Agustus 2026: 1 Gram Naik Jadi Rp2,669 Juta
Harga Emas Terbaru Minggu 9 Agustus 2026: 1 Gram Naik Jadi Rp2,669 Juta
Kunjungi RSUD Pasaman Barat, DPR RI Temukan Kebocoran Bangunan dan Keterbatasan Alat
Kunjungi RSUD Pasaman Barat, DPR RI Temukan Kebocoran Bangunan dan Keterbatasan Alat
Sawah Rusak Berat di Aceh, Sumut, Sumbar Dipulihkan, Simak Strateginya
Sawah Rusak Berat di Aceh, Sumut, Sumbar Dipulihkan, Simak Strateginya
Perbankan Sumatera Barat Tumbuh 4,72 Persen, Kredit Tembus Rp77,70 Triliun
Perbankan Sumatera Barat Tumbuh 4,72 Persen, Kredit Tembus Rp77,70 Triliun
Pemerintah Verifikasi 1,49 Juta KPM Terindikasi Judi Online, Bansos Ditangguhkan
Pemerintah Verifikasi 1,49 Juta KPM Terindikasi Judi Online, Bansos Ditangguhkan
Pengunjung menikmati suasana Padang Gastronomy Market hari kedua di kawasan Kota Tua, Jalan Batang Arau, Kota Padang, Sabtu (8/8/2026), dalam rangka HJK Padang ke-357.
Kuliner Minang yang Mulai Langka Muncul di Padang Gastronomy Market, UMKM Ikut Ketiban Berkah