Sumbardaily.com - Kebakaran melanda Mini Market di Jalan Belibis nomor 11/A, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Rabu (5/8/2026) siang. Api yang membesar dari bagian dalam bangunan sempat menimbulkan ancaman terhadap bangunan lain di kawasan tersebut.
Lokasi kebakaran berada di akses jalan yang relatif kecil, sementara kawasan sekitar dipadati pertokoan dan ramai oleh masyarakat.
Berdasarkan pendataan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, sedikitnya 10 bangunan berpotensi terdampak apabila kobaran api tidak segera dikendalikan.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana (Kabid Ops Sarpras) Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi, menyebut petugas menerima laporan kebakaran pada pukul 12.12 WIB. Hanya berselang satu menit, armada pemadam langsung diberangkatkan menuju lokasi.
Petugas kemudian tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 12.20 WIB. Penanganan kebakaran dapat diselesaikan pada pukul 13.08 WIB.
Informasi awal mengenai kejadian tersebut berasal dari seorang saksi bernama Arifatu Dzikra (20) yang melihat kobaran api telah membesar dari arah dalam minimarket. Setelah melihat kondisi tersebut, saksi kemudian melaporkan kejadian kepada Dinas Damkar Kota Padang.
"Kebakaran tersebut menghanguskan satu unit minimarket. Bangunan yang terbakar memiliki luas sekitar 20 x 20 meter persegi. Berdasarkan pendataan petugas, tidak ada korban luka maupun korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut," katanya.
Selain itu, tidak terdapat penghuni yang harus mengungsi. Data Damkar mencatat jumlah penghuni sebanyak empat orang. Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Meski demikian, penanganan petugas berhasil mencegah potensi kerugian yang lebih besar. Dinas Damkar Kota Padang memperkirakan nilai aset yang berhasil diselamatkan mencapai sekitar Rp1 miliar.
"Potensi dampak kebakaran juga cukup besar mengingat terdapat 10 bangunan yang berada dalam area yang berpotensi terdampak. Luas area yang diperkirakan dapat terkena dampak mencapai sekitar 1.000 meter persegi," kata Rinaldi.
Dari sisi kerusakan infrastruktur, kata pria yang akrab disapa Abi tersebut, satu minimarket tercatat mengalami rusak berat.
Sementara itu, tidak ada bangunan yang dilaporkan mengalami kerusakan ringan berdasarkan pendataan petugas di lokasi.
"Kondisi lingkungan sekitar menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan. Akses menuju lokasi disebut kecil, sedangkan kawasan tersebut merupakan area padat pertokoan dan ramai masyarakat. Kondisi semacam itu dapat menjadi kendala bagi mobilisasi armada pemadam ketika terjadi kebakaran," ucapnya.
Dalam kejadian ini, petugas yang diterjunkan seluruhnya berasal dari Damkar Kota Padang. Empat armada pemadam digunakan untuk mengendalikan api hingga penanganan dinyatakan selesai pada pukul 13.08 WIB.
Adapun penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Dinas Damkar Kota Padang menyatakan penyebab kejadian masih dalam penyelidikan. Data petugas mencatat Azhar Husni (46).
"Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka. Satu unit minimarket mengalami rusak berat, sementara potensi dampak terhadap bangunan di sekitarnya berhasil ditekan setelah petugas Damkar Kota Padang melakukan penanganan dengan mengerahkan empat armada dan 75 personel," tuturnya.
Hingga penanganan selesai, penyebab pasti kebakaran masih menjadi bagian dari penyelidikan. Kerugian material sementara ditaksir sekitar Rp100 juta, sedangkan aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp1 miliar. (*)
















