Implementasi GCG Hutama Karya Makin Kuat, Raih Indonesia Excellence Good Corporate Governance Award 2026

Sumbardaily.com – Implementasi GCG di PT Hutama Karya (Persero) kembali memperoleh pengakuan nasional setelah perusahaan berhasil meraih Indonesia Excellence Good Corporate Governance Award 2026.

Penghargaan tersebut menjadi bukti penguatan tata kelola perusahaan yang juga tercermin dari peningkatan hasil penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) sebesar 3,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pencapaian tersebut menunjukkan komitmen Hutama Karya dalam membangun sistem tata kelola perusahaan yang semakin adaptif, transparan, serta berorientasi pada keberlanjutan.

Selain meningkatkan kualitas pengelolaan perusahaan, implementasi Good Corporate Governance (GCG) juga terus diarahkan untuk memperkuat kualitas layanan dan meningkatkan daya saing di sektor jasa infrastruktur.

Berdasarkan hasil assessment ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) yang diterbitkan pada 14 Juli 2026, Perseroan mencatat kenaikan tingkat pemenuhan penerapan tata kelola sebesar 3,95 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Sejalan dengan hasil evaluasi tersebut, Hutama Karya juga berhasil meraih Indonesia Excellence Good Corporate Governance Award 2026 dalam ajang The 5th Indonesia Excellence Good Corporate Governance Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi Research and Consulting. Penghargaan tersebut diterima pada Selasa (30/6/2026) di Jakarta.

Mengusung tema "Building Trust Through Future-Ready Governance", ajang penghargaan tersebut memberikan apresiasi kepada perusahaan yang dinilai berhasil menerapkan tata kelola perusahaan secara adaptif, transparan, serta berorientasi pada keberlanjutan.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Hutama Karya memperoleh penghargaan dalam kategori Indonesia Excellence Good Corporate Governance Ethics in Service Quality Improvement and Competitive Infrastructure Development (Infrastructure Services Industry).

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan Perseroan dalam mengintegrasikan praktik tata kelola perusahaan dengan peningkatan kualitas pelayanan serta pengembangan infrastruktur yang semakin kompetitif.

Prestasi tersebut juga melanjutkan rekam jejak Hutama Karya dalam ajang Indonesia Excellence Good Corporate Governance Awards selama beberapa tahun terakhir.

Pada 2022, Perseroan meraih penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Implementation on Advancing Marvelous Infrastructure Services sebagai bentuk apresiasi terhadap implementasi tata kelola yang mendukung pengembangan layanan infrastruktur.

Kemudian pada 2023, Hutama Karya kembali menerima penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Ethics in Business Strategy to Create Reliable Infrastructure, yang menegaskan pentingnya penerapan tata kelola perusahaan dalam mendukung strategi bisnis sekaligus pembangunan infrastruktur yang andal.

Sementara itu, pada 2026, penghargaan diberikan melalui kategori Indonesia Excellence Good Corporate Governance Ethics in Service Quality Improvement and Competitive Infrastructure Development.

Pengakuan tersebut mencerminkan perkembangan implementasi GCG yang tidak hanya memperkuat sistem tata kelola perusahaan, tetapi juga mendorong peningkatan mutu layanan dan daya saing Perseroan di industri jasa infrastruktur.

Selain penghargaan tersebut, Hutama Karya juga melaksanakan assessment ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) pada periode 20 Mei hingga 14 Juli 2026 sebagai bagian dari evaluasi penerapan tata kelola perusahaan berdasarkan standar regional ASEAN.

Penilaian dilakukan terhadap sejumlah aspek penting, yakni Hak dan Perlakuan Setara terhadap Pemegang Saham, Keberlanjutan dan Ketahanan, Keterbukaan dan Transparansi, serta Tanggung Jawab Dewan.

Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi Perseroan dalam menyusun berbagai area of improvement guna memperkuat kualitas tata kelola perusahaan secara berkelanjutan.

Tidak hanya mencatat peningkatan nilai sebesar 3,95 persen, proses assessment juga menunjukkan sejumlah praktik yang telah melampaui standar minimum ASEAN Corporate Governance Scorecard.

Beberapa di antaranya meliputi pengungkapan pengelolaan risiko dan peluang yang berkaitan dengan perubahan iklim, pelaksanaan independent assurance terhadap Laporan Keberlanjutan 2025, penguatan keterlibatan para pemangku kepentingan dalam implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG), pembentukan Komite Keberlanjutan yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama, hingga pembentukan Komite Risiko di bawah Dewan Komisaris.

Berbagai pencapaian tersebut menunjukkan bahwa praktik tata kelola Hutama Karya semakin selaras dengan standar dan praktik terbaik di tingkat regional.

Penguatan implementasi GCG juga didukung melalui penyempurnaan berbagai kebijakan perusahaan, optimalisasi peran Direksi dan Dewan Komisaris beserta komite pendukungnya, penerapan Enterprise Risk Management (ERM), penguatan sistem pengendalian internal, optimalisasi Whistleblowing System (WBS), serta pembudayaan nilai integritas berdasarkan prinsip Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi, dan Kewajaran (TARIF) dalam seluruh proses bisnis Perseroan.

Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, menegaskan bahwa penghargaan nasional dan hasil assessment independen tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat implementasi Good Corporate Governance.

"Penghargaan dan hasil assessment ini menjadi pengingat bagi kami bahwa tata kelola perusahaan yang baik merupakan komitmen yang harus terus dijaga, diperkuat, dan ditingkatkan secara berkelanjutan," tutup Hamdani.

Melalui capaian ini, Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas Implementasi GCG sebagai fondasi dalam memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kualitas layanan, serta mendukung pengembangan infrastruktur yang kompetitif dan berkelanjutan. (*)

Baca Juga

Hutama Karya Dorong Serikat Karyawan Adaptif Hadapi Dinamika Bisnis Masa Depan
Hutama Karya Dorong Serikat Karyawan Adaptif Hadapi Dinamika Bisnis Masa Depan
Pemindahan Akses Keluar Pintu Tol Pekanbaru Dimulai 30 Juli 2026, Hutama Karya Imbau Pengguna Ikuti Rambu
Pemindahan Akses Keluar Pintu Tol Pekanbaru Dimulai 30 Juli 2026, Hutama Karya Imbau Pengguna Ikuti Rambu
Hutama Karya Kantongi Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi Struktur Jembatan Musi V Tol Palembang–Betung
Hutama Karya Kantongi Sertifikat Persetujuan Laik Fungsi Struktur Jembatan Musi V Tol Palembang–Betung
Wakil Direktur Utama Hutama Karya Tinjau Proyek Flyover Sitinjau Lauik, Pastikan Progres Berjalan Optimal
Wakil Direktur Utama Hutama Karya Tinjau Proyek Flyover Sitinjau Lauik, Pastikan Progres Berjalan Optimal
Penanganan Darurat Jalan Longsor di Sumbar Dikebut, Malalak dan Lembah Anai Hampir Rampung
Penanganan Darurat Jalan Longsor di Sumbar Dikebut, Malalak dan Lembah Anai Hampir Rampung
Percepatan Tol Sicincin–Bukittinggi Masuk Tahap Penting, Ini Hasil Kesepakatannya
Percepatan Tol Sicincin–Bukittinggi Masuk Tahap Penting, Ini Hasil Kesepakatannya