Inovasi Tim PKM PM UNP: Jurnal Barito dan Talkea Bantu Anak Panti Kenali Emosi

Sumbardaily.com – Langkah inovatif dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak panti asuhan terus dimunculkan oleh kalangan akademisi. Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM PM) Universitas Negeri Padang (UNP) menghadirkan terobosan edukatif berbasis psikososial melalui sebuah program bertajuk Program Risebi.

Inisiatif intervensi psikososial ini menginternalisasi filosofi Jepang, Wabi-Sabi, dan menyasar anak-anak penghuni Panti Asuhan Azzahra Jannah yang berlokasi di Kota Padang.

Dalam pelaksanaannya, salah satu agenda utama yang menarik perhatian publik adalah sesi bertajuk Rise to Know Me. Agenda ini dirancang secara khusus untuk menguatkan self-awareness atau kesadaran diri para peserta melalui media edukatif yang amat interaktif, yakni Jurnal Barito, singkatan dari Barani Carito serta sebuah modul edukasi berupa permainan Talkea (Talk & Expression Area).

Kedua instrumen pembelajaran ini diciptakan khusus guna membantu anak-anak mengenali spektrum emosi mereka, memahami kepribadian diri, serta menumbuhkan keberanian berbicara untuk mengekspresikan perasaan secara positif.

Saat memanfaatkan Jurnal Barito, setiap anak diajak menumpahkan rentetan pengalaman harian, pemikiran pribadi, hingga gejolak perasaan yang mereka alami ke dalam bentuk tulisan sebagai sarana refleksi diri.

Sementara itu, dalam permainan Talkea, suasana belajar dibuat menyenangkan melalui aktivitas berdiskusi kelompok, penyelesaian berbagai tantangan menarik, hingga momen saling berbagi cerita pribadi.

Aktivitas ini secara bertahap menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk melatih keterampilan berkomunikasi sekaligus menyelami kondisi emosional masing-masing.

Tak berhenti di situ, agenda pembelajaran ini turut dikombinasikan dengan pelatihan teknik relaksasi sederhana agar para peserta memiliki kemampuan mengelola emosi secara mandiri saat menghadapi situasi sulit.

Ketua Tim PKM-PM UNP, Syifa Ainul Fitri, menjelaskan alasan di balik pemilihan metode pembelajaran interaktif tersebut. Menurutnya, kelompok anak-anak jauh lebih mudah menyerap pesan moral dan materi psikologis apabila proses edukasi disajikan dalam kemasan aktivitas yang menghibur.

"Kami ingin anak-anak merasa nyaman untuk bercerita dan mengenali dirinya sendiri. Lewat jurnal Barito dan permainan Talkea, mereka belajar bahwa setiap emosi itu wajar dirasakan, yang terpenting adalah bagaimana mereka memahami dan mengelolanya dengan baik," ujar Syifa Ainul Fitri, dalam keterangannya dikutip Kamis (23/7/2026).

Selain modul Rise to Know Me, struktur Program Risebi juga dirancang komprehensif dengan merangkum tiga pilar kegiatan utama lainnya. Pada pilar awal bernama Rise Me Up, para mahasiswa mengajak peserta membangun pilar rasa welas asih pada diri sendiri (self-compassion) melalui pendekatan seni terapi Kintsugi.

Dalam sesi terapi unik ini, anak-anak diajak menyusun dan merangkai kembali pecahan pot yang telah rusak sebagai simbolisasi mendalam bahwa setiap titik keretakan atau pengalaman pahit dalam hidup dapat ditransformasikan menjadi sumber kekuatan untuk bangkit dan terus bertumbuh.

Memasuki tahap berikutnya, yakni Rise the New Skill, anak-anak Panti Asuhan Azzahra Jannah tidak hanya dibekali penguatan mental, tetapi juga dibekali dengan kecakapan praktis yang relevan dengan perkembangan era digital.

Tim PKM PM UNP memberikan pelatihan teknis berupa perancangan desain grafis memanfaatkan platform Canva, teknik produksi video kreatif dengan aplikasi CapCut, hingga pemahaman dasar mengenai strategi pemasaran digital sebagai bekal bersaing di masa depan.

Seluruh rangkaian pengabdian kepada masyarakat ini kemudian dipuncaki oleh agenda pameran bertajuk Rise and Praise. Agenda penutup ini diselenggarakan sebagai wadah apresiasi publik terhadap pameran karya seni dan digital yang telah dihasilkan oleh para peserta selama masa pendampingan.

Selain merayakan proses belajar, pameran tersebut bertujuan memupuk rasa percaya diri serta meningkatkan efikasi diri (self-efficacy) anak-anak panti. Guna mengukur tingkat efektivitas serta perkembangan pemahaman peserta secara terukur, seluruh proses pelaksanaan Program Risebi dilengkapi dengan instrumen evaluasi berupa pre-test sebelum kegiatan dimulai serta post-test setelah rangkaian acara berakhir.

Inisiatif pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Syifa Ainul Fitri ini berjalan dengan pendampingan penuh dari akademisi UNP, Lailatur Rahmi. Dosen pendamping program ini menegaskan bahwa keberadaan Program Risebi tidak sekadar berfokus pada edukasi kesehatan psikologis semata, melainkan dirancang sebagai fondasi pembentukan karakter dan pembekalan keterampilan hidup yang berkesinambungan.

"Kami berharap anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga semakin percaya pada kemampuan dirinya sendiri. Ketika mereka mulai mengenali potensi yang dimiliki, akan lebih mudah bagi mereka untuk menyusun harapan dan tujuan hidup ke depan," ungkap Lailatur Rahmi.

Dampak positif dari program ini dirasakan langsung oleh anak-anak Panti Asuhan Azzahra Jannah. Salah seorang peserta mengungkapkan rasa senangnya setelah mengikuti sesi Rise to Know Me yang memberikan pengalaman belajar baru dalam memahami dinamika emosi dalam dirinya.

"Seru karena kami belajar sambil bermain. Dari kegiatan ini saya jadi lebih berani menyampaikan apa yang saya rasakan," tuturnya.

Melalui keberlanjutan Program Risebi, Tim PKM PM UNP optimistis bahwa metode pendekatan psikososial yang telah diimplementasikan dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak panti asuhan di Kota Padang.

Diharapkan, setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini, mereka memiliki tingkat kepercayaan diri yang kokoh, piawai mengelola emosi secara sehat, serta menguasai keterampilan digital yang menjadi modal berharga untuk menggapai cita-cita di masa depan. (*)

Baca Juga

Ratusan siswa mengikuti kegiatan edukasi Hari Anak Nasional di Bandara Internasional Minangkabau dengan mengenal dunia aviasi dan berbagai profesi di lingkungan bandara.
Hari Anak Nasional, BIM Sulap Bandara Menjadi Ruang Belajar Dunia Penerbangan bagi Anak-anak
Wali Kota Padang Fadly Amran membuka Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C bagi 101 warga binaan Lapas Kelas IIA Padang.
Pertama Kali Sejak Berdiri, Lapas Kelas IIA Padang Gelar Program Pendidikan untuk Warga Binaan
Mahasiswa Universitas Dharma Andalas, siswa SMKN 6 Padang, dan petugas KAI Divre II Sumbar memberikan edukasi keselamatan kepada pengguna jalan di perlintasan sebidang KM 0+805 Simpang Haru, Padang.
Mengapa Perlintasan Sebidang Masih Berbahaya? Akademisi dan KAI Divre II Sumbar Beri Jawaban Lewat Edukasi
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir melepas 345 mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol Padang di Palanta Rumah Dinas Wali Kota untuk menjalankan pengabdian masyarakat dan mendukung Program Smart Surau.
345 Mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol Ditantang Hidupkan Smart Surau di Padang
Bukan Sekadar Gulma, Tanaman Tithonia Berpotensi Jadi Pakan Berkualitas untuk Kambing Perah
Bukan Sekadar Gulma, Tanaman Tithonia Berpotensi Jadi Pakan Berkualitas untuk Kambing Perah
Mojaf, Inovasi Tepung Bengkuang dari Unand yang Berpotensi Bantu Pengidap Diabetes
Mojaf, Inovasi Tepung Bengkuang dari Unand yang Berpotensi Bantu Pengidap Diabetes