Sumbardaily.com - Harapan masyarakat Nagari Anduriang dan sekitarnya untuk kembali menikmati akses transportasi yang aman dan lancar segera terwujud.
Pemerintah memastikan pembangunan permanen Jembatan Anduriang di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam akan mulai dilaksanakan pada tahun 2026 melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).
Pembangunan kembali jembatan yang sebelumnya ambruk akibat bencana galodo tersebut menjadi langkah penting dalam memulihkan konektivitas antarwilayah yang selama ini terganggu. Selain menggantikan infrastruktur yang rusak, jembatan baru juga dirancang dengan spesifikasi yang lebih kuat untuk mendukung mobilitas masyarakat dalam jangka panjang.
Berdasarkan rencana yang telah disusun, Jembatan Anduriang akan dibangun dengan panjang total mencapai 140 meter. Struktur tersebut terdiri atas dua bentang yang masing-masing memiliki panjang 70 meter. Jembatan juga akan memiliki lebar 6 meter dan dilengkapi trotoar di kedua sisi dengan lebar masing-masing 0,5 meter.
Dari sisi konstruksi, jembatan akan menggunakan struktur rangka baja tipe B70 yang dipadukan dengan pondasi bore pile berdiameter 800 milimeter. Spesifikasi tersebut disiapkan untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih tangguh dan mampu memberikan rasa aman bagi pengguna jalan.
Nilai investasi pembangunan Jembatan Anduriang diperkirakan mencapai Rp45,2 miliar. Seluruh anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kepastian pembangunan jembatan itu disampaikan El Abdes. Menurutnya, pekerjaan konstruksi akan dilakukan setelah proses normalisasi sungai selesai dilaksanakan.
“Setelah normalisasi sungai selesai, Jembatan Anduriang akan dibangun kembali secara permanen oleh BPJN. Sesuai arahan Wakil Menteri PUPR dan komitmen yang telah disampaikan kepada Bupati Padang Pariaman, pembangunan jembatan ini akan mulai dijalankan tahun ini dengan anggaran sekitar Rp45,2 miliar dari APBN,” kata El Abdes dikutip Jumat (12/6/2026).
Jembatan Anduriang memiliki peran strategis karena menjadi penghubung utama antara dua kawasan penting di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, yakni Nagari Kayu Tanam dan Nagari Anduriang. Keberadaan jembatan tersebut selama ini mendukung berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas harian hingga kegiatan ekonomi.
Ambruknya jembatan akibat galodo sebelumnya berdampak pada terganggunya akses masyarakat di kedua wilayah tersebut. Karena itu, kepastian pembangunan jembatan permanen disambut sebagai kabar baik yang dinantikan warga.
Seiring berjalannya normalisasi sungai dan telah dipastikannya pembangunan jembatan permanen oleh pemerintah, masyarakat kini menaruh harapan besar agar akses transportasi yang sempat terputus selama berbulan-bulan dapat segera kembali normal.
Kehadiran Jembatan Anduriang yang lebih modern dan kokoh juga diharapkan mampu mendukung kelancaran aktivitas sosial serta mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat di kawasan tersebut. (*)
















