Jemaah Haji Kloter 1 Debarkasi Padang Pulang, Diminta Jadi Teladan di Masyarakat

Jemaah Haji Kloter 1 Debarkasi Padang Pulang, Diminta Jadi Teladan di Masyarakat

Sebanyak 390 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 1 Debarkasi Padang tiba kembali di Tanah Air setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji tahun 1447 Hijriah di Tanah Suci. (Foto: Kemenhaj)

Sumbardaily.com - Sebanyak 390 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 1 Debarkasi Padang tiba kembali di Tanah Air setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji tahun 1447 Hijriah di Tanah Suci.

Kepulangan rombongan perdana tersebut menjadi awal dari proses pemulangan ribuan jemaah asal Sumatera Barat dan Bengkulu yang telah menyelesaikan ibadah haji.

Prosesi penyambutan berlangsung di Aula Asrama Haji Embarkasi/Debarkasi Padang, Rabu (3/6/2026) malam. Selain menjadi momen haru pertemuan kembali dengan keluarga, kepulangan para jemaah juga diwarnai pesan agar nilai-nilai yang diperoleh selama berhaji tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, mengingatkan bahwa kemabruran haji harus tercermin setelah jemaah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual, melainkan momentum untuk meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, dan kepedulian sosial.

Turut hadir dalam penyambutan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat M. Rifki, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, unsur Forkopimda, Wali Kota Padang, serta pimpinan instansi terkait yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah.

Menurut Arry, gelar haji maupun hajjah bukanlah tujuan utama dari pelaksanaan ibadah haji. Sebaliknya, gelar tersebut harus menjadi pengingat bahwa seseorang telah menunaikan rukun Islam kelima dan memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas diri.

“Kita melaksanakan ibadah haji bukan semata-mata untuk memperoleh gelar haji atau hajjah. Sebutan itu hendaknya menjadi pengingat bahwa kita telah menunaikan rukun Islam kelima dan harus terus meningkatkan kualitas keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT,” kata Arry.

Ia menjelaskan, kemabruran tidak hanya dinilai dari keberhasilan menjalankan seluruh rangkaian ibadah selama berada di Makkah dan Madinah. Kemabruran justru dapat dilihat dari perubahan sikap, perilaku, dan kontribusi positif yang diberikan kepada masyarakat setelah kembali ke daerah asal.

“Mabrur dan mabrurah tidak hanya saat berada di Tanah Suci. Kemabruran itu tercermin dari perilaku, akhlak, kepedulian sosial, serta manfaat yang diberikan kepada masyarakat setelah pulang dari haji,” ujarnya.

Arry juga berharap semangat ibadah yang tumbuh selama menjalankan haji dapat terus dipertahankan. Pengalaman spiritual yang diperoleh selama berada di Tanah Suci diharapkan menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat pengabdian kepada masyarakat.

Lebih jauh, para jemaah diharapkan dapat menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, jemaah haji memiliki tanggung jawab moral untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan, mempererat persaudaraan, dan menjadi contoh positif bagi masyarakat sekitar.

“Kami berharap bapak dan ibu menjadi agen perubahan, mengajak kepada kebaikan, memperkuat persaudaraan, serta memberikan contoh yang baik di lingkungan tempat tinggal masing-masing,” katanya.

Selain menyampaikan pesan kepada para jemaah, apresiasi juga diberikan kepada seluruh petugas yang telah mendampingi dan melayani jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan ke Indonesia. Pelayanan tersebut melibatkan petugas kloter, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Petugas Haji Daerah (PHD), tenaga kesehatan, serta berbagai pihak terkait lainnya.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas kloter, PPIH, PHD, tenaga kesehatan, serta semua pihak yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji. Semoga seluruh pengabdian ini menjadi amal ibadah dan mendapat balasan dari Allah SWT,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, seluruh hadirin juga diajak mendoakan seorang jemaah asal Kota Padang yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi sehingga belum dapat kembali bersama rombongan Kloter 1.

“Kita doakan jemaah yang masih dirawat segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga di Tanah Air,” katanya.

Usai prosesi penyambutan, dilakukan serah terima jemaah dari petugas penyelenggara kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Selanjutnya, jemaah Kloter 1 Debarkasi Padang diserahkan kepada Pemerintah Kota Padang untuk dipulangkan ke rumah masing-masing.

Kepulangan kloter perdana ini menandai dimulainya rangkaian pemulangan jemaah haji asal Sumatera Barat dan Bengkulu yang telah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji tahun 1447 Hijriah di Tanah Suci. (*)

Baca Juga

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyalurkan bantuan berupa 100 paket sembako serta kebutuhan ibu dan anak kepada warga terdampak banjir di Kota Padang.
Banjir Rendam Sejumlah Kawasan di Padang, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Kirim 100 Paket Bantuan
Mutasi Kendaraan ke Sumbar Kini Lebih Hemat, Denda Pajak Dibebaskan 100 Persen
Mutasi Kendaraan ke Sumbar Kini Lebih Hemat, Denda Pajak Dibebaskan 100 Persen
Danau Singkarak Dinilai Ideal untuk PLTS Terapung, Ini Temuan Terbaru Tim Peneliti Unand
Danau Singkarak Dinilai Ideal untuk PLTS Terapung, Ini Temuan Terbaru Tim Peneliti Unand
Festival Kota Tua Padang 2026 Digelar, Hadirkan Peserta Barongsai dari Tujuh Negara
Festival Kota Tua Padang 2026 Digelar, Hadirkan Peserta Barongsai dari Tujuh Negara
Sungai Berubah Jalur Akibat Banjir di Padang, Alat Berat Dikerahkan Pulihkan Akses Warga
Sungai Berubah Jalur Akibat Banjir di Padang, Alat Berat Dikerahkan Pulihkan Akses Warga
Ombudsman Soroti Tata Kelola Dana Komite Sekolah di Sumbar, Dinilai Rawan Maladministrasi dan Korupsi
Ombudsman Soroti Tata Kelola Dana Komite Sekolah di Sumbar, Dinilai Rawan Maladministrasi dan Korupsi