Kemensos Tegaskan Sekolah Rakyat di Padang Belum Dibangun jika Lahan tak Memadai

Kemensos Tegaskan Sekolah Rakyat di Padang Belum Dibangun jika Lahan tak Memadai

Presiden Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Margaguna di Jakarta Selatan, pada Kamis (11/9/2025). (Foto: BPMI Setpres)

Sumbardaily.com, Padang - Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Padang belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat jika persoalan lahan belum tuntas.

Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menegaskan kesiapan membangun, namun dengan satu syarat utama, lahan dari Pemerintah Kota (Pemko) Padang harus tersedia dan memenuhi ketentuan luas minimal.

Penegasan itu mencuat saat Wali Kota Padang, Fadly Amran bertemu Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf di Kantor Kementerian Sosial RI, Senin (23/2/2026) siang.

Dalam pertemuan tersebut, Fadly membawa dua agenda utama, yakni pembangunan Sekolah Rakyat dan penanganan pasca bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang pada akhir tahun lalu.

“Alhamdulillah pertemuan dengan Mensos RI, Saifullah Yusuf sangat konstruktif. Kami membahas tentang pembangunan Sekolah Rakyat, dan juga bantuan dari Kemensos terhadap korban bencana hidrometeorologi Kota Padang akhir tahun lalu,” katanya.

Fadly menjelaskan, Pemko Padang saat ini sedang berproses melakukan pengadaan tanah guna memenuhi kebutuhan luas minimal pembangunan Sekolah Rakyat.

Sejatinya, pemerintah daerah sebenarnya telah memiliki lahan di Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah. Namun, luas area tersebut dinilai belum mencukupi untuk pembangunan sesuai ketentuan.

“Kami sudah punya lahan di Batipuh Panjang Koto Tangah, namun luasnya belum mencukupi. Jadi akan ditambah dengan pengadaan tanah lagi,” ucap Fadly.

Di sisi lain, Mensos, Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pada prinsipnya, pihaknya siap membangun Sekolah Rakyat di Padang. Namun, komitmen tersebut sangat bergantung pada kesiapan lahan dari Pemko Padang.

“Intinya kalau Pemko Padang siap lahan, kita siap bangun,” kata pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.

Ia mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar wacana seremonial, melainkan proyek yang mensyaratkan kesiapan administratif dan fisik dari pemerintah daerah. Tanpa lahan yang memadai, proses pembangunan belum dapat dimulai.

Selain membahas Sekolah Rakyat, pertemuan tersebut juga menyoroti penyaluran bantuan Kemensos bagi korban bencana alam hidrometeorologi di Kota Padang. Gus Ipul menargetkan seluruh bantuan dapat disalurkan secara tuntas sebelum Maret 2026.

“Hari Rabu depan akan diserahkan santunan ahli waris kepada keluarga dari 11 orang korban meninggal dunia. Kemudian juga akan diserahkan bantuan jaminan hidup korban bencana hidrometeorologi kepada 442 jiwa, targetnya tuntas sebelum Maret,” beber eks Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) tersebut. (red)

Baca Juga

Kemenag Terbitkan Aturan Gawai di Sekolah, Orang Tua Diminta Awasi Anak di Rumah
Kemenag Terbitkan Aturan Gawai di Sekolah, Orang Tua Diminta Awasi Anak di Rumah
Cuaca Sumbar Akhir September 2026: Hujan Menengah Dominan, 2 Daerah Masuk Kategori Tinggi
Cuaca Sumbar Akhir September 2026: Hujan Menengah Dominan, 2 Daerah Masuk Kategori Tinggi
Wali Kota Padang Fadly Amran membuka pelatihan imam masjid dan musala se-Kenagarian Limau Manis di Aula PLB Kampus IV UNP.
Imam Masjid dan Musala Dilatih Selama Dua Hari, Pemko Padang Kaitkan dengan Pelestarian Adat Minangkabau
Penyerahan bantuan perahu fiber, mesin tempel, dan jaring ikan kepada nelayan terdampak bencana di Ulak Karang, Padang.
Nelayan di Empat Kelurahan Padang Terima Armada Melaut, Ada 19 Perahu Fiber dan 724 Jaring Ikan
RS Rujukan di Sumbar Diperkuat, Wamenkes Ungkap Target Revitalisasi 441 RSUD
RS Rujukan di Sumbar Diperkuat, Wamenkes Ungkap Target Revitalisasi 441 RSUD
Bahlil Soroti Peralihan ke BBM Subsidi: Jangan Mobil Mewah Ikut Pakai
Bahlil Soroti Peralihan ke BBM Subsidi: Jangan Mobil Mewah Ikut Pakai