Cuaca Ekstrem Datang Tiba-tiba di Padang, Warga Pasa Lalang Kuranji Terjebak Luapan Sungai dan Dievakuasi

Cuaca Ekstrem Datang Tiba-tiba di Padang, Warga Pasa Lalang Kuranji Terjebak Luapan Sungai dan Dievakuasi

Hujan deras yang terjadi tiba-tiba di Kota Padang pada Sabtu (31/1/2026) sore membuat kawasan Pasa Lalang, Kecamatan Kuranji dilanda limpahan air sungai. Terlihat petugas BPBD mengevakuasi seorang wanita lanjut usia (lansia) ke area lebih aman. (Dok. Pusdalops PB)

Sumbardaily.com, Padang - Cuaca ekstrem yang datang secara tiba-tiba melanda Kota Padang, Sabtu (31/1/2026) siang, saat hujan deras memicu luapan sungai ke kawasan permukiman Pasa Lalang, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, hingga membuat sejumlah warga terjebak dan harus dievakuasi, meski wilayah ini belakangan berada dalam periode kemarau.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat melalui layanan darurat 112.

"Laporan tersebut menyebutkan adanya warga yang terjebak akibat luapan air dan tidak mampu menyelamatkan diri secara mandiri di tengah kondisi cuaca ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton.

Menindaklanjuti laporan itu, BPBD Kota Padang langsung menurunkan tim evakuasi ke lokasi terdampak. Sebanyak 10 personel dikerahkan untuk melakukan penyelamatan warga.

Luapan air sungai yang memasuki kawasan permukiman memperlihatkan bahwa potensi banjir bandang di Kota Padang masih menjadi ancaman serius, meskipun curah hujan sebelumnya sempat menurun.

"Cuaca ekstrem dapat terjadi kapan saja dan memicu bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah yang berada di sekitar aliran sungai," katanya.

Hingga Sabtu sore, tim BPBD Kota Padang dilaporkan masih berada di lokasi kejadian. Selain mengevakuasi warga terdampak, petugas juga melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi lingkungan sekitar untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi.

"Seluruh proses evakuasi dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan warga maupun personel yang bertugas," ujar Hendri.

BPBD Kota Padang mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi bahaya, meskipun cuaca beberapa waktu terakhir cenderung kering.

"Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di bantaran sungai dan kawasan rawan banjir, serta segera melaporkan kondisi darurat melalui layanan 112 agar dapat segera ditangani oleh petugas terkait," tuturnya.

Risiko banjir dan banjir bandang di Kota Padang tidak semata-mata bergantung pada musim hujan, melainkan juga dipengaruhi oleh dinamika cuaca ekstrem yang dapat berubah secara cepat dan sulit diprediksi. (adl)

Baca Juga

Pohon kuini berukuran besar tumbang menimpa rumah dan bengkel warga di Jalan Bandes, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Padang, akibat pelapukan.
Pohon Tumbang Timpa Rumah dan Bengkel Warga Padang
Wali Kota Padang Fadly Amran menyerahkan bantuan kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di sektor perikanan dan pangan.
Bantuan Rp8 Miliar dari Pemko Padang untuk Warga Terdampak Bencana, Ini Rinciannya
Dinas PUPR Kota Padang menangani kerusakan jaringan irigasi pertanian pasca banjir di wilayah Kuranji dan Pauh.
Banjir Padang Sisakan Kerusakan Irigasi Pertanian, Perbaikan Dikebut di Kuranji dan Pauh
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyalurkan bantuan berupa 100 paket sembako serta kebutuhan ibu dan anak kepada warga terdampak banjir di Kota Padang.
Banjir Rendam Sejumlah Kawasan di Padang, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Kirim 100 Paket Bantuan
Tim SAR Gabungan menggunakan KN SAR Yudistira dan RIB 02 dalam pencarian KM Halim Wijaya yang mengalami mati mesin di perairan sekitar Pulau Angso Duo, Kota Pariaman.
Dihantam Badai dan Ombak Tiga Meter, Tim SAR Gabungan Akhirnya Temukan KM Halim Wijaya
Tim SAR Gabungan menggunakan KN Yudistira dalam operasi pencarian KM Halim Wijaya yang mengalami mati mesin di sekitar Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, Sumatera Barat.
KM Halim Wijaya Mati Mesin di Laut Pariaman, Tim SAR Gabungan Bergerak di Tengah Hujan Deras