1.649 Rumah Rusak, Pemkab Agam Bangun Hunian Sementara Korban Bencana

1.649 Rumah Rusak, Pemkab Agam Bangun Hunian Sementara Korban Bencana

Rumah warga di Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, rusak diterjang banjir bandang. (Foto: Agam Media Center)

Sumbardaily.com, Agam – Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Agam resmi dimulai sebagai langkah awal pemulihan pascabencana. Huntara disiapkan untuk menampung masyarakat yang rumahnya rusak berat hingga hanyut, sehingga mereka dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak dan aman sembari menunggu pembangunan hunian tetap.

Pembangunan huntara tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah secara virtual, yang disaksikan Bupati Agam Benni Warlis, di Lapangan Bola SDN 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini juga dilaksanakan di daerah lain di Sumbar yang juga terdampak bencana.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa pembangunan hunian sementara merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera direalisasikan. Menurutnya, huntara menjadi solusi awal agar masyarakat terdampak tidak berlama-lama berada di pengungsian.

Mahyeldi meminta seluruh kepala daerah di Sumbar yang wilayahnya terdampak bencana untuk bergerak cepat merealisasikan pembangunan huntara. Ia menilai hunian sementara menjadi fondasi penting dalam proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, menjelaskan bahwa selama masa tanggap darurat hingga pascabencana, pemerintah daerah tetap memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama sandang dan pangan.

“Untuk kebutuhan dasar masyarakat, kami terus berupaya memberikan dukungan terbaik meskipun dengan keterbatasan. Pendataan rumah rusak ringan, sedang, hingga berat juga telah dilakukan. Bagi rumah yang rusak berat, akan dibangunkan hunian sementara yang pembangunannya dimulai hari ini,” ujar Rahmad.

Dari sisi perumahan, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Agam, Rinaldi, menyampaikan bahwa pembangunan huntara merupakan bagian dari tahapan pemulihan jangka panjang. Setelah huntara rampung dan ditempati, pemerintah akan melanjutkan ke tahap pembangunan hunian tetap (huntap).

Rinaldi memaparkan, dampak bencana di Kabupaten Agam cukup signifikan. Tercatat 256 unit rumah hanyut dan 511 unit rumah rusak berat, sehingga total 767 unit rumah harus dibangun kembali. Selain itu, terdapat 396 unit rumah rusak sedang dan 486 unit rumah rusak ringan. Secara keseluruhan, 1.649 unit rumah mengalami kerusakan dan penanganannya akan dilakukan secara bertahap.

Di sektor kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdian, menegaskan bahwa layanan kesehatan tetap berjalan untuk menjaga kondisi fisik dan mental para pengungsi, khususnya kelompok rentan.

“Kelompok ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, balita, lansia, serta penyandang disabilitas harus mendapatkan perhatian khusus. Pascabencana, kami akan melakukan penyuluhan penyakit berpotensi, pemeriksaan dan pengobatan di puskesmas, serta kegiatan trauma healing,” jelas Hendri.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengusulkan bantuan jaminan sosial kepada Kementerian Sosial. Bantuan tersebut meliputi santunan bagi korban meninggal dunia dan korban luka berat berupa uang duka yang disusun berdasarkan data by name by address serta data ahli waris.

Selain itu, Dinas Sosial juga mengusulkan bantuan biaya hidup bagi pengungsi yang bersedia tinggal di hunian sementara, serta bantuan isi rumah bagi warga yang nantinya menempati hunian tetap sesuai dengan data yang telah dihimpun.

Bupati Agam Benni Warlis menegaskan bahwa pembangunan hunian sementara pada masa tanggap darurat ini akan segera direalisasikan bersama BNPB. Ia menekankan bahwa kesiapan masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan program huntara.

“Kuncinya adalah kesiapan dari masyarakat yang rumahnya rusak berat. Huntara akan kita siapkan, namun mereka harus menyatakan kesediaannya untuk menghuni hunian sementara tersebut,” ujar Benni Warlis.

Huntara akan dibangun di Lapangan Sepak Bola SDN 05 Kayu Pasak serta beberapa lokasi lain di kecamatan terdampak bencana yang berada di luar zona merah. Lokasi pembangunan dipastikan berada di lahan milik pemerintah, memiliki kontur datar, serta aman dari potensi longsor dan banjir.

Untuk tahap berikutnya, Pemerintah Kabupaten Agam telah menyiapkan dua lokasi pembangunan hunian tetap, yakni di kawasan Gumarang pada lahan Balai Benih Ikan (BBI) dan di kawasan Dama Gadang. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang rumahnya rusak berat agar segera melaporkan kesediaannya menempati hunian sementara guna mempercepat proses pemulihan pascabencana. (red)

Baca Juga

Penanganan Darurat Jalan Longsor di Sumbar Dikebut, Malalak dan Lembah Anai Hampir Rampung
Penanganan Darurat Jalan Longsor di Sumbar Dikebut, Malalak dan Lembah Anai Hampir Rampung
700 Botol Susu Kambing Gratis Warnai Peringatan HUT ke-33 Lubuk Basung
700 Botol Susu Kambing Gratis Warnai Peringatan HUT ke-33 Lubuk Basung
Trase Baru Tol Sicincin-Bukittinggi Diusulkan Lewat Pasar Amor, Ini Alasan Pemkab Agam
Trase Baru Tol Sicincin-Bukittinggi Diusulkan Lewat Pasar Amor, Ini Alasan Pemkab Agam
Percepatan Tol Sicincin–Bukittinggi Masuk Tahap Penting, Ini Hasil Kesepakatannya
Percepatan Tol Sicincin–Bukittinggi Masuk Tahap Penting, Ini Hasil Kesepakatannya
Penyintas banjir bandang dan tanah longsor Batu Busuak berada di depan Hunian Sementara Layak Huni (Hunsela) di kawasan Rimbo Panjang, Kelurahan Lambung Bukit, Kota Padang, Jumat (17/7/2026).
Tak Lagi Hidup Nomaden, Penyintas Longsor Batu Busuak Syukuri Hunsela Bantuan Pemko Padang
Sumbar Targetkan 695 Huntap Mandiri, Padang Pariaman Jadi Daerah Terbanyak
Sumbar Targetkan 695 Huntap Mandiri, Padang Pariaman Jadi Daerah Terbanyak