Sumbardaily.com, Agam – Cuaca ekstrem yang melanda Sumatera Barat (Sumbar) beberapa hari terakhir memicu bencana longsor di Kabupaten Agam, Minggu (23/11/2025) sekitar pukul 11.30 WIB.
Hujan deras yang tak kunjung reda menyebabkan tebing di kawasan Jalan Tanah Liek, Jorong Silungkang, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, ambruk dan menimbun kawasan permukiman serta akses jalan utama.
Material longsor yang meluncur dari tebing tidak hanya menutup total jalur penghubung antarkampung, tetapi juga menghantam dua rumah warga. Sebuah mobil yang sedang terparkir turut tertimbun material tanah dan puing. Kondisi itu membuat kawasan tersebut tak dapat dilalui, bahkan oleh pejalan kaki.
“Ada dua rumah yang terkena longsor dan satu unit mobil kena longsor,” ujar Rendy Primayoga (31), warga setempat yang menyaksikan langsung dampak kejadian.
Di tengah upaya penanganan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam menghadapi situasi cukup berat. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, mengatakan bahwa laporan longsor sudah diterima dan tim telah bergerak ke lokasi.
Namun, beberapa bencana yang terjadi secara bersamaan di berbagai wilayah membuat respons cepat menjadi terhambat.
“Laporan sudah kami terima dan tim sudah kami kerahkan. Namun, saat ini hampir sekeliling daerah Agam terkena musibah, mulai dari longsor hingga banjir,” ujarnya.
Selain Palembayan, sejumlah wilayah lain seperti Kecamatan Palupuh, Paninjauan, dan Tanjung Raya juga mengalami dampak parah akibat cuaca ekstrem. Situasi ini membuat BPBD harus menetapkan prioritas penanganan berdasarkan tingkat urgensi dan urutan laporan.
Ghafur menjelaskan bahwa BPBD telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk pengerahan alat berat, meskipun kapasitas alat yang tersedia sangat terbatas.
“Karena alat terbatas, Dinas PU diarahkan ke Paninjauan dulu karena laporannya sudah masuk sejak kemarin,” katanya.
Penanganan lanjutan di Palembayan, termasuk evakuasi material longsor yang menimbun rumah dan kendaraan, baru dapat dilakukan setelah penyelesaian penanganan di lokasi prioritas.
BPBD menegaskan bahwa mereka bekerja semaksimal mungkin, mengingat hampir seluruh wilayah Kabupaten Agam kini harus menghadapi dampak ganda berupa banjir dan longsor yang terjadi dalam waktu bersamaan. (red)
















