Sumbardaily.com, Padang – Perjalanan Semen Padang FC pada awal kompetisi BRI Super League 2025/2026 belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hingga pekan keenam, tim berjuluk Kabau Sirah itu baru mampu mengumpulkan empat poin dari lima laga. Hasil tersebut membuat mereka terperosok ke peringkat ke-16 klasemen sementara, tepat di zona degradasi bersama PSBS Biak dan Persis Solo yang juga baru mengoleksi empat angka.
Dari lima pertandingan yang telah dijalani, Semen Padang hanya membukukan satu kemenangan, satu hasil imbang, serta menelan tiga kekalahan. Ketidakstabilan performa serta minimnya produktivitas gol menjadi catatan serius bagi tim asuhan Eduardo Almeida. Sejauh ini, permainan Kabau Sirah dinilai belum cukup konsisten untuk menyaingi tim-tim besar di papan atas liga.
Di sisi lain, Borneo FC tampil luar biasa dengan rekor sempurna lima kemenangan dari lima laga. Dengan catatan tersebut, tim asal Samarinda itu kukuh memimpin klasemen dengan 15 poin. Persija Jakarta dan PSIM Yogyakarta berada di posisi kedua dan ketiga setelah sama-sama mengantongi 11 poin dari enam pertandingan. Persib Bandung mengintai di urutan keempat dengan 10 poin, disusul Persebaya Surabaya dengan sembilan angka.
Persaingan di papan tengah pun cukup ketat, dengan Dewa United, Malut United, dan Arema FC saling berebut tempat untuk mendekati lima besar. Sementara itu, tim-tim yang berada di papan bawah harus bekerja keras agar segera keluar dari tekanan, termasuk Semen Padang. Posisi Kabau Sirah memang masih bisa diperbaiki, tetapi tren negatif di awal musim membuat langkah mereka semakin berat.
Situasi kian menantang karena Semen Padang hanya unggul selisih gol dari dua tim terbawah, PSBS Biak dan Persis Solo. Jika tidak segera menemukan solusi, ancaman degradasi dapat menghantui lebih cepat dari yang diperkirakan. Pelatih Eduardo Almeida dituntut segera melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari skema permainan, efektivitas serangan, hingga ketahanan mental pemain dalam menghadapi tekanan kompetisi.
Manajemen klub pun dihadapkan pada pekerjaan besar untuk menjaga semangat tim dan memastikan dukungan penuh suporter tidak surut. Di tengah keterpurukan, suara dan dukungan penggemar di Stadion Haji Agus Salim diyakini bisa menjadi motivasi tambahan bagi para pemain.
Tantangan terdekat datang dari Bali United, lawan tangguh yang akan dihadapi pada pekan ketujuh, Jumat (26/9/2025). Laga kandang ini diprediksi menjadi ujian penting bagi Kabau Sirah untuk menunjukkan reaksi setelah serangkaian hasil mengecewakan. Hasil positif atas Bali United bisa menjadi titik balik untuk mengangkat kepercayaan diri tim sekaligus memperbaiki posisi di klasemen sementara.
Dengan jadwal kompetisi yang padat serta persaingan ketat di setiap lini, setiap pertandingan berikutnya akan menjadi krusial bagi Semen Padang FC. Apabila tidak segera berbenah, peluang bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini bisa semakin terancam. (ik)
















