Sumbardaily.com, Padang – Setelah hampir dua bulan menjalani perawatan medis intensif di Arab Saudi, Mariatun Buyung Sutan (51), seorang jemaah haji asal Kota Padang dari kloter 5 Debarkasi Padang, akhirnya bisa menginjakkan kaki kembali di Tanah Air. Ia tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Senin (25/8/2025), dengan kondisi yang cukup stabil meski masih membutuhkan bantuan pernapasan.
Mariatun dirawat sejak 14 Zulhijjah, tidak lama setelah rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) selesai. Berbagai komplikasi kesehatan yang ia derita—mulai dari sleep apnea, asam lambung, diabetes melitus, hingga riwayat penyakit jantung—membuatnya harus menjalani perawatan serius di rumah sakit Arab Saudi. Sementara ribuan jemaah lain telah kembali ke Tanah Air, Mariatun masih tertinggal di sana demi pemulihan kesehatannya.
Kepulangan Mariatun disambut dengan haru oleh perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) dan keluarga. Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sumbar, M. Rifki, bersama Kepala Kantor Kemenag Kota Padang, Edy Oktafiandi, menyatakan rasa syukur atas kelancaran proses kepulangannya.
“Kami bersyukur satu jemaah kita yang sempat dirawat intensif akhirnya kembali dengan selamat ke Padang,” ujar M. Rifki.
Didampingi Tim Medis
Selama perjalanan pulang dari Bandara King Abdul Aziz Internasional Jeddah, Mariatun tidak dibiarkan sendirian. Dua petugas haji dari Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah, Lucki Prasetia dan Susi Darmayanti Hanafia Hasim, mendampinginya secara penuh. Ia diterbangkan menggunakan pesawat Lion Air JT 81 dengan fasilitas khusus.
Di kabin pesawat, Mariatun diposisikan dalam keadaan tidur menggunakan stretcher dan dibekali alat bantu pernapasan BiPAP (Bilevel Positive Airway Pressure). Langkah itu diambil untuk menjaga kenyamanan sekaligus memastikan kestabilan kondisi kesehatannya sepanjang penerbangan.
Sesampainya di BIM, Mariatun langsung ditangani oleh tim medis dari Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) yang melakukan pemeriksaan awal. Setelah itu, ia dipindahkan ke ambulans dan diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kota Padang untuk perawatan lanjutan di rumah sakit.
“Begitu tiba, tim langsung melakukan pemeriksaan, lalu membawanya ke rumah sakit untuk observasi lebih lanjut,” kata M. Rifki.
Satu dari Tiga Jemaah yang Dirawat
Mariatun menjadi satu dari tiga jemaah Debarkasi Padang yang sempat dirawat setelah musim haji usai. Namun, dua jemaah lainnya tidak kembali bersama rombongan karena meninggal dunia saat masih dirawat di rumah sakit di Arab Saudi. Mereka adalah Zubir Kahar Abdul Rauf, jemaah asal Agam dari kloter PDG07, dan Nurbaiti Sirin Rahab asal Padangpariaman dari kloter PDG.
“Sebelumnya ada tiga jemaah yang dirawat. Dua di antaranya wafat saat menjalani perawatan di Tanah Suci. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam,” ujar M. Rifki.
Perasaan haru bercampur syukur juga dirasakan oleh petugas kesehatan yang mendampingi perjalanan pulang Mariatun. Menurut Susi Darmayanti, meski masih membutuhkan alat bantu pernapasan, kondisi Mariatun terbilang cukup baik.
“Secara umum, jemaah dalam keadaan sadar dan bisa diajak berkomunikasi,” jelas Susi.
Simbol Ketabahan Jemaah
Kisah Mariatun menambah catatan tersendiri dalam perjalanan haji tahun ini. Ia menjadi simbol ketabahan seorang jemaah yang harus menghadapi ujian berat kesehatan di Tanah Suci, tetapi tetap bisa kembali ke kampung halaman. Kehadiran tim medis dan dukungan penuh pemerintah memperlihatkan komitmen untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan jemaah haji hingga tuntas.
Meski kepulangannya tidak bersamaan dengan rombongan besar, Mariatun disambut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar jemaah haji Sumatera Barat. Dengan kondisi kesehatan yang terus dipantau, ia diharapkan segera pulih agar bisa kembali berkumpul dengan keluarga dan masyarakat di Kota Padang. (red)
















