Sumbardaily.com, Padang - Angka kemiskinan di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada tahun 2022 mencapai 42,37 ribu jiwa. Turun 6.070 jiwa jika dibanding tahun 2021 dimana angka kemiskinan tercatat 48,44 ribu jiwa.
"Tahun 2021 kemiskinan tercatat sebanyak 48,44 ribu jiwa. Tahun 2022 berhasil turun, menjadi 42,37 ribu jiwa. Artinya sudah 6.070 jiwa yang keluar dari kemiskinan," ujar Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang, Maihendrizon, Kamis, (12/10/2023).
Menurutnya, penurunan angka kemiskinan ini terjadi setelah Pemerintah Kota (Pemko) Padang melakukan berbagai langkah strategis.
Salah satunya, program penanggulangan kemiskinan yang dikelola dengan ketat oleh Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Padang.
"Dalam program penanggulangan kemiskinan ini, TKPK Kota Padang fokus pada tiga aspek. Meningkatkan pendapatan, mengurangi beban pengeluaran, dan meminimalkan wilayah-wilayah kemiskinan," ungkapnya.
Selain itu, Maihendrizon menambahkan, pada tahun 2022 juga terdapat 12 OPD yang ikut serta dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Di antaranya RSUD Rasidin, Dinas Sosial, Bagian Kesra, Dinas Kesehatan, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Pangan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Bagian Hukum, Dinas Pendidikan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Di sisi lain, Pemko Padang terlibat aktif dalam memberdayakan ekonomi kreatif (ekraf) dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bentuk pemberdayaan itu dengan memberikan dukungan dan bimbingan, mendorong pelaku UMKM dan ekraf untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha.
Tidak hanya itu, Pemko Padang juga telah melaksanakan berbagai program penanggulangan kemiskinan, layanan pengobatan bagi masyarakat miskin, program rehabilitasi sosial, bantuan kematian, bantuan hukum, dan mengelola jaminan kesehatan untuk masyarakat miskin.
Termasuk program pemberdayaan sosial, seperti pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja, serta bantuan bibit dan benih ternak, ikan, pengembangan UMKM, dan membantu masyarakat miskin menciptakan peluang ekonomi yang lebih baik.
"Ke depan dengan komitmen berkelanjutan kita akan melanjutkan upaya ini di tahun 2023 dan di tahun 2024. Langkah-langkah ini tentunya kita harapkan bisa memerangi kemiskinan agar mencapai angka yang lebih rendah lagi," ucap Maihendrizon. (*/red)
















