5 Ton Rendang dari Sumbar Dikirim untuk Korban Gempa NTT, Digarap di Sentra Rendang Padang

Sumbardaily.com – Kepedulian masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) terhadap korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) diwujudkan melalui aksi kemanusiaan berupa pengiriman rendang. Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar bersama Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang) Sumbar menargetkan sebanyak 5 ton rendang untuk masyarakat terdampak bencana.

Upaya menyiapkan bantuan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan Sentra Rendang Kota Padang. Wali Kota Padang yang juga Ketua DPW Gebu Minang Sumbar, Fadly Amran, hadir dalam kegiatan memasak rendang untuk korban gempa di Kantor LKAAM Sumbar, Senin (17/8/2026).

Aksi tersebut dilakukan menyusul gempa bumi yang melanda NTT pada 15 Agustus 2026. Bencana tersebut mengakibatkan sejumlah korban jiwa serta menimbulkan kerusakan pada rumah warga dan infrastruktur.

Fadly Amran meminta LKAAM Sumbar dan Gebu Minang Sumbar memanfaatkan fasilitas Sentra Rendang Kota Padang agar proses penyediaan bantuan dapat berlangsung lebih cepat.

Pemerintah Kota (Pemko) Padang, katanya, siap memberikan dukungan sehingga kebutuhan 5 ton rendang untuk korban bencana dapat segera dipenuhi.

Menurut Fadly, gerakan tersebut menunjukkan kuatnya kepedulian dan semangat gotong royong masyarakat Minangkabau ketika daerah lain menghadapi musibah.

“Kita patut memberikan apresiasi kepada Gebu Minang Sumbar dan LKAAM Sumbar yang begitu cepat mengambil langkah untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Ini merupakan bentuk kepedulian para niniak mamak kepada anak kemenakan yang sedang menghadapi musibah,” ujar Fadly.

Fadly Ajak Masyarakat Sumbar Bergerak

Fadly mengatakan solidaritas terhadap masyarakat yang tertimpa bencana harus diwujudkan dalam bentuk tindakan konkret. Menurutnya, musibah dapat terjadi tanpa mengenal waktu dan tempat sehingga kepedulian terhadap sesama perlu terus dijaga.

Ia pun mengajak berbagai pihak di Sumbar untuk ikut mendukung gerakan kemanusiaan tersebut. Fadly mengingatkan bahwa masyarakat Kota Padang pernah menerima bantuan dari berbagai pihak ketika menghadapi bencana.

“Kami juga mengajak berbagai pihak di Sumbar untuk bersama-sama mendukung gerakan kemanusiaan ini. Ketika Kota Padang mengalami gempa bumi pada 2009 dan bencana hidrometeorologi pada 2025 lalu, banyak pihak yang datang membantu. Karena itu, saat saudara-saudara kita di NTT menghadapi musibah, sudah sepatutnya kita hadir dan memberikan bantuan,” kata Fadly Amran.

Ia menilai semangat kebersamaan juga sangat penting dalam proses pemulihan setelah bencana. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi kondisi sulit setelah gempa.

“Ketika bencana terjadi, tentu kita harus mengikhlaskan bahwa ini adalah sebuah cobaan. Setelah itu, kita harus bekerja keras dan berupaya meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak. Inilah esensi dari pertemuan kita pada hari ini,” tegasnya.

700 Kg Rendang Sudah Dikirim

Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar mengatakan aksi gotong royong tersebut telah menghasilkan pengiriman awal bantuan berupa 700 kilogram rendang. Bantuan tersebut dikirim ke NTT melalui penerbangan TNI Angkatan Udara.

Pengiriman awal itu merupakan hasil kolaborasi berbagai unsur masyarakat Minangkabau. Sejumlah pihak yang terlibat antara lain Bundo Kanduang, Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau (Hipermi), serta Gebu Minang Peduli.

Fauzi mengatakan pengiriman bantuan tidak berhenti pada 700 kilogram. LKAAM Sumbar dan Gebu Minang Sumbar menargetkan total bantuan mencapai 5 ton dan akan dikirim secara bertahap.

“Target kita sebanyak 5 ton rendang, dan akan kita kirim secara bertahap. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di NTT,” jelas Fauzi Bahar.

Pemilihan rendang sebagai bantuan utama juga memiliki pertimbangan tersendiri. Kuliner khas Minangkabau tersebut dinilai sesuai untuk kondisi masyarakat yang berada di lokasi bencana karena dapat langsung dikonsumsi dan memiliki daya tahan yang relatif lama.

Rendang Dinilai Cocok untuk Bantuan Bencana

Fauzi menjelaskan rendang dipilih karena karakteristiknya yang siap santap, tahan lama, dan mudah dikonsumsi. Kondisi tersebut membuat rendang dinilai praktis untuk didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak gempa.

“Kita memilih rendang karena merupakan makanan yang siap santap, tahan lama, dan praktis dikonsumsi oleh warga di lokasi bencana. Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat, dan menjadi bagian dari kepedulian masyarakat Minangkabau untuk saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” tutup Fauzi Bahar.

Aksi pengiriman rendang ini sekaligus memperlihatkan bagaimana makanan khas daerah Minangkabau dapat menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan. Dari Sumbar, bantuan disiapkan secara bergotong royong untuk masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak gempa.

Target 5 ton rendang tersebut akan dipenuhi secara bertahap dengan dukungan berbagai unsur masyarakat Minangkabau. Pemko Padang juga memberikan dukungan melalui pemanfaatan Sentra Rendang untuk mempercepat proses produksi bantuan.

Kegiatan memasak rendang di Kantor LKAAM Sumbar itu turut dihadiri jajaran pengurus LKAAM Sumbar, pengurus Gebu Minang Sumbar, Bundo Kanduang, serta Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau (Hipermi).

Melalui gerakan tersebut, LKAAM Sumbar dan Gebu Minang Sumbar berharap bantuan rendang dapat segera diterima masyarakat terdampak gempa NTT. Bantuan tersebut sekaligus menjadi wujud solidaritas masyarakat Minangkabau terhadap saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah. (*)

Baca Juga

GOR H Agus Salim Disiapkan Jadi Venue Internasional, Rekonstruksi Mulai Dikebut
GOR H Agus Salim Disiapkan Jadi Venue Internasional, Rekonstruksi Mulai Dikebut
15 Tahun Jaga Pesisir, Laskar Peduli Lingkungan Ampiang Parak Pessel Raih Peringkat I Wana Lestari Kemenhut
15 Tahun Jaga Pesisir, Laskar Peduli Lingkungan Ampiang Parak Pessel Raih Peringkat I Wana Lestari Kemenhut
Sekdako Padang Raju Minropa menerima Anugerah Adinata Syariah Terbaik 1 tingkat Provinsi Sumatera Barat dari Gubernur Sumbar Mahyeldi.
Pemko Padang Juara 1 Anugerah Adinata Syariah Sumbar, Bukti Ekonomi Syariah jadi Bagian Arah Pembangunan
Bendera Merah Putih berukuran 15x25 meter dibentangkan pemanjat tebing di dinding Tebing Lembah Harau setinggi 107 meter saat HUT RI ke-81.
HUT RI ke-81, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Tebing Lembah Harau Setinggi 107 Meter
Peringatan Cuaca Padang 16-18 Agustus 2026, Aktivitas Luar Ruang Diminta Perhatikan Kondisi Langit
Peringatan Cuaca Padang 16-18 Agustus 2026, Aktivitas Luar Ruang Diminta Perhatikan Kondisi Langit
Wali Kota Padang Fadly Amran menghadiri pembukaan Festival Kota Tua Padang 2026 di GOR HTT Padang, Sabtu malam.
Festival Kota Tua 2026 Hadirkan Barongsai Tujuh Negara, Angkat Filosofi Urang Padang Jalan Barampek