Sumbardaily.com, Tanah Datar – Lima orang tewas dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di kawasan Pendakian Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Senin pagi (26/1/2026) sekitar pukul 08.45 WIB. Insiden maut tersebut dipicu oleh sebuah truk kargo yang terguling di jalur pendakian dan memicu tabrakan beruntun sejumlah kendaraan yang melintas di belakangnya.
Kecelakaan terjadi di salah satu ruas jalan yang dikenal memiliki kontur menanjak dan menurun tajam. Truk kargo yang melintas di jalur tersebut dilaporkan terguling hingga menutup sebagian badan jalan. Kondisi ini membuat kendaraan lain tidak sempat menghindar dan akhirnya terlibat dalam tabrakan beruntun.
Kasatlantas Polres Padang Panjang AKP Pifzen Finot menyatakan bahwa setelah menerima laporan, petugas segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban dan pengamanan arus lalu lintas.
“Berdasarkan pendataan awal di lokasi kejadian, kecelakaan melibatkan tiga unit sepeda motor, satu unit kendaraan roda enam, dan satu unit kendaraan roda delapan belas,” katanya, Senin siang.
Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, insiden tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada tiga unit warung yang berada di sekitar lokasi kejadian akibat benturan kendaraan.
Akibat posisi truk yang melintang di badan jalan, arus lalu lintas di kawasan Pendakian Panyalaian sempat terganggu. Kendaraan dari arah Padang Panjang maupun Tanah Datar sempat mengalami perlambatan, sehingga petugas kepolisian harus melakukan pengaturan lalu lintas secara manual untuk mencegah kemacetan yang lebih panjang.
Data dari RS Yarsi mencatat dua korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Korban pertama adalah Alfizar (51), petani, warga Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Korban kedua yakni Yan Rahmat Fajri (33), wiraswasta, warga Bukit Apit Puhun, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi.
Selain korban meninggal, RS Yarsi juga merawat tiga korban luka-luka. Ketiganya masing-masing Gustiawan (40), petani asal Kabupaten Deli Serdang; Zulfia (40), sopir asal Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam; serta Elvi Febrianti (43), wiraswasta asal Kota Bukittinggi.
Sementara itu, data dari RSUD Padang Panjang mencatat tiga korban meninggal dunia lainnya. Ketiga korban tersebut adalah Jefrizal (37), buruh harian lepas, warga Jorong Pasa Rabaa, Nagari Panyalaian; Dian Febri (35), wiraswasta, warga Jorong Pincuran Tinggi, Nagari Panyalaian; serta Bandes Hotmaruli Tua Sihaloho (38), sopir, warga Kabupaten Karo, Sumatra Utara.
Pifzen Finot menyampaikan bahwa hingga siang hari, petugas kepolisian masih melakukan penanganan di lokasi kejadian, termasuk mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan dan membersihkan badan jalan agar arus lalu lintas kembali normal.
“Petugas terus bekerja di lapangan untuk memastikan evakuasi berjalan lancar dan arus lalu lintas bisa kembali normal,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengimbau kepada para pengguna jalan yang melintas di jalur Padang Panjang–Tanah Datar agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi kawasan pendakian dan tikungan tajam yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas. (red)
















