27 Ribu Warga Padang Terdampak Bencana, Sekolah Diliburkan Sementara

27 Ribu Warga Padang Terdampak Bencana, Sekolah Diliburkan Sementara

Banjir merendam rumah warga di Kota Padang akibat cuaca ekstrem yang melanda beberapa hari terakhir. (Foto: WAG Pusdalops BPBD Padang)

Sumbardaily.com, Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengambil langkah cepat merespons kondisi darurat bencana akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), seluruh kegiatan belajar tatap muka pada semua jenjang pendidikan—dari PAUD hingga SMP—resmi dihentikan sementara.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3/56/Dikbud-pdg/XI/2025 tentang libur sementara dan pelaksanaan pembelajaran daring selama masa bencana hidrometeorologi.

Kepala Disdikbud Kota Padang, Yopi Krislova, menetapkan masa libur sementara berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (27/11/2025) hingga Sabtu (29/11/2025).

Penyesuaian itu diberlakukan sebagai upaya melindungi seluruh warga sekolah dari potensi bahaya banjir, longsor, serta banjir bandang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Dalam surat edaran tersebut, Disdikbud menegaskan bahwa penangguhan pembelajaran tatap muka dapat diperpanjang jika situasi belum memungkinkan.

Termuat enam poin utama yang mengatur mekanisme pembelajaran selama masa darurat dalam SE tersebut.

Pertama, seluruh satuan pendidikan diwajibkan menghentikan kegiatan belajar mengajar secara luring sejak 27 hingga 29 November 2025 atau hingga adanya pemberitahuan baru dari Disdikbud.

Kedua, proses pembelajaran dialihkan sepenuhnya ke sistem daring melalui platform yang sudah digunakan para guru dan siswa, seperti WhatsApp Group, Google Classroom, Learning Management System sekolah, atau media lain yang dinilai efektif.

Poin ketiga menekankan peran kepala sekolah dalam memastikan ritme pembelajaran daring tetap berjalan proporsional tanpa mengabaikan kondisi setiap siswa.

Sementara itu, poin keempat menggarisbawahi agar pendidik memberikan tugas dan bimbingan yang tidak memberatkan, mengingat kondisi darurat yang tengah dialami masyarakat.

Seluruh pendidik juga diminta tetap menjaga keselamatan diri dan keluarga serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana susulan, sebagaimana tercantum dalam poin kelima.

Adapun pada poin keenam, Disdikbud menginstruksikan seluruh warga sekolah untuk segera menghubungi layanan darurat jika menghadapi situasi yang mengancam keselamatan.

Layanan tersebut meliputi Padang Command Center di nomor 112 (bebas pulsa) dan Pusdalops Penanggulangan Bencana di nomor 0858-9152-2181.

Kebijakan pendidikan ini sejalan dengan langkah Pemerintah Kota Padang yang telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Alam hingga 8 Desember 2025. Cuaca ekstrem yang memicu banjir dan longsor berdampak signifikan terhadap 11 kecamatan di Kota Padang.

Berdasarkan data terkini, tercatat sebanyak 27.433 warga terdampak banjir di sembilan kecamatan, dengan jumlah tertinggi berada di Kecamatan Koto Tangah mencapai 20.983 jiwa.

Selain itu, kerusakan infrastruktur dan permukiman juga cukup luas. Dua rumah dilaporkan hanyut terbawa arus, sementara 61 unit rumah mengalami kerusakan sedang dan 17 unit rusak ringan.

Pada sektor lainnya, dua titik jalan mengalami longsor, salah satunya putus sepanjang 60 meter. Satu unit rumah ibadah juga tercatat mengalami kerusakan ringan akibat bencana hidrometeorologi tersebut. (red)

Baca Juga

Kebakaran di Padang Tembus 100 Kasus hingga April 2026, Ini Penyebab Terbanyak
Kebakaran di Padang Tembus 100 Kasus hingga April 2026, Ini Penyebab Terbanyak
Lapak PKL di Jalan Gereja Padang Diamankan Satpol PP, Barang Pedagang Diamankan
Lapak PKL di Jalan Gereja Padang Diamankan Satpol PP, Barang Pedagang Diamankan
Petugas BPBD Kota Padang bersama tim gabungan mengevakuasi pohon Marapalam tumbang yang menutup Jalan Raya Padang-Painan di kawasan Gates saat hujan deras dan angin kencang.
Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh, Pohon Raksasa yang Tumbang di Jalur Padang-Painan Dievakuasi
Kunjungi Padang, Menaker Yassierli Siapkan Pelatihan IT bagi 3.100 Generasi Muda
Kunjungi Padang, Menaker Yassierli Siapkan Pelatihan IT bagi 3.100 Generasi Muda
Banjir Tanah Datar Belum Sepenuhnya Surut, BNPB Ingatkan Ancaman Hidrometeorologi
Banjir Tanah Datar Belum Sepenuhnya Surut, BNPB Ingatkan Ancaman Hidrometeorologi
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir dan Longsor, Tanah Datar Tetapkan Status Tanggap Darurat
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir dan Longsor, Tanah Datar Tetapkan Status Tanggap Darurat