Galodo Solok Pengaruhi Porprov Sumbar 2026, PB Bahas Penyesuaian Cabor

Sumbardaily.com – Banjir bandang atau galodo yang melanda Kabupaten Solok ikut berdampak terhadap persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat (Sumbar) 2026. Panitia Besar (PB) Porprov kini membahas penyesuaian teknis pertandingan sejumlah cabang olahraga (cabor) menjelang pelaksanaan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Pembahasan dilakukan melalui rapat yang melibatkan PB Porprov, pengurus provinsi cabang olahraga, dan Technical Delegate (TD). Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung pada Minggu (27/9/2026) pukul 16.00 WIB di Kantor KONI Provinsi Sumbar.

Rapat tersebut secara khusus membahas berbagai hal yang dinilai perlu disesuaikan dalam pelaksanaan pertandingan masing-masing cabang olahraga. Penyesuaian menjadi perhatian karena bencana banjir bandang di Kabupaten Solok terjadi ketika persiapan Porprov Sumbar 2026 telah memasuki tahap akhir.

Undangan rapat disampaikan Ketua PB Porprov XVI Sumbar, Editiawarman, melalui surat Nomor 045/U/K-SB/PB.PORPROV/IX/2026.Surat tersebut ditujukan kepada Ketua Umum Pengprov dan TD cabor Porprov Sumbar 2026.

Rapat digelar ketika pelaksanaan Porprov semakin dekat. Berdasarkan keputusan yang telah ditetapkan, Porprov Sumbar 2026 masih dijadwalkan berlangsung pada 2-14 Oktober 2026.

Hingga Sabtu malam (26/9/2026), belum ada perubahan terhadap jadwal tersebut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumbar Tasliatul Fuadi menegaskan jadwal Porprov masih sesuai dengan keputusan yang telah ditetapkan dalam rapat koordinasi kepala daerah.

“Masih tetap, belum ada perubahan. Masih sama dengan keputusan Rakor Kepala Daerah,” tegas Tasliatul saat menyambangi Kantor KONI Sumbar, Sabtu malam (26/9/2026).

Jadwal Porprov Masih 2-14 Oktober

Pernyataan tersebut disampaikan Tasliatul ketika jajaran pimpinan KONI Sumbar bersama PB Porprov sedang melakukan rapat untuk mematangkan kebutuhan penyelenggaraan pesta olahraga tingkat provinsi.

Dengan demikian, dampak bencana galodo di Kabupaten Solok belum mengubah jadwal umum pelaksanaan Porprov XVI Sumbar yang telah ditetapkan.

Yang menjadi pembahasan adalah penyesuaian dalam pelaksanaan pertandingan masing-masing cabang olahraga. PB Porprov bersama pengurus provinsi cabang olahraga dan TD akan membahas kondisi serta kebutuhan teknis yang perlu disesuaikan.

Langkah tersebut dilakukan karena pelaksanaan Porprov tinggal beberapa hari lagi. Berbagai persiapan yang sebelumnya telah dilakukan kini perlu disesuaikan dengan kondisi terkini setelah bencana banjir bandang melanda Kabupaten Solok.

Rapat bersama pengurus provinsi cabang olahraga dan TD menjadi bagian dari upaya PB Porprov untuk memastikan pertandingan tetap dapat dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi yang ada.

Tasliatul juga datang ke Kantor KONI Sumbar ketika jajaran pimpinan KONI Sumbar dan PB Porprov tengah mematangkan sejumlah kebutuhan menjelang dimulainya Porprov Sumbar 2026.

Pembukaan Porprov Juga Berubah

Selain memengaruhi pembahasan pelaksanaan pertandingan, dampak bencana juga berimbas terhadap rencana seremoni pembukaan dan penutupan Porprov Sumbar 2026.

Sebelumnya, pembukaan dan penutupan Porprov dirancang berlangsung di Kota Solok. Namun, dalam perkembangan terakhir, kedua seremoni tersebut akan digelar secara sederhana di Aula Kantor Gubernur Sumbar.

Tasliatul menjelaskan bahwa penggunaan Kantor Gubernur Sumbar sebenarnya telah dipersiapkan sejak awal sebagai salah satu bentuk antisipasi.

Namun, dalam proses persiapan, Kota Solok sempat menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah pembukaan Porprov.

Rencana tersebut kemudian kembali dibahas setelah bencana banjir bandang terjadi di Kabupaten Solok.

Kota Solok selanjutnya mengusulkan kembali persoalan lokasi pembukaan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar. Di sisi lain, keputusan awal mengenai penyelenggaraan Porprov telah dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumbar.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah, KONI Sumbar, dan PB Porprov perlu melakukan koordinasi untuk melihat perkembangan terbaru sebelum pelaksanaan kegiatan.

Menurut Tasliatul, pemetaan kondisi terus dilakukan oleh pihak-pihak terkait. Hasil pemetaan tersebut nantinya akan menjadi bahan laporan kepada Gubernur Sumbar dan Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan Porprov tetap dapat berjalan dengan menyesuaikan kondisi yang berkembang setelah bencana.

PB Bahas Penyesuaian Pelaksanaan Cabor

Sementara itu, rapat yang dijadwalkan PB Porprov pada Minggu (27/9/2026) menjadi salah satu forum untuk membahas lebih detail pelaksanaan pertandingan.

Pengurus provinsi cabang olahraga dan TD akan dilibatkan dalam pembahasan tersebut. Mereka akan membicarakan berbagai hal yang membutuhkan penyesuaian dalam pelaksanaan pertandingan masing-masing cabor.

Pembahasan ini dilakukan bukan karena jadwal Porprov secara keseluruhan telah diubah. Hingga Sabtu malam (26/9/2026), Kadispora Sumbar menyatakan jadwal pelaksanaan masih tetap pada 2-14 Oktober 2026.

Fokus pembahasan lebih diarahkan pada teknis pelaksanaan pertandingan dan keberlanjutan kompetisi di tengah situasi pascabencana.

Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, keputusan mengenai penyesuaian teknis menjadi penting bagi setiap cabang olahraga yang akan bertanding.

PB Porprov bersama KONI Sumbar dan unsur terkait kemudian melakukan pemetaan terhadap kondisi terkini untuk menentukan kebutuhan yang perlu disesuaikan.

Hasil pembahasan tersebut nantinya akan menjadi bagian dari koordinasi lebih lanjut dengan Pemprov Sumbar.

Koordinasi Dilakukan Jelang Pelaksanaan

Bencana galodo di Kabupaten Solok terjadi saat berbagai persiapan Porprov XVI Sumbar telah berlangsung. Karena itu, dampaknya tidak hanya menjadi perhatian terhadap lokasi pertandingan, tetapi juga terhadap berbagai agenda yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan.

Pembukaan dan penutupan yang sebelumnya direncanakan di Kota Solok menjadi salah satu bagian yang mengalami perubahan. Kedua seremoni tersebut kini direncanakan berlangsung secara sederhana di Aula Kantor Gubernur Sumbar.

Menurut Tasliatul, rencana pelaksanaan di Kantor Gubernur sebenarnya sudah dipersiapkan sejak awal sebagai antisipasi. Kota Solok kemudian sempat menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah pembukaan.

Setelah banjir bandang terjadi, persoalan lokasi pembukaan kembali dibahas. Kota Solok mengusulkan kembali persoalan tersebut kepada pemerintah provinsi, sementara keputusan awal penyelenggaraan Porprov telah tercantum dalam SK Gubernur Sumbar.

Dalam kondisi tersebut, koordinasi antara pemerintah daerah, KONI Sumbar, dan PB Porprov terus dilakukan.

Pemetaan kondisi terkini menjadi bagian dari proses koordinasi tersebut. Informasi hasil pemetaan selanjutnya akan disampaikan kepada Gubernur Sumbar dan Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar.

Tasliatul menegaskan pelaksanaan Porprov tetap dilanjutkan selama tidak ada aturan yang dilanggar.

“Selagi tidak ada aturan yang dilabrak, kita tetap lanjut. Tetap semangat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa hingga Sabtu malam (26/9/2026), jadwal Porprov XVI Sumbar belum mengalami perubahan dan masih ditetapkan pada 2-14 Oktober 2026. (*)

Baca Juga

Wali Kota Solok Minta Pembukaan Porprov Sumbar 2026 Ditunda Usai Galodo, Ini Alasannya
Wali Kota Solok Minta Pembukaan Porprov Sumbar 2026 Ditunda Usai Galodo, Ini Alasannya
Porprov XVI Sumbar 2026: 9 Daerah Siap Bertanding, Ribuan Atlet Terdaftar
Porprov XVI Sumbar 2026: 9 Daerah Siap Bertanding, Ribuan Atlet Terdaftar
Galodo Solok, Gibran Minta Forkopimda Perkuat Penanganan dan Waspada Bencana Susulan
Galodo Solok, Gibran Minta Forkopimda Perkuat Penanganan dan Waspada Bencana Susulan
Gibran Temui Korban Galodo Solok, Rumah Rusak Akan Dibangun Kembali
Gibran Temui Korban Galodo Solok, Rumah Rusak Akan Dibangun Kembali
Tinjau Galodo Solok, Gibran Minta Percepat Perbaikan Akses dan Layanan Publik
Tinjau Galodo Solok, Gibran Minta Percepat Perbaikan Akses dan Layanan Publik
Dekat Secara Wilayah, Pemko Padang Bantu Air Bersih Warga Solok yang Terdampak Galodo
Dekat Secara Wilayah, Pemko Padang Bantu Air Bersih Warga Solok yang Terdampak Galodo