Sumbardaily.com, Padang Panjang – Jumlah korban longsor dan banjir bandang di kawasan Jembatan Kembar kembali bertambah. Data terbaru Posko Tanggap Darurat Kota Padang Panjang yang dirilis pada Minggu (30/11/2025) pukul 11.00 WIB mencatat 23 korban telah ditemukan.
Dari jumlah tersebut, 11 di antaranya merupakan warga luar Padang Panjang, sementara 12 lainnya berasal dari RT 20 Silaing Bawah, salah satu kawasan permukiman yang terdampak paling parah.
Pembaruan data ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk memastikan proses pendataan, identifikasi, hingga penanganan lanjutan dapat berlangsung cepat dan terkoordinasi.
Tim gabungan dari berbagai instansi terus melakukan penyisiran intensif di titik-titik yang berpotensi masih menyimpan korban, terutama di sekitar aliran sungai dan lokasi yang tertimbun material longsor.
Korban Warga Non–Padang Panjang
Sebanyak 11 korban yang ditemukan bukan berasal dari Kota Padang Panjang. Mereka teridentifikasi berasal dari sejumlah wilayah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Kota Payakumbuh.
Berikut daftar lengkapnya sesuai hasil verifikasi posko:
- Riki Saputra (38), Singgalang X Koto, Kabupaten Tanah Datar
- Agung Purnomo (35), Kota Bukittinggi
- Silvi Marta Putri (20), Lolo Pantai Cermin, Kabupaten Solok
- Robi Handaryo (42), TNI, Saruaso, Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar
- Zeni S Marpaung (24), Subdenpom PP, Medan
- Angger Raja Prakarsa (25), Sei Durian, Lamposi, Kota Payakumbuh
- Gusrial (37), Perum Grand Kedoya, Tiakar, Kota Payakumbuh
- Rahayu Putri Anjani (21), Hilalang Lolo Pantai Cermin, Kabupaten Solok
- Johansa (66), Koto Hilia, Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan
- Satriadi (37), Koto Rawang, Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan
- Novihendri (37), Koto Tuo Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar (Garin Musala Jembatan Kembar)
Identifikasi dilakukan secara berlapis untuk memastikan kecocokan data antara dokumen keluarga, ciri fisik, dan laporan kehilangan.
Korban Warga Padang Panjang
Sementara itu, 12 korban lainnya merupakan warga Kota Padang Panjang, seluruhnya berasal dari RT 20 Silaing Bawah. Kawasan tersebut disebut sebagai salah satu titik yang mengalami dampak terburuk akibat arus deras dan longsoran material dari arah perbukitan. Berikut daftar lengkapnya:
- Nilmawati (59)
- Junimar (52)
- Maryulis (52)
- Zainal (50)
- Fitri Ramayani (29)
- Hengki (40)
- Netti (37)
- Meri Andani (30)
- Dafy Hamdani (12)
- Dylan Alfarizqi (5)
- Darman (46)
- Yunefa (47)
Pencarian dan Evakuasi Masih Berlangsung
Penyisiran masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan hingga seluruh korban yang dilaporkan hilang dapat ditemukan dan diidentifikasi.
Pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk memperbarui data secara berkala agar informasi yang diterima masyarakat tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. (pooke)
















