19,2 Ton Kopi Sumatera Tembus Pasar Uni Emirat Arab, 8 Ton dari Lembah Harau

19,2 Ton Kopi Sumatera Tembus Pasar Uni Emirat Arab, 8 Ton dari Lembah Harau

Biji Kopi (Foto: Vostroffee)

Sumbardaily.com, Limapuluh Kota – Sebanyak delapan ton kopi robusta asal Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), diekspor ke Uni Emirat Arab (UEA) sebagai bagian dari pengiriman komoditas unggulan Indonesia ke pasar internasional.

Sebelum diberangkatkan ke negara tujuan, kopi tersebut terlebih dahulu dikirim ke Medan untuk digabungkan dengan 11,2 ton kopi asal Sumatera Utara. Total 19,2 ton kopi tersebut selanjutnya menjalani pemeriksaan kesehatan karantina sebelum diekspor ke UEA.

Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Sahat M. Panggabean, menyampaikan bahwa proses sertifikasi dan pemeriksaan harus dilakukan di lokasi pengeluaran akhir, dalam hal ini di Medan. Hal ini penting untuk memastikan seluruh komoditas yang diekspor memenuhi standar keamanan hayati dan persyaratan dari negara penerima.

"Barantin akan terus mendukung ekspor nasional melalui jaminan kesehatan dan kelayakan komoditas ekspor. Tidak hanya didampingi oleh Karantina Sumatera Barat, kopi ini juga akan diperiksa dan disertifikasi oleh Karantina Sumatera Utara sebagai pintu ekspor akhir," ujar Sahat saat menghadiri pelepasan ekspor pada Sabtu (21/6/2025).

Acara pelepasan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau lebih dikenal Titiek Soeharto, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy. Kehadiran para pejabat ini menandakan dukungan kuat pemerintah terhadap sektor pertanian dan ekspor daerah.

Dalam pernyataannya, Sahat menekankan pentingnya sistem traceability atau ketertelusuran dalam seluruh proses ekspor. Sistem ini memungkinkan pemantauan yang transparan mulai dari proses produksi, pascapanen, hingga pengemasan, guna memastikan mutu produk terjaga dan sesuai dengan standar negara tujuan.

"Setiap komoditas ekspor, baik bahan baku maupun produk jadi, harus dapat ditelusuri dengan jelas asal-usul dan proses penanganannya. Ini tidak hanya menjamin kesehatan komoditas, tapi juga menjawab ketentuan teknis dari negara pengimpor," jelas Sahat.

Lebih lanjut, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Sumbar sebelumnya juga telah menerbitkan sertifikat ekspor untuk 20,5 ton biji kopi ke berbagai negara tujuan, termasuk Thailand, Inggris, Korea Selatan, dan Malaysia, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 1,6 miliar.

Hal ini menunjukkan peningkatan tren ekspor kopi dari daerah, yang diiringi dengan pengawasan ketat dari lembaga karantina untuk menjamin kualitas dan kelayakannya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto menyoroti pentingnya kolaborasi antarinstansi, khususnya antara Kementerian Kehutanan dan Barantin, guna mendorong peningkatan mutu dan daya saing komoditas ekspor nasional. Menurutnya, dukungan pemerintah harus berfokus pada penguatan kualitas produk agar dapat bersaing di pasar global.

"Kolaborasi lintas lembaga sangat diperlukan agar petani mampu menghasilkan kopi yang memenuhi standar mutu internasional. Dengan begitu, produk kita semakin diminati dan memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat," ujar Titiek.

Langkah ekspor kopi robusta dari Lembah Harau ini dinilai menjadi simbol kebangkitan potensi lokal Sumbar di kancah perdagangan internasional. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa jika dikelola dan diawasi dengan baik, komoditas lokal mampu menembus pasar dunia sekaligus mendongkrak perekonomian petani di daerah. (red)

Baca Juga

Wagub Vasko Ungkap Krisis Air Bersih Pasca Banjir Bandang saat Dampingi Titiek Soeharto ke Pengungsian Padang
Wagub Vasko Ungkap Krisis Air Bersih Pasca Banjir Bandang saat Dampingi Titiek Soeharto ke Pengungsian Padang
Titiek Soeharto Terima Laporan Wagub Vasko soal Dampak Banjir Sumbar dan Evaluasi Penyaluran Bantuan
Titiek Soeharto Terima Laporan Wagub Vasko soal Dampak Banjir Sumbar dan Evaluasi Penyaluran Bantuan
Sawah Pokok Murah Sumbar Diusulkan Jadi Program Nasional Ketahanan Pangan
Sawah Pokok Murah Sumbar Diusulkan Jadi Program Nasional Ketahanan Pangan
2 Anak Harimau Sumatera Lahir di Bukittinggi, Diberi Nama Rizki dan Lestari
2 Anak Harimau Sumatera Lahir di Bukittinggi, Diberi Nama Rizki dan Lestari
Titiek Soeharto: Sumbar Masuk Prioritas Penambahan Gudang Bulog
Titiek Soeharto: Sumbar Masuk Prioritas Penambahan Gudang Bulog
Anak di Bawah 16 Tahun Tak Bebas Lagi Akses Medsos, Ini Aturan Baru Komdigi
Anak di Bawah 16 Tahun Tak Bebas Lagi Akses Medsos, Ini Aturan Baru Komdigi