Sumbardaily.com, Padang - Pemerintah Kota (Pemko) Padang memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 104 kelurahan se-Kota Padang.
Langkah ini bukan sekadar agenda rutin menjelang hari besar keagamaan. Pemko Padang menargetkan GPM menjadi instrumen strategis untuk meredam potensi lonjakan harga sekaligus menjaga stabilitas inflasi daerah di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat saat Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota (Wawako) Padang, Maigus Nasir, dalam rapat koordinasi persiapan GPM bersama camat dan lurah se-Kota Padang di Aula Anggun Nan Tongga Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat (BI Sumbar), Senin (23/2/2026) siang.
Menurut Maigus, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah menjadi langkah konkret agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau selama bulan suci.
“Kami ingin masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang. Karena itu, para Lurah sebagai ujung tombak pelayanan pemerintah diharapkan mendukung penuh pelaksanaan GPM di kelurahan masing-masing,” ujarnya.
Ia menilai sinergi antara Pemko Padang, Kantor Perwakilan BI Sumbar dan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Wilayah Sumbar menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus kestabilan ekonomi daerah. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan sosialisasi digitalisasi pembayaran dan edukasi QRIS.
"Upaya ini menjadi bagian dari penguatan sistem transaksi yang lebih modern dan efisien dalam mendukung distribusi pangan di tingkat kelurahan," katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, menegaskan bahwa peningkatan permintaan bahan pokok menjelang Lebaran merupakan siklus tahunan yang tidak bisa dihindari.
Momentum tersebut, katanya, juga berdampak pada pergerakan ekonomi masyarakat, termasuk pelaku UMKM melalui aktivitas pasar pabukoan.
“Setiap Ramadan hingga puncak Idulfitri, permintaan pangan pasti meningkat. Karena itu, kita siap menggelar GPM di seluruh kelurahan se-Kota Padang,” katanya.
Dari sisi pasokan, Perum Bulog Wilayah Sumbar memastikan distribusi bahan pokok dilakukan langsung melalui kantor kelurahan. Skema ini dirancang untuk meminimalkan biaya tambahan yang harus ditanggung masyarakat.
Pemimpin Perum Bulog Wilayah Sumbar, R Darma Wijaya, menjelaskan bahwa beras akan dijual dengan harga Rp12 ribu per kilogram atau Rp60 ribu per kemasan 5 kilogram. Harga tersebut berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp13.100 per kilogram.
“Kami akan menjual beras Rp12 ribu per kilogram atau Rp60 ribu per kemasan 5 kilogram, lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi Rp13.100 per kilogram. Setiap kelurahan juga dialokasikan sekitar 15-20 dus minyak goreng Minyakita dengan harga Rp15 ribu hingga Rp15.500 per liter untuk menekan fluktuasi harga dan menjaga stabilitas pangan di pasaran,” katanya.
Selain beras, setiap kelurahan akan menerima alokasi sekitar 15 hingga 20 dus minyak goreng merek MinyakKita dengan harga Rp15 ribu hingga Rp15.500 per liter. (red)















