Sumbardaily.com, Padang – Perum Bulog Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) mengumumkan ketersediaan stok beras sebanyak 24.000 ton yang diprediksi mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Sumbar selama empat bulan ke depan.
Pemimpin Bulog Wilayah Sumbar, Darma Wijaya, mengungkapkan keyakinannya terhadap kecukupan stok tersebut dalam pernyataannya di Padang, Sabtu (4/1/2025).
"Alhamdulillah, kondisi stok di Bulog sangat memadai untuk menjamin ketahanan pangan hingga empat bulan mendatang. Ini merupakan modal yang kuat bagi kami dalam menjaga stabilitas, terutama untuk kepentingan konsumen di Provinsi Sumbar," jelasnya.
Ketersediaan stok yang mencukupi ini menjadi bagian dari strategi komprehensif Bulog Sumbar dalam mengamankan pasokan beras di wilayahnya.
Darma menambahkan bahwa peran Bulog tidak hanya terbatas pada penyediaan stok, tetapi juga mencakup distribusi bantuan pangan dan stabilisasi harga melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Capaian kinerja Bulog Sumbar sepanjang tahun 2024 menunjukkan kontribusi nyata dalam penyaluran bantuan pangan. Tercatat sebanyak 46.800 ton beras telah didistribusikan kepada 390.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang terlaksana dalam tiga tahap penyaluran pada bulan Agustus, Oktober, dan Desember 2024.
Selain penyaluran bantuan pangan, Bulog Sumbar juga menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini merupakan upaya strategis untuk memastikan kestabilan harga beras di pasaran dan menjamin ketersediaan beras yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Kami memiliki dua program utama yang berjalan secara paralel. Program bantuan pangan untuk membantu masyarakat kurang mampu dan program SPHP untuk menjaga stabilitas harga di pasaran. Kedua program ini saling melengkapi dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan di Sumbar," tegas Darma.
Langkah antisipatif ini dinilai penting untuk menghadapi potensi fluktuasi harga di pasar. Dengan ketersediaan stok yang memadai, Bulog Sumbar menegaskan kesiapannya dalam mengintervensi pasar bila terjadi gejolak harga yang dapat memberatkan masyarakat.
Melalui pengelolaan stok yang terencana dan distribusi yang terukur, Bulog Sumbar optimis dapat mempertahankan stabilitas pasokan dan harga beras selama periode awal tahun 2025, sekaligus menjamin terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat Sumbar. (red)
















