Sumbardaily.com – Era baru resmi dimulai di tubuh Les Bleus. Setelah berbulan-bulan menjadi nama yang paling sering disebut sebagai kandidat kuat, Zinedine Zidane akhirnya diumumkan sebagai pelatih Prancis. Legenda sepak bola Prancis tersebut dipercaya memimpin tim nasional dengan kontrak berdurasi empat tahun hingga berakhirnya Piala Dunia FIFA 2030.
Penunjukan Zidane sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai sosok yang akan meneruskan tongkat estafet dari Didier Deschamps. Mantan pelatih Les Bleus itu memilih mengundurkan diri setelah membawa Prancis menempati peringkat keempat pada Piala Dunia 2026.
Tugas yang kini berada di pundak Zidane tidaklah ringan. Deschamps meninggalkan warisan besar setelah mengantarkan Prancis meraih gelar juara dunia pada Piala Dunia 2018 di Rusia dan kembali membawa tim melaju hingga partai final pada edisi berikutnya di Qatar.
Kepercayaan yang diberikan kepada Zidane tidak lepas dari rekam jejaknya yang mengesankan, baik ketika masih aktif bermain maupun saat berkarier sebagai pelatih. Pada usia 54 tahun, mantan gelandang elegan tersebut dikenal sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah sepak bola Prancis.
Sebagai pemain, Zidane menjadi tokoh utama saat Les Bleus meraih gelar juara Piala Dunia 1998. Dalam pertandingan final, ia mencetak dua gol yang mengantarkan Prancis meraih bintang pertama di ajang paling bergengsi tersebut.
Delapan tahun berselang, Zidane dipercaya mengenakan ban kapten tim nasional pada Piala Dunia 2006. Sepanjang turnamen itu, ia tampil impresif ketika membawa Prancis melewati hadangan Spanyol, Brasil, dan Portugal hingga mencapai partai final.
Pada laga puncak melawan Italia, Zidane kembali menunjukkan kualitasnya melalui gol dari titik penalti dengan eksekusi Panenka yang kemudian menjadi salah satu momen paling ikonis dalam sejarah Piala Dunia. Namun, akhir perjalanan internasionalnya tidak berjalan sesuai harapan. Prancis harus mengakui keunggulan Italia melalui adu penalti setelah Zidane menerima kartu merah pada babak perpanjangan waktu.
Kesuksesan Zidane tidak berhenti ketika pensiun sebagai pemain. Ia kemudian memulai perjalanan di dunia kepelatihan sebagai asisten Carlo Ancelotti di Real Madrid sebelum dipercaya menangani Real Madrid Castilla.
Kariernya terus menanjak hingga akhirnya dipercaya membesut tim utama Real Madrid. Bersama klub berjuluk Los Merengues tersebut, Zidane mencatat sejarah dengan mempersembahkan tiga gelar Liga Champions secara beruntun pada 2016, 2017, dan 2018. Prestasi itu menjadi pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kompetisi tersebut.
Dalam meracik strategi, Zidane mengandalkan dua pendekatan permainan. Awalnya ia menerapkan formasi 4-3-3 yang diwarisi dari Carlo Ancelotti, sebelum kemudian mengembangkan skema 4-4-2 yang dinilai lebih seimbang sesuai kebutuhan tim.
Selama enam musim memimpin Real Madrid, Zidane berhasil mempersembahkan 11 trofi, termasuk dua gelar Piala Interkontinental FIFA. Catatan tersebut menempatkannya sebagai pelatih tersukses ketiga dalam sejarah klub, hanya berada di bawah Miguel Munoz yang mengoleksi 14 gelar dan Carlo Ancelotti dengan 15 trofi.
Prestasi individu juga melengkapi perjalanan kepelatihannya. Zidane dinobatkan sebagai Pelatih Pria Terbaik FIFA 2017, hanya 653 hari setelah pertama kali dipercaya menangani tim utama Real Madrid. Pencapaian tersebut menjadi rekor tersendiri dalam perjalanan kariernya sebagai pelatih.
Kini, dengan resmi menukangi tim nasional, Zidane menambah daftar mantan pemain skuad juara Piala Dunia 1998 yang dipercaya memimpin Les Bleus. Sebelumnya, tim nasional Prancis lebih dahulu ditangani Laurent Blanc pada periode 2010–2012, kemudian dilanjutkan oleh Didier Deschamps sepanjang 2012–2026.
Di bawah kepemimpinannya, Zidane akan menangani skuad yang dihuni sejumlah pemain berkualitas seperti Kylian Mbappe, Michael Olise, Ousmane Dembele, dan Desire Doue. Kehadiran para pemain tersebut membuat Prancis diperkirakan tetap menjadi salah satu kandidat kuat dalam persaingan berbagai gelar pada tahun-tahun mendatang.
Dengan pengalaman panjang sebagai pemain kelas dunia dan pelatih yang sarat prestasi, penunjukan Zinedine Zidane sebagai pelatih Prancis menjadi awal babak baru bagi Les Bleus. Tantangan berikutnya adalah meneruskan fondasi yang telah dibangun Didier Deschamps sekaligus membawa tim nasional Prancis kembali bersaing di level tertinggi sepak bola dunia. (*)
















