Sumbardaily.com, Limapuluh Kota - Seorang warga mengalami musibah tersengat listrik saat melakukan persiapan pesta pernikahan di kawasan Situjuah Tungkar, Jorong Sialang, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (12/4) sore.
Kejadian ini langsung ditangani oleh tim dari Pos SAR 50 Kota yang bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Berdasarkan laporan Kantor SAR Kelas A Padang, kejadian bermula saat korban sedang memasang tenda pelaminan sekitar pukul 16.00 WIB.
Informasi kejadian diterima dari seorang warga bernama Delfitra melalui sambungan telepon sekitar pukul 16.44 WIB.
"Tim SAR langsung merespons laporan tersebut dan mengirimkan tim rescue dari Pos SAR 50 Kota pada pukul 16.55 WIB dengan mengerahkan lima personil," kata Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik melalui keterangan resminya.
Lokasi kejadian, katanya, berada di koordinat 0°18'59.77"S - 100°35'17.52"E, dengan jarak lurus sekitar 11,8 kilometer dan jarak darat 15 kilometer dari Pos Pencarian dan Pertolongan 50 Kota.
Lokasi tersebut diperkirakan membutuhkan waktu tempuh sekitar 45 menit, dengan arah 202 derajat menuju selatan dari pos.
"Tim SAR menggunakan berbagai peralatan pendukung operasi, di antaranya Rescue Car Double Cabin, peralatan evakuasi, peralatan mountaineering, peralatan medis, peralatan komunikasi, dan peralatan SAR lainnya untuk memastikan operasi pertolongan berjalan optimal," katanta.
Hingga laporan ini diturunkan, identitas korban belum disampaikan secara terperinci oleh pihak Kantor SAR Kelas A Padang. Status korban saat ini dicatat sebagai Dalam Penanganan (DP).
"Kejadian tersengat listrik ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan keamanan penggunaan peralatan listrik, terutama saat melakukan persiapan acara di ruang terbuka seperti pemasangan tenda pernikahan," katanya.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat dapat langsung menghubungi Kantor SAR Padang melalui nomor darurat nasional 115, telepon (0751) 484534, atau nomor seluler 0813-7700-0115.
"Informasi lebih lanjut terkait perkembangan insiden ini akan terus kami perbaharui," imbuhnya. (red)















