Update Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, Ini Penjelasan HPSL

Update Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik, Ini Penjelasan HPSL

Pembangunan konstruksi fly over Sitinjau Lauik. (Foto: Hutama Panorama Sitinjau Lauik)

Sumbardaily.com, Padang – PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) bersama Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar), dan sejumlah pemangku kepentingan menegaskan komitmen mempercepat realisasi proyek strategis nasional, yakni pembangunan Fly Over Panorama I atau yang lebih dikenal sebagai Fly Over Sitinjau Lauik I.

Proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) ini diharapkan menjadi jawaban atas persoalan transportasi dan keselamatan di jalur legendaris Sitinjau Lauik, yang selama ini kerap memakan korban kecelakaan akibat kondisi jalan ekstrem.

Koordinasi Lintas Lembaga

Direktur PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik, Michael A.P. Rumenser, menyatakan bahwa persiapan proyek berjalan sesuai rencana. “Sejumlah langkah percepatan terus dilakukan, terutama melalui kolaborasi erat dengan Pemprov Sumbar,” ujar Michael.

Komitmen tersebut diperkuat melalui rapat koordinasi percepatan pembangunan yang digelar pada Selasa (12/8/2025) di Kantor Gubernur Sumbar. Pertemuan ini dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sumbar, Novrial; Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Sumbar, Adhiyarsyah; Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Elsa Putra Friandi; serta pejabat terkait lainnya.

Dalam pertemuan itu disepakati bahwa Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebagai Panitia Pengadaan Tanah (P2T) akan mulai mengumumkan peta bidang dan daftar nominatif lahan pada Agustus 2025 secara bertahap. Target penyelesaian seluruh permasalahan tanah di kawasan proyek diupayakan tuntas pada Oktober 2025.

“Kerja sama erat BPJN Sumbar dengan BPN menjadi kunci penyelesaian lahan agar pembangunan bisa segera masuk tahap konstruksi,” lanjut Michael.

Jaminan Hukum dan Tata Kelola

Dari sisi kepastian hukum, HPSL bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar melaksanakan pendampingan hukum pada Rabu (13/8/2025). Langkah ini ditempuh untuk memastikan tata kelola proyek berlangsung transparan dan akuntabel, sekaligus mengantisipasi potensi sengketa hukum di masa depan.

Sehari kemudian, Kamis (14/8/2025), Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan fly over. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Hutama Karya, Koentjoro; Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi; dan Direktur Utama PT Hutama Karya Infrastruktur, Aji Prasetyanti.

Andre menegaskan optimismenya bahwa proyek ini dapat dirampungkan sesuai target. Ia juga mengajak masyarakat dan Pemprov Sumbar memberi dukungan penuh agar pembangunan berjalan lancar.

“Rampungnya proyek ini akan menjawab anggapan bahwa pembangunan di Sumbar berjalan lambat. Kami ingin membuktikan bahwa Sumbar mampu bergerak cepat, dan semoga fly over ini menjadi hadiah kemerdekaan bagi masyarakat,” ujar Andre.

Evaluasi Teknis dan Desain

Masih pada hari yang sama, tim Satgas Investasi dan KPBU Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR melakukan monitoring dan evaluasi (monev) lapangan. Tim ini dipimpin Herry Trisaputra Zuna, bersama KGS Saiful Anwar; Soebagiono; dan A. Pieter Michael B.

Hasil monev memastikan bahwa pengesahan desain Rencana Teknik Terperinci (RTT) akan tuntas dalam dua bulan ke depan, sebelum batas waktu 14 Oktober 2025.

Michael menambahkan bahwa saat ini pembangunan masih pada tahap awal. Sejumlah pekerjaan yang dilakukan meliputi perbaikan jalur eksisting, pembebasan lahan, penyelesaian desain, serta pembangunan kantor sementara proyek. Selain itu, uji coba pembuatan pondasi untuk Jembatan 3 dan Jembatan 4 juga sudah dimulai.

“Ini merupakan langkah krusial agar struktur fly over nantinya kokoh dan proses pembangunan berjalan sesuai standar,” kata Michael.

Target Oktober dan Rekayasa Lalu Lintas

Tahap persiapan diperkirakan selesai pada Oktober 2025 sebelum masuk ke fase konstruksi penuh. Karena sebagian pekerjaan dilakukan di jalan umum, HPSL menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk meminimalisasi kemacetan di jalur Sitinjau Lauik selama masa pembangunan.

Michael menegaskan, sosialisasi kepada masyarakat dan pengguna jalan akan digencarkan melalui berbagai media. “Kami berharap pengendara tetap berhati-hati saat melewati jalur Sitinjau Lauik selama pekerjaan berlangsung,” ujarnya.

Nilai Investasi dan Komposisi

Fly Over Sitinjau Lauik I merupakan proyek KPBU dengan investasi sebesar Rp 2,793 triliun. Masa konsesi proyek mencapai 12,5 tahun, terdiri dari 2,5 tahun masa konstruksi (termasuk persiapan) dan 10 tahun masa layanan.

Flyover sepanjang 2,78 kilometer ini akan memiliki empat jembatan utama. HPSL sebagai entitas pelaksana khusus proyek ini dibentuk oleh Hutama Karya dengan komposisi kepemilikan 55 persen, serta PT Hutama Karya Infrastruktur sebesar 45 persen.

Dengan dukungan induk perusahaan, HPSL bertekad menghadirkan standar terbaik di setiap tahap, mulai dari perencanaan, pembangunan, hingga operasional.

Momentum Kemerdekaan

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-80 Republik Indonesia, HPSL menggelar upacara bendera pada 17 Agustus 2025 di lokasi proyek Fly Over Panorama I. Acara diikuti seluruh tim, dilanjutkan dengan berbagai lomba untuk mempererat kebersamaan.

Mengusung tema nasional “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, momentum kemerdekaan ini menjadi simbol komitmen perusahaan dalam berkontribusi membangun negeri.

Michael menutup dengan menegaskan kembali tujuan utama proyek ini. “Flyover Sitinjau Lauik I dibangun untuk mengurangi angka kecelakaan yang sering terjadi di jalur ini. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan membuat perjalanan lebih aman dan memperlancar arus logistik, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi Sumbar,” katanya. (red)

Baca Juga

Pemprov Sumbar Kebut Rekonstruksi Pascabencana, 10 Paket Proyek Sudah Berkontrak
Pemprov Sumbar Kebut Rekonstruksi Pascabencana, 10 Paket Proyek Sudah Berkontrak
UNP Pertahankan Predikat Sangat Baik dalam Survei Kepuasan Masyarakat Sepanjang 2025
UNP Pertahankan Predikat Sangat Baik dalam Survei Kepuasan Masyarakat Sepanjang 2025
Nenek 102 Tahun Hilang di Ladang Lubuk Basung Agam Ditemukan, Begini Kondisinya
Nenek 102 Tahun Hilang di Ladang Lubuk Basung Agam Ditemukan, Begini Kondisinya
Korban Dugaan Penyekapan di Myanmar Kini di Batam, Pemkab Agam Siapkan Pemulangan
Korban Dugaan Penyekapan di Myanmar Kini di Batam, Pemkab Agam Siapkan Pemulangan
Benteng VOC Pulau Cingkuak Pesisir Selatan Terancam Abrasi, BRIN Dorong Konservasi Berbasis Riset
Benteng VOC Pulau Cingkuak Pesisir Selatan Terancam Abrasi, BRIN Dorong Konservasi Berbasis Riset
Datang ke Kondangan, Pria 58 Tahun Diduga Curi HP Tamu di Nagari Paninjauan Tanah Datar
Datang ke Kondangan, Pria 58 Tahun Diduga Curi HP Tamu di Nagari Paninjauan Tanah Datar