Sumbardaily.com, Padang - Lembaga Pengkajian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Andalas (Unand) menggelar Layanan Paten Terpadu (Patent One Stop Service) sekaligus penyerahan sertifikat paten kepada 40 inventor dari Unand, Universitas Negeri Padang, dan Politeknik Negeri Padang.
Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi mengenai paten dan mendorong peningkatan permintaan paten di Sumatra Barat. Dalam acara yang berlangsung di Aula Sekolah Pascasarjana Kampus Limau Manis, Rabu (5/6/2024), para dosen mendapatkan pemahaman tentang pentingnya paten dalam penelitian dan inovasi, serta proses pendaftaran paten.
Mereka juga dilatih menyusun draf paten berkualitas sesuai standar Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham RI. Kepala Pelayanan Hukum dan HAM, Ruliana Pendah Harsiwi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan dan memperkuat edukasi mengenai paten.
Ia berharap 52 inventor yang hadir dapat menggali informasi lebih banyak terkait paten, sehingga hak paten dari riset yang dihasilkan dapat diberdayakan semaksimal mungkin.
Rektor Unand, Efa Yonnedi, merasa bangga dengan capaian paten dari tahun ke tahun. "Pendaftaran paten Universitas Andalas merupakan yang terbanyak pada tahun 2023," ujarnya.
Namun, ia menekankan tantangan yang harus dihadapi adalah mengubah paten menjadi produk komersial. "Ini juga menjadi tugas bersama untuk membangun ekosistem kreativitas yang bersahabat untuk mendorong Indonesia maju tahun 2045," tutur Efa.
Acara ditutup dengan asistensi dari DJKI Kementerian Hukum dan HAM kepada dosen dalam menyelesaikan aspek substantif paten yang diusulkan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses paten hingga berstatus granted di Unand. (red)
















