Sumbardaily.com - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kota Pariaman tahun 2026 dipastikan bakal berlangsung lebih semarak.
Pemerintah Kota Pariaman menghadirkan ulama kondang nasional, Datuk Seri Ulama Setia Negara, Tuan Guru Prof. Abdul Somad atau UAS, untuk mengisi tabligh akbar pada puncak rangkaian peringatan hari jadi kota tersebut.
Kepastian itu disampaikan langsung Wali Kota Pariaman, Yota Balad, usai bertemu dengan Abdul Somad di RUMAH OMAK, Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (7/5).
Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyerahkan undangan resmi Pemerintah Kota Pariaman kepada UAS agar hadir memberikan tausyiah agama dalam agenda puncak HUT Kota Pariaman ke-24.
“Tujuan pertemuan ini adalah penyampaian undangan resmi dari Pemerintah Kota Pariaman kepada UAS untuk hadir memberikan tausyiah agama. Kehadiran ulama kondang ini dijadwalkan menjadi puncak acara dalam rangkaian peringatan HUT Kota Pariaman yang ke-24,” ujar Yota Balad.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Pariaman ingin momentum pertambahan usia daerah tidak hanya diperingati melalui kegiatan seremonial dan hiburan semata, tetapi juga diisi dengan kegiatan religius yang memberikan manfaat spiritual bagi masyarakat.
“Kami ingin momentum pertambahan usia Kota Pariaman tidak hanya dirayakan dengan kemeriahan fisik, tetapi juga dengan siraman rohani yang mampu memperkuat iman dan ukhuwah Islamiyah warga Kota Pariaman,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Yota Balad juga meminta masukan dan pandangan UAS terkait penguatan program unggulan Pemerintah Kota Pariaman, yakni Pariaman Risalah. Menurutnya, sejumlah ide dan saran telah diberikan UAS agar program tersebut dapat berjalan lebih optimal.
Selain membahas tabligh akbar, pertemuan itu juga menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan ulama dalam membangun masyarakat berbasis nilai keagamaan.
Diketahui, Kota Pariaman resmi menjadi daerah otonom pada 2 Juli 2002 berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2002. Memasuki usia ke-24 tahun, Pemerintah Kota Pariaman menilai pembangunan daerah terus mengalami perkembangan, baik dari sisi infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Yota Balad mengatakan, kehadiran UAS diperkirakan akan menarik antusiasme besar dari masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah segera mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis, termasuk pengamanan dan kesiapan lokasi acara.
“Dengan kepastian kehadiran UAS, kita akan segera mematangkan persiapan logistik dan pengamanan untuk menampung antusiasme warga yang diprediksi akan membanjiri lokasi acara,” ungkapnya.
Ia berharap tabligh akbar tersebut tidak hanya menjadi agenda keagamaan biasa, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata religi yang memperkuat citra Kota Pariaman sebagai daerah agamis dan berbudaya.
“Kegiatan tabligh akbar ini diharapkan menjadi magnet wisata religi sekaligus mempertegas identitas Kota Pariaman sebagai kota yang agamis dan berbudaya,” lanjutnya.
Sementara itu, UAS menyambut baik undangan Pemerintah Kota Pariaman. Ia mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang tetap menempatkan nilai-nilai agama sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.
“Alhamdulillah, kunjungan ini adalah simbol bahwa pemimpin tidak boleh lepas dari ulama, dan pembangunan tidak boleh lepas dari nilai-nilai agama,” ujar UAS.
UAS juga memastikan kesediaannya untuk hadir pada puncak peringatan HUT Kota Pariaman mendatang. Bahkan, ia menyebut agenda tersebut sekaligus direncanakan menjadi momentum peluncuran program Pariaman Risalah.
“Wali Kota Pariaman menyampaikan undangan agar saya hadir langsung pada puncak peringatan HUT Kota Pariaman nanti. Insya Allah, kita akan hadir di sana. Kita juga telah berencana untuk sekaligus launching Pariaman Risalah, salah satu program unggulan Walikota Pariaman yang sangat baik diterapkan dan menjadi contoh bagi daerah lain,” katanya.
UAS turut menyampaikan doa dan harapannya bagi Kota Pariaman yang kini memasuki usia 24 tahun sebagai daerah otonom. Menurutnya, usia tersebut merupakan fase produktif bagi sebuah kota untuk terus berkembang dan maju.
“Usia 24 tahun bagi sebuah kota otonom adalah usia pemuda yang sedang kuat-kuatnya. Saya mendoakan, di bawah kepemimpinan Bapak Yota Balad, Pariaman semakin jaya. Ekonominya bangkit melalui pariwisata yang berkah, infrastrukturnya merata sampai ke pelosok desa, dan masyarakatnya tetap memegang teguh Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” tutupnya.(*)
















