Sumbardaily.com, Padang – Menghadapi periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah melakukan serangkaian persiapan komprehensif untuk menjamin ketersediaan bahan pokok strategis dan menstabilkan harga.
Rapat High Level Meeting yang digelar di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang pada Senin (9/12/2024) menjadi momen penting dalam upaya antisipasi lonjakan kebutuhan pangan dan potensi gejolak ekonomi.
Rapat dipimpin Asisten Perekonomian Kota Padang, Didi Aryasdi, dengan menghadirkan sejumlah pimpinan instansi dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Penjabat (Pj) Wali Kota Padang, Andree H Algamar, menekankan pentingnya kesiapan pemerintah dalam menghadapi lonjakan permintaan selama musim liburan.
"Kota Padang akan banyak didatangi wisatawan pada akhir tahun, sehingga kami telah memastikan ketersediaan bahan pokok strategis dan stabilitas harga," jelasnya.
Andree mengungkapkan bahwa pihaknya telah berhasil menjaga stabilitas ekonomi setelah melewati periode deflasi selama tiga bulan terakhir. Namun, Ia tetap mengingatkan jajarannya untuk senantiasa waspada terhadap potensi perubahan harga dan kelangkaan barang.
Salah satunya potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi akan terjadi pada masa arus mudik Nataru. Hal ini menjadi perhatian serius dalam rencana distribusi pangan dan logistik.
"BMKG memperkirakan potensi bencana hidrometeorologi terjadi bersamaan pada arus mudik Nataru. Ini tentu menjadi perhatian serius kita semua," ungkapnya.
Dalam rapat tersebut, berbagai tantangan ekonomi turut dibahas secara mendalam. Salah satunya disampaikan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Irfan Sukarna, yang memaparkan potensi perlambatan ekonomi global.
"Beberapa faktor seperti pertumbuhan ekonomi yang melambat dan penguatan dolar AS berpotensi memengaruhi perekonomian," ujar Irfan.
Ia menggarisbawahi posisi ekspor Sumatera Barat yang masih bergantung pada pasar India, namun tetap memerlukan kewaspadaan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang, Alfianto, memberikan rekomendasi konkret untuk mengatasi keterbatasan pasokan pangan lokal.
"Kami mendorong peningkatan upaya nyata dalam penyediaan pasokan pangan dari luar kota dan mempersingkat jalur distribusi hingga ke konsumen akhir," paparnya. (red)















