Sumbardaily.com, Padang – Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman meninjau langsung kondisi harga kebutuhan pokok di Pasar Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (16/9/2025). Kunjungan kerja tersebut bertujuan memastikan stabilitas harga pangan di tingkat daerah sekaligus menegaskan sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kota dalam menjaga inflasi tetap terkendali.
Amran datang bersama Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah dan Wali Kota Padang Fadly Amran. Mereka berkeliling ke sejumlah lapak pedagang untuk memantau harga sekaligus berdialog dengan masyarakat mengenai ketersediaan pasokan bahan pokok.
“Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur Mahyeldi dan Wali Kota Padang Fadly Amran. Berdasarkan laporan, harga pangan di pasar mulai turun, dan operasi pasar sudah berjalan masif hingga ke tingkat bawah,” ujar Amran.
Inflasi Menurun
Amran menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan adanya penurunan inflasi. Ia menyebut, inflasi yang sebelumnya berada pada angka 2,7 persen kini turun menjadi 2,31 persen. Menurutnya, tren ini menjadi bukti bahwa langkah-langkah pemerintah dalam mengendalikan harga sudah memberikan dampak positif.
“Komoditas penyumbang inflasi relatif stabil. Ini menandakan intervensi yang dilakukan pemerintah, baik pusat maupun daerah, berjalan efektif,” jelasnya.
Amran memastikan operasi pasar akan terus digelar hingga akhir tahun. Bahkan, jika diperlukan, kegiatan tersebut bakal diperpanjang hingga awal tahun depan untuk menjaga kestabilan harga.
Stok Nasional Aman
Amran juga menekankan bahwa ketersediaan pangan secara nasional dalam kondisi aman. Ia menyebut stok beras masih lebih dari satu juta ton, sementara yang tersalurkan baru sekitar 100.000 hingga 200.000 ton.
“Artinya, cadangan kita masih mencukupi. Kalau distribusi harian mencapai 10.000 ton pun, stok tetap aman,” tegas Amran.
Ia menambahkan, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berjalan dengan baik. Distribusi beras melalui SPHP mencapai 6.000 hingga 7.000 ton per hari di seluruh Indonesia.
“SPHP ini hasilnya cukup bagus. Pasokan tinggi tidak masalah karena stok kita berlimpah. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” ujarnya.
Langkah Pemko Padang
Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menjelaskan bahwa pemerintah kota telah berupaya keras menjaga kestabilan harga, khususnya untuk beras, melalui distribusi SPHP.
“Pasokan beras SPHP sangat membantu. Harganya terjangkau dan penjualannya lancar. Selain itu, kami juga menggelar pasar murah yang mendapat sambutan positif dari masyarakat,” kata Fadly.
Menurutnya, pasar murah menjadi salah satu strategi efektif dalam membantu warga sekaligus menekan potensi kenaikan harga menjelang akhir tahun.
Kehadiran Menteri Pertanian diharapkan memberi dukungan lebih kuat dari pemerintah pusat agar langkah-langkah pengendalian harga di daerah bisa berjalan lebih optimal.
Amran menegaskan, kerja sama lintas pemerintah menjadi kunci dalam memastikan stabilitas harga pangan tetap terjaga.
“Ini kerja kolektif. Pemerintah pusat tidak bisa sendiri, begitu juga daerah. Kita harus terus berkolaborasi agar masyarakat tidak terbebani,” ucapnya.
Dengan stok yang cukup, program SPHP yang berjalan efektif, serta operasi pasar yang masif, Amran optimistis harga pangan di Indonesia, termasuk di Sumbar, dapat terkendali hingga tahun depan. (red)
















