Sumbardaily.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menebang tiga pohon yang berisiko tumbang di Jorong II Balai Ahad, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Senin (19/10/2026) sore. Langkah ini dilakukan setelah posisi pohon semakin condong ke badan jalan, sementara tanah yang menopang akarnya telah mengalami longsor.
Dikutip dari Diskominfo Agam, Selasa (20/10/2026), penebangan tersebut merupakan upaya pencegahan untuk menghindari risiko pohon tumbang secara tiba-tiba yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Penanganan dimulai sekitar pukul 15.00 WIB setelah BPBD Agam menerima laporan dari perangkat jorong, Kelompok Siaga Bencana (KSB), dan masyarakat setempat. Mereka melaporkan keberadaan sejumlah pohon yang kondisinya mengkhawatirkan karena berpotensi tumbang ke jalan.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, S.T., bersama Satuan Tugas Tim Reaksi Cepat (Satgas TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) mendatangi lokasi untuk melakukan penebangan.
Sebanyak tiga batang pohon ditangani dalam kegiatan tersebut. Proses penebangan berlangsung sekitar satu setengah jam sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan pohon tumbang yang dapat memicu kecelakaan maupun menimbulkan korban jiwa.
Kondisi pohon yang semakin miring menjadi perhatian karena tanah di sekitar bagian akarnya sudah mengalami longsor. Situasi tersebut membuat keberadaan pohon berisiko bagi orang-orang yang melintasi kawasan itu.
Apabila tidak segera ditangani, pohon-pohon tersebut berpotensi roboh ke badan jalan. Ancaman itu tidak hanya membahayakan pengendara kendaraan bermotor, tetapi juga pejalan kaki yang melintas di sekitar lokasi.
Abdul Ghafur menegaskan, penebangan dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat pohon tumbang. Menurut dia, kondisi pohon yang semakin condong ke jalan serta tanah penahan akar yang longsor menjadi alasan utama petugas melakukan penanganan.
“Penebangan ini kami lakukan sebagai langkah antisipasi karena posisi pohon sudah terlalu condong ke jalan dan tanah penahan akarnya telah longsor. Jika dibiarkan, pohon tersebut berpotensi tumbang dan membahayakan pengendara maupun pejalan kaki yang melintas,” ujar Abdul Ghafur.
Ia menjelaskan, penanganan terhadap pohon yang berisiko tumbang perlu dilakukan sebelum kondisi tersebut menimbulkan bahaya bagi masyarakat. Dalam kejadian di Jorong II Balai Ahad itu, laporan warga dan unsur setempat menjadi dasar bagi BPBD Agam untuk segera turun ke lapangan.
Selain melakukan penanganan terhadap tiga pohon tersebut, Abdul Ghafur juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan pohon yang terlihat rawan tumbang, terutama jika posisinya mengarah ke jalan atau berada di kawasan dengan tanah yang tidak stabil.
Pelaporan juga diperlukan apabila warga menemukan kondisi lingkungan lain yang berpotensi menimbulkan bahaya. Dengan adanya informasi lebih awal, pihak terkait dapat menindaklanjuti kondisi tersebut sebelum menimbulkan risiko bagi masyarakat.
Penebangan tiga pohon di Jorong II Balai Ahad menjadi langkah antisipasi BPBD Agam setelah menerima laporan mengenai kondisi pohon dan tanah di sekitarnya. Penanganan itu ditujukan untuk mengurangi potensi bahaya bagi pengendara maupun pejalan kaki yang beraktivitas di kawasan tersebut. (*)
















