Sumbardaily.com, Padang – Kehadiran ruang terbuka hijau di tengah kawasan perkotaan kembali diperkuat Pemerintah Kota Padang. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemko Padang resmi mengoperasikan dua taman kota baru yang dirancang sebagai ruang rekreasi sekaligus oase hijau bagi masyarakat, yakni Taman Rimbo Kaluang dan Taman Aliran Kenangan.
Kedua taman tersebut mulai dibuka untuk umum sejak 1 Januari 2026. Taman Rimbo Kaluang berlokasi di Kelurahan Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, sementara Taman Aliran Kenangan berada di Jalan Sutan Syahrir, Kecamatan Padang Selatan. Kehadiran dua fasilitas publik ini diharapkan mampu menghadirkan ruang interaksi sosial yang nyaman sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kota Padang.
Pembangunan Taman Rimbo Kaluang dan Taman Aliran Kenangan menjadi bagian dari komitmen Pemko Padang dalam memperbaiki estetika kota serta memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau. Kedua taman tersebut dirancang dengan konsep yang mengutamakan kenyamanan, keasrian, dan kesejukan, sehingga dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan masyarakat.
Kepala Bidang Pertamanan (P2LH) DLH Kota Padang, Chandra, menjelaskan bahwa kualitas pembangunan taman kali ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan proyek serupa sebelumnya. Hal tersebut terlihat dari penataan ruang, luas area, serta fasilitas yang disiapkan untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
Taman Rimbo Kaluang memiliki luas sekitar 1.645 meter persegi. Sementara itu, Taman Aliran Kenangan memiliki area yang lebih luas, mencapai 2.600 meter persegi. Dengan luasan tersebut, kedua taman diharapkan mampu menjadi ruang publik yang representatif dan mampu menampung aktivitas warga secara optimal.
Chandra menegaskan bahwa keberadaan taman kota tidak hanya sebatas penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga harus didukung oleh pengelolaan yang baik, khususnya dari sisi kebersihan. Menurut dia, kebersihan menjadi faktor utama agar taman dapat terus diminati dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
“Kalau taman kita sudah terawat dengan bagus, pengunjung akan lebih banyak lagi yang ke taman kita ini, melihat kerapian, keindahan, dan hawa di taman ini oksigennya pun juga enak juga kita nikmati,” kata Chandra, Senin (12/1/2026).
Untuk menjaga kondisi tersebut, DLH Kota Padang telah menyiagakan petugas kebersihan yang bekerja secara intensif setiap hari. Kebersihan taman menjadi prioritas utama sesuai arahan pimpinan, agar kualitas taman dapat terus terjaga dalam jangka panjang.
“Jadi memang kami itu perintah dari pimpinan, harus kita jaga semaksimal mungkin taman ini supaya lebih indah lagi ke depannya,” ujar Chandra.
Pengelolaan kebersihan di Taman Rimbo Kaluang dan Taman Aliran Kenangan dilakukan melalui sistem tiga shift kerja. Skema ini diterapkan untuk memastikan kebersihan area taman tetap terkontrol sepanjang hari, mulai dari pagi hingga malam.
Shift pertama bertugas sejak pukul 06.00 hingga 14.00 WIB. Selanjutnya, petugas shift kedua bekerja hingga pukul 19.00 WIB. Sementara itu, shift ketiga bertugas hingga pukul 22.00 WIB malam untuk memastikan kondisi taman tetap bersih dan nyaman hingga jam operasional berakhir.
“Dengan sistem ini, kebersihan di Rimbo Kaluang maupun Alai Parak Kopi diharapkan selalu terkontrol,” ujar Chandra.
Selain memperhatikan aspek kebersihan, Pemko Padang juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dengan memberlakukan kebijakan parkir gratis di kedua taman tersebut. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk dukungan agar masyarakat dapat berkunjung tanpa terbebani biaya tambahan.
Chandra menyebutkan bahwa kebijakan parkir gratis tersebut merupakan arahan langsung dari Wali Kota Padang. Untuk mendukung pelaksanaannya, DLH juga menjalin kerja sama dengan Dinas Perhubungan dalam pengaturan dan penertiban area parkir.
“Arahan juga dari pimpinan kita Pak Wali Kota untuk tidak ada pungutan parkir di sini. Kan sudah ada beberapa plang yang dipasang sama kawan-kawan Dishub untuk kalau parkir gratis,” jelas Chandra.
Lebih lanjut Chandra mengajak seluruh masyarakat Kota Padang untuk ikut berperan aktif dalam menjaga dan merawat fasilitas publik yang telah disediakan pemerintah. Menurutnya, keberlanjutan fungsi taman kota sangat bergantung pada kesadaran bersama antara pemerintah dan masyarakat sebagai pengguna.
“Dengan ada taman kita seindah atau sebagus ini, kami minta dari DLH untuk kita rawat bersama-sama, maupun nanti dari masyarakat yang pengguna, yang pemakai taman kita ini,” tutupnya. (red)
















