Sulaman Kapalo Samek Tembus Eropa, Perajin Didorong Perluas Pasar

Sumbardaily.com – Sulaman Kapalo Samek dari Pasia Baru, Kabupaten Padang Pariaman, telah menembus panggung promosi internasional di Eropa. Pengalaman memperkenalkan kerajinan tradisional tersebut kini dibagikan kepada para perajin lokal agar mereka semakin berani mengembangkan karya, memperluas pemasaran, dan menangkap peluang usaha.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Padang Pariaman, Nita Christanti Azis, menyampaikan pengalaman itu saat temu ramah bersama pelaku UMKM Sulaman Kapalo Samek di Surau Lamun Ombak Dulu II, Korong Pasie Baru, Selasa (20/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi para perajin untuk mendengar langsung proses promosi Sulaman Kapalo Samek ke sejumlah negara Eropa. Pengalaman yang dibagikan tidak hanya berkaitan dengan upaya memperlihatkan hasil kerajinan kepada masyarakat luar negeri, tetapi juga tentang cara membangun komunikasi, membuka jaringan, mengenalkan nilai budaya, dan mencari peluang agar produk lokal memiliki nilai ekonomi lebih besar.

Para perajin selama ini menjadi penggerak utama dalam menjaga keberlangsungan Sulaman Kapalo Samek sebagai kerajinan khas Padang Pariaman. Karena itu, pengalaman promosi internasional dinilai penting untuk mendekatkan peluang pasar yang lebih luas dengan masyarakat yang memproduksi sulaman tersebut.

Kegiatan temu ramah itu sekaligus menjadi ruang berbagi mengenai proses panjang yang harus dilalui untuk memperkenalkan karya daerah di tengah beragam latar belakang masyarakat dan budaya.

Dalam pertemuan itu, Nita Christanti Azis memaparkan perjalanan promosi yang telah dilakukan hingga Sulaman Kapalo Samek mendapat kesempatan tampil di panggung internasional. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kerajinan tradisional yang dibuat dengan ketekunan tangan para perajin perempuan memiliki peluang untuk memperoleh perhatian pasar dunia.

Peluang itu perlu diikuti dengan promosi yang berkelanjutan, kreativitas dalam mengembangkan produk, serta keberanian untuk membangun jejaring.

Sulaman Kapalo Samek Dibawa ke Belgia, Belanda, dan Prancis

Langkah memperkenalkan Sulaman Kapalo Samek ke luar negeri dilakukan melalui sejumlah kegiatan. Pada awal Oktober 2026, sulaman khas Pasia Baru tampil dalam ajang Indonesia Creative Week Belgium (ICWB) 2026 di Antwerp dan Brussels, Belgia. Dalam kegiatan tersebut, promosi Sulaman Kapalo Samek dilakukan melalui kolaborasi dengan desainer nasional Itang Yunasz.

Keikutsertaan dalam ICWB 2026 menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kerajinan Padang Pariaman kepada masyarakat internasional. Melalui ajang tersebut, Sulaman Kapalo Samek mendapat ruang untuk ditampilkan dalam kegiatan yang membawa karya kreatif Indonesia ke Eropa. Kolaborasi dengan desainer nasional juga menjadi salah satu langkah dalam memperluas pengenalan terhadap sulaman tradisional dari Pasia Baru.

Perjalanan promosi kemudian berlanjut ke Belanda. Karya Sulaman Kapalo Samek diserahkan kepada perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag dan Wereld Museum Rotterdam. Penyerahan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas pengenalan warisan budaya Padang Pariaman kepada masyarakat internasional.

Promosi juga menjangkau Prancis melalui kunjungan ke KBRI Paris. Kunjungan itu dilakukan untuk menjajaki peluang memperkenalkan Sulaman Kapalo Samek dalam berbagai kegiatan dan pameran wastra. Rangkaian kegiatan di Belgia, Belanda, dan Prancis tersebut menjadi bagian dari langkah memperluas jangkauan promosi kerajinan khas Padang Pariaman di Eropa.

Upaya membawa produk daerah ke panggung internasional tidak berhenti pada menampilkan bentuk dan keindahan karya. Promosi juga memerlukan komunikasi, perluasan jejaring, serta kemampuan memperkenalkan cerita dan nilai budaya yang melekat pada setiap helai sulaman. Dengan demikian, masyarakat yang melihat produk tersebut tidak hanya mengenal hasil kerajinannya, tetapi juga warisan budaya yang menyertainya.

Bagi perajin Sulaman Kapalo Samek, rangkaian perjalanan itu menjadi pembelajaran bahwa karya yang selama ini dihasilkan di lingkungan sendiri memiliki peluang untuk diapresiasi oleh masyarakat dari negara dan latar budaya berbeda. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan keberanian untuk terus berkarya sekaligus melihat pemasaran sebagai bagian penting dari pengembangan usaha.

Perajin Didorong Meningkatkan Mutu dan Mengembangkan Desain

Dalam temu ramah di Korong Pasie Baru, Nita Christanti Azis mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya berfokus pada kemampuan menghasilkan sulaman yang indah. Para perajin juga didorong untuk meningkatkan kualitas produk, menjaga konsistensi hasil, mengembangkan desain, serta berani mengikuti kesempatan promosi dan pemasaran.

"Kualitas dan konsistensi menjadi bagian penting dalam upaya memperluas pasar. Karya yang baik perlu disertai upaya menjaga mutu produk secara berkelanjutan, sementara pengembangan desain dapat membuka ruang bagi sulaman tradisional untuk menjangkau kebutuhan pasar yang lebih beragam," ujarnya dikutip Kamis (22/10/2026).

Para perajin juga perlu memanfaatkan kesempatan promosi agar produk yang mereka hasilkan dapat dikenal oleh calon pembeli di luar lingkungan pemasaran yang selama ini dijangkau.

Dorongan tersebut berkaitan dengan upaya menjaga Sulaman Kapalo Samek agar tetap hidup sebagai warisan budaya sekaligus berkembang sebagai produk unggulan daerah. Pelestarian kerajinan tidak cukup dilakukan dengan mempertahankan keterampilan yang diwariskan dari generasi sebelumnya.

Kerajinan tersebut juga perlu dikembangkan agar mampu mendukung perekonomian keluarga, membuka peluang usaha, dan menarik minat generasi muda untuk meneruskan keterampilan menyulam.

Peningkatan kesejahteraan perajin menjadi salah satu hal yang ingin didorong seiring dengan upaya pelestarian. Sulaman Kapalo Samek memiliki nilai budaya yang perlu dijaga, tetapi keterampilan dan waktu yang dicurahkan para perajin juga perlu memperoleh dukungan melalui peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan pengembangan produk dan pemasaran yang lebih luas, kerajinan tradisional diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat yang menjaganya.

Pengalaman promosi ke luar negeri yang dibagikan dalam pertemuan itu diharapkan menambah optimisme para pelaku UMKM. Perjalanan Sulaman Kapalo Samek ke Eropa memperlihatkan bahwa keterbatasan jangkauan pemasaran bukan berarti karya daerah tidak memiliki kesempatan untuk berkembang. Upaya memperluas pasar tetap membutuhkan mutu yang terjaga, kerja sama, kreativitas, dan keberanian mengambil peluang yang tersedia.

Raih Juara I KriyaNusa 2026 dan Kontrak Produksi Rp 400 Juta

Peluang Sulaman Kapalo Samek untuk memperluas pasar turut didukung prestasi di tingkat nasional. Pada KriyaNusa 2026, kerajinan unggulan Kabupaten Padang Pariaman tersebut meraih Juara I dalam kategori tekstil sulam. Capaian ini menjadi pengakuan terhadap kualitas karya para perajin sekaligus modal untuk memperkuat promosi ke pasar yang lebih besar.

Prestasi tersebut menjadi salah satu capaian yang memperlihatkan potensi kerajinan khas Padang Pariaman. Penghargaan di tingkat nasional dapat menjadi bagian dari pengenalan terhadap mutu Sulaman Kapalo Samek, sementara upaya promosi ke luar negeri membuka ruang untuk memperkenalkan produk itu kepada masyarakat internasional. Kedua hal tersebut berkaitan dengan upaya memperluas pengenalan dan peluang pemasaran kerajinan daerah.

Peluang bisnis juga terbuka melalui Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Pada 17 Oktober 2026, Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman mencapai kesepakatan kontrak produksi Sulaman Kapalo Samek dengan PT Miumosa Artha Mandiri senilai USD 22.000 atau sekitar Rp 400 juta.

Kesepakatan tersebut membuka peluang pengembangan sulaman tradisional menjadi produk fesyen modern dengan jangkauan pasar yang lebih luas, termasuk Eropa. Kerja sama produksi itu juga memperlihatkan bahwa promosi kerajinan dapat berjalan beriringan dengan upaya membangun hubungan bisnis. Produk yang berangkat dari keterampilan tradisional memiliki peluang untuk dikembangkan sesuai kebutuhan pasar tanpa meninggalkan identitas budaya yang melekat padanya.

Bagi para perajin, terbukanya peluang produksi dan pemasaran menjadi hal penting karena di balik setiap produk Sulaman Kapalo Samek terdapat keterampilan, ketekunan, dan harapan untuk memperoleh manfaat ekonomi. Dukungan terhadap para perajin dibutuhkan agar peluang yang terbuka melalui promosi dan kerja sama dapat mendorong keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.

Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman melalui kegiatan temu ramah tersebut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Dekranasda, dan pelaku UMKM dalam menjaga keberlangsungan kerajinan khas daerah. Pengalaman promosi internasional diharapkan menjadi pemantik bagi perajin untuk terus meningkatkan kualitas karya dan memperluas pemasaran, seiring dengan upaya mempertahankan Sulaman Kapalo Samek sebagai identitas budaya Padang Pariaman. (*)

Baca Juga

Bukan Sekadar Kerajinan, Sulaman Kapalo Samek Jadi Peluang Ekonomi Perempuan Padang Pariaman
Bukan Sekadar Kerajinan, Sulaman Kapalo Samek Jadi Peluang Ekonomi Perempuan Padang Pariaman
Sulaman Kapalo Samek Padang Pariaman Tembus Pasar Internasional, Kontrak Rp 400 Juta
Sulaman Kapalo Samek Padang Pariaman Tembus Pasar Internasional, Kontrak Rp 400 Juta
KBRI Paris Sambut Promosi Sulam Kapalo Samek, Kerajinan Minangkabau Siap Mendunia
KBRI Paris Sambut Promosi Sulam Kapalo Samek, Kerajinan Minangkabau Siap Mendunia
Selendang Kapalo Samek dan Kampia Siriah Masuk Nominasi Kriyanusa 2026
Selendang Kapalo Samek dan Kampia Siriah Masuk Nominasi Kriyanusa 2026
Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru Padang Pariaman Didorong Tembus Pasar Nasional hingga Dunia
Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru Padang Pariaman Didorong Tembus Pasar Nasional hingga Dunia
Pasca-Bencana, UMKM Padang Pariaman Didorong Bangkit Lewat Adcamp Skill Up Lap
Pasca-Bencana, UMKM Padang Pariaman Didorong Bangkit Lewat Adcamp Skill Up Lap