Rang Mudo Fest 2026 Digelar 30-31 Oktober di Pasaman Barat, Persiapan Capai 80 Persen

Rang Mudo Fest 2026 Digelar 30-31 Oktober di Pasaman Barat, Persiapan Capai 80 Persen

Rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (21/10/2026). (Foto: Pemkab Pasbar)

Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang puncak Rang Mudo Fest 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 30-31 Oktober 2026.

Pengamanan, rekayasa lalu lintas, kebersihan, hingga kesiapan pertunjukan seni budaya dan ekonomi kreatif menjadi sejumlah hal yang dibahas untuk menyukseskan agenda tersebut.

Persiapan itu dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (21/10/2026).

Rapat dimoderatori Kepala Dinas Pariwisata Pasaman Barat, Sukarni, serta dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, penyelenggara kegiatan atau event organizer (EO), dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Henry, mengatakan Rang Mudo Fest telah berjalan sejak Juli 2026 melalui rangkaian kegiatan Road to Rang Mudo Fest. Hingga saat ini, sekitar sembilan kali pertunjukan telah diselenggarakan. Berdasarkan pemantauan, pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan sesuai dengan rencana.

“Alhamdulillah, kegiatan yang telah dilaksanakan berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Antusiasme masyarakat cukup tinggi, baik yang datang untuk menonton maupun yang terlibat sebagai pengisi acara. Rang Mudo Fest menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat dan kreativitasnya,” ujarnya, Kamis (22/10/2026).

Sementara itu, pihak penyelenggara menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah memberikan kepercayaan kepada komunitas dan EO lokal untuk terlibat dalam pelaksanaan kegiatan mingguan Road to Rang Mudo Fest. Kepercayaan tersebut menjadi bagian dari keterlibatan pelaku lokal dalam rangkaian acara yang berlangsung sejak Juli lalu.

Penyelenggara juga melaporkan bahwa persiapan malam puncak telah mencapai sekitar 80 persen. Tahapan yang telah dilakukan meliputi pematangan konsep acara serta kesiapan teknis untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pada akhir Oktober mendatang.

Puncak Rang Mudo Fest 2026 akan menghadirkan sejumlah agenda, mulai dari pameran ekonomi kreatif, pertunjukan seni dan budaya, lomba fotografi, fashion show, hingga penampilan marching band. Berbagai kompetisi lainnya juga akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.

Henry menegaskan koordinasi antarsektor perlu terus diperkuat agar seluruh agenda dapat terlaksana dengan lancar. Menurutnya, perhatian tidak hanya diberikan pada pertunjukan malam puncak, tetapi juga pada aspek teknis dan kegiatan pendukung yang melibatkan banyak pihak.

“Hal-hal yang menjadi catatan dalam rapat persiapan ini perlu kita tindak lanjuti bersama. Selain malam puncak, seluruh rangkaian kegiatan, seperti lomba, fashion show, marching band, dan kompetisi lainnya, juga harus dimaksimalkan,” ungkapnya.

Sejumlah hal yang menjadi perhatian dalam rapat tersebut meliputi pengaturan dan rekayasa lalu lintas, pengamanan selama acara berlangsung, serta penanganan kebersihan setelah seluruh kegiatan selesai. Koordinasi diperlukan agar penyelenggaraan acara dapat berjalan tertib sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Menutup rapat, Kepala Dinas Pariwisata Pasaman Barat, Sukarni, berharap seluruh catatan dan masukan yang disampaikan peserta segera ditindaklanjuti oleh OPD dan pihak terkait sesuai dengan tugas serta tanggung jawab masing-masing.

Ia menegaskan kesiapan seluruh unsur dan koordinasi yang baik menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran Rang Mudo Fest 2026. Terlebih, malam puncak kegiatan tersebut diperkirakan akan menarik ribuan pengunjung.

Selain menghadirkan artis ibu kota, acara itu juga akan dimeriahkan hiburan dari pelaku seni lokal. Perpaduan pertunjukan tersebut diharapkan menjadi bagian dari rangkaian puncak Rang Mudo Fest 2026 yang menggabungkan kegiatan seni budaya, kreativitas generasi muda, dan ekonomi kreatif di Kabupaten Pasaman Barat. (*)

Baca Juga

Hari Terakhir Pilwana Badunsanak di Kinali Pasaman Barat, Pelantikan Dijadwalkan November
Hari Terakhir Pilwana Badunsanak di Kinali Pasaman Barat, Pelantikan Dijadwalkan November
Tanah Longsor Bikin Pohon Miring ke Jalan di Agam, BPBD Lakukan Penebangan
Tanah Longsor Bikin Pohon Miring ke Jalan di Agam, BPBD Lakukan Penebangan
Karhutla Picu Kabut Asap di Padang, Aktivitas Warga Berlangsung di Tengah Polusi Udara
Karhutla Picu Kabut Asap di Padang, Aktivitas Warga Berlangsung di Tengah Polusi Udara
Pemulihan Pascabencana Padang Pariaman, Pemerintah Diminta Dengarkan Suara Anak
Pemulihan Pascabencana Padang Pariaman, Pemerintah Diminta Dengarkan Suara Anak
Pascabencana, 638 UMKM di Sumbar Diperkuat agar Produksi dan Akses Modal Meningkat
Pascabencana, 638 UMKM di Sumbar Diperkuat agar Produksi dan Akses Modal Meningkat
Kisah Unik di Balik Nama Ombak Macaronis Mentawai, Berawal dari Bekal Makaroni
Kisah Unik di Balik Nama Ombak Macaronis Mentawai, Berawal dari Bekal Makaroni