Sumbardaily.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Pemerintah Kota (Pemko) Padang memastikan kondisi stok pangan di Kota Padang berada dalam situasi aman dan terkendali. Langkah cepat pemerintah daerah dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok agar masyarakat tidak terbebani lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan.
Upaya pengendalian harga pangan tersebut dibahas dalam Rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Kediaman Resmi Wali Kota Padang pada Kamis (7/5/2026).
Pertemuan strategis itu dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir.
Fokus utama rapat tersebut adalah menjaga stabilitas psikologi pasar agar tidak muncul kepanikan di tengah masyarakat yang berpotensi memicu kenaikan harga bahan pokok secara sepihak.
Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Iqbal Ramadi Payana menyampaikan kabar positif terkait kondisi pangan di Kota Padang. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 12 komoditas pangan utama saat ini berada dalam kondisi surplus atau memiliki pasokan berlebih.
“Cadangan beras kita bahkan mampu bertahan hingga tiga bulan ke depan. Secara umum kondisi pangan kita sangat aman,” ungkap Iqbal Ramadi Payana.
Ketersediaan stok pangan yang memadai tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Idul Adha 2026. Kondisi surplus juga diharapkan mampu menekan potensi lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan masyarakat.
Meski stok pangan utama dipastikan aman, pemerintah tetap memberikan perhatian khusus terhadap komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang. Dua komoditas tersebut dinilai memiliki tingkat ketahanan stok yang relatif rendah sehingga memerlukan pengawasan lebih intensif.
Pengawasan harian terhadap distribusi dan ketersediaan cabai serta bawang dilakukan untuk mencegah terjadinya kelangkaan di pasar yang dapat memicu kenaikan harga secara signifikan.
Untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan tetap terjaga, TPID Kota Padang bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar telah menyiapkan enam langkah konkret.
Langkah pertama yakni mengandalkan laporan harian dari 38 petugas lapangan yang tersebar di 19 kabupaten dan kota di Sumbar. Laporan tersebut digunakan untuk memantau neraca pangan secara akurat dan real time.
Strategi berikutnya adalah melakukan distribusi stok dari daerah yang mengalami kelebihan pasokan menuju wilayah yang mengalami kekurangan, terutama untuk komoditas cabai dan bawang.
Pemerintah juga mengoperasikan lima unit mobil Toko Tani Indonesia Center (TTIC) guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di sejumlah lokasi strategis. Program ini diharapkan mampu membantu warga memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terkendali.
Selain itu, pemerintah mempercepat alokasi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) serta memperkuat infrastruktur pendingin atau cold chain guna menjaga kualitas dan ketahanan stok pangan.
Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat melalui rapat rutin bulanan yang melibatkan Bulog, Bank Indonesia, hingga pihak swasta. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi pasar tetap terkendali hingga Idul Adha 2026.
Tak hanya fokus pada distribusi dan stok pangan, pengawasan di lapangan juga diperketat untuk mengantisipasi adanya spekulan yang memainkan harga bahan pokok demi keuntungan pribadi.
Di sisi lain, pemerintah mulai mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan memanfaatkan pangan lokal sebagai alternatif sumber karbohidrat selain beras.
Warga didorong untuk mengonsumsi bahan pangan seperti sagu dan keladi yang dinilai memiliki potensi besar serta lebih beragam secara nutrisi.
Iqbal Ramadi Payana berharap seluruh strategi pengendalian pangan tersebut dapat berjalan selaras antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah kota sehingga stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga sampai Hari Raya Idul Adha.
“Saat ini tingkat inflasi Sumbar sudah sangat baik di bawah 1,95%. Kita harus jaga prestasi ini tetap stabil hingga hari raya nanti,” tutupnya optimistis.
Dengan stok pangan yang melimpah dan berbagai langkah pengendalian yang telah disiapkan, Pemko Padang berharap masyarakat dapat menjalani Idul Adha 2026 dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga bahan pokok di pasaran. (*)
















