Sumbardaily.com, Padang – Manajemen Semen Padang FC memastikan bahwa sanksi registration ban dari FIFA yang tengah membelit klub akan segera diselesaikan. Larangan pendaftaran pemain baru ini muncul akibat sengketa kompensasi dengan mantan pemain asing mereka, Bruno Dybal.
CEO Semen Padang FC, Win Bernadino, menyatakan bahwa penyelesaian administratif atas masalah tersebut sedang berlangsung dan akan dituntaskan sebelum jendela transfer pemain Liga 1 musim 2025/2026 dibuka.
"Permasalahan terkait registration ban FIFA akibat kompensasi pemain yang dilepas pada putaran pertama akan kami selesaikan sesuai jadwal yang telah kami tetapkan. Hal ini kami pastikan rampung menjelang dibukanya pendaftaran pemain baru," ujar Win, Kamis (12/6/2025).
Menurut Win, proses penyelesaian sempat tertunda karena adanya sejumlah hari libur nasional pada akhir Mei hingga awal Juni. Meski begitu, ia menegaskan bahwa keterlambatan ini tidak akan mengganggu persiapan tim menghadapi musim kompetisi mendatang.
"Proses administrasi sedikit terkendala oleh banyaknya hari libur nasional, yang menyebabkan efisiensi waktu penanganan dokumen berkurang. Namun, hal ini tidak akan berdampak pada persiapan tim, sehingga publik dan suporter tidak perlu khawatir," kata dia.
Sanksi FIFA berupa larangan mendaftarkan pemain baru ini mulai berlaku sejak 9 Juni 2025. Dalam surat resmi dari FIFA, Semen Padang FC dijatuhi larangan selama tiga periode jendela transfer. Meski masih diperbolehkan merekrut pemain, klub tidak dapat mendaftarkan nama-nama tersebut secara resmi ke dalam sistem PSSI hingga sanksi dicabut.
Sanksi ini berawal dari laporan Bruno Dybal ke FIFA terkait kompensasi yang belum diselesaikan oleh manajemen. Menyusul laporan tersebut, FIFA langsung menjatuhkan sanksi administratif sebagai bentuk tekanan agar klub memenuhi kewajiban finansial.
Dalam sistem regulasi FIFA, registration ban adalah bentuk sanksi yang diberikan kepada klub yang melanggar kewajiban finansial terhadap pemain atau klub lain. Nama-nama klub yang dijatuhi larangan ini kemudian dimasukkan ke dalam FIFA Registration Ban List, yang berfungsi sebagai acuan bagi asosiasi, klub, pemain, serta agen dalam proses transfer global. (red)
















