Sirene Peringatan Tsunami Padang Diuji Setiap Bulan, Masyarakat Diminta tak Panik

Sirene Peringatan Tsunami Padang Diuji Setiap Bulan, Masyarakat Diminta tak Panik

Salah satu sirene peringatan dini tsunami di Kota Padang. (Dok. BPBD Padang)

Sumbardaily.com, Padang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang menjalankan program pemantauan berkala terhadap sistem sirene peringatan dini tsunami yang tersebar di kawasan pesisir.

Aktivitas pengujian ini dilaksanakan secara konsisten pada setiap tanggal 26 di waktu yang telah ditentukan, yakni pukul 10.00 dan 10.10 WIB.

Program pemantauan tersebut menjadi bagian integral dari strategi peningkatan kesiapsiagaan komunitas dalam mengantisipasi risiko bencana tsunami yang berpotensi mengancam wilayah pesisir Kota Padang.

Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton mengungkapkan bahwa infrastruktur peringatan dini tsunami di wilayahnya kini mencakup 23 titik sirene yang telah ditempatkan di lokasi-lokasi strategis sepanjang garis pantai Padang.

"Pengaktifan sirene dilakukan setiap tanggal 26 tepat pukul 10.00 WIB sebagai bentuk simulasi sekaligus verifikasi kondisi perangkat peringatan dini tsunami. Program rutin ini bertujuan mengonfirmasi bahwa seluruh peralatan beroperasi optimal dan siap digunakan kapan saja," terang Hendri.

Pejabat BPBD tersebut menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap jadwal pemantauan ini.

Hendri mengajak warga untuk tetap tenang ketika mendengar suara sirene pada jadwal yang telah ditetapkan, karena aktivitas tersebut bukan indikasi terjadinya bencana aktual.

"Harapan kami adalah masyarakat dapat memahami bahwa ini merupakan manifestasi dari upaya kesiapsiagaan. Melalui rutinitas mendengar dan mengenal karakteristik bunyi sirene, diharapkan masyarakat akan memiliki respons yang lebih cepat dan tepat apabila menghadapi situasi darurat yang sesungguhnya," kata Hendri.

Inisiatif BPBD Kota Padang ini mencerminkan komitmen berkelanjutan dalam membangun kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat menghadapi potensi ancaman bencana.

Pendekatan edukasi dan simulasi terjadwal seperti ini diharapkan dapat memperkuat kultur kesiapsiagaan di tingkat komunitas.

Program pemantauan sirene tsunami ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memastikan sistem peringatan dini berfungsi secara maksimal.

"Dengan 23 titik sirene yang tersebar strategis, BPBD Padang berupaya memberikan cakupan peringatan yang komprehensif bagi seluruh komunitas pesisir," katanya.

Kegiatan simulasi bulanan ini menjadi bagian dari rangkaian program mitigasi bencana yang telah dirancang secara sistematis.

"BPBD Padang terus mengembangkan berbagai strategi untuk memastikan masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menghadapi ancaman tsunami," tutur Hendri. (red)

Baca Juga

Personel BPBD Kota Padang bersama tim penanggulangan bencana melakukan evakuasi dan penanganan warga di tengah hujan lebat akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Kota Padang.
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang Padang, Evakuasi Warga Mulai Dilakukan Tim SAR Gabungan
Warga Padang Diingatkan Waspada Cuaca Ekstrem, Potensi Banjir dan Longsor Mengintai
Warga Padang Diingatkan Waspada Cuaca Ekstrem, Potensi Banjir dan Longsor Mengintai
Petugas BPBD Kota Padang memberikan materi edukasi kebencanaan kepada peserta didik baru saat pelaksanaan MPLS di salah satu sekolah di Kota Padang.
Edukasi Kebencanaan Masuk MPLS, BPBD Padang Bekali 425 Siswa Hadapi Gempa dan Tsunami
Tim SAR Gabungan mengevakuasi tiga pemuda yang sempat hilang kontak di kawasan Pemandian Lubuk Tongga, Sungai Bangek, Kota Padang, pada Senin (6/7/2026) dini hari.
Sempat Putus Kontak Sejak Malam, Tiga Pemuda di Sungai Bangek Padang Dievakuasi Tim SAR Gabungan
Petugas BPBD bersama personel terkait mengevakuasi pohon tumbang yang menutup badan jalan di kawasan Simpang Haru, Kota Padang, saat hujan dan angin kencang melanda.
Cuaca Ekstrem Ancam Padang, Wali Kota Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Cuaca Ekstrem Terjang Padang, Nelayan Diminta Tidak Melaut hingga 24 Juni
Cuaca Ekstrem Terjang Padang, Nelayan Diminta Tidak Melaut hingga 24 Juni