Pemajuan Kebudayaan
Melalui karya ini, dengan mengangkat teknologi tradisional kincia aia, menyambungkannya dengan dengan sensor getar, coding, dan teknologi musik digital MIDI, untuk membunyikan kumpulan koleksi suara dan bebunyian khas daerah, yang dikomposisi dalam musik digital ini, menjadi sebuah “olah objek pemajuan kebudayaan”, menarik masa depan (teknologi digital) dan masa lalu (teknologi tradisional) ke masa hari ini, dalam karya komposisi soundscape kreatif.
Inilah benang merah tema besar yang selalu dibawa Rani, di mana ia konsisten untuk mengusung tajuk #FUTUREANCESTOR, sebagai cara Rani untuk menemukan identitas budaya dirinya sebagai wanita keturunan Minangkabau, dan bagaimana keterhubungan kehidupan manusia, leluhur, dan alam melalui suara.
#FUTUREANCESTOR menjadi proyek Rani yang terus berjalan, karena ia masih akan terus mengumpulkan suara khas dari berbagai tempat di Nusantara, dan mendorong tumbuhnya komunitas-komunitas 'pemburu suara' di berbagai daerah untuk bersinergi dalam mengeksplorasi keberagaman perspektif, kearifan lokal, dan spiritualisme.
Mengenai penghargaan Oram yang didapatkannya, kata Rani, merupakan sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan. Menurut Rani, dirinya memainkan musik tanpa berencana untuk memenangkan apa pun kecuali untuk menemukan kebebasan dan kedaulatan sebagai seorang wanita untuk belajar, mengeksplorasi, dan mengekspresikan melalui musik, yang kebanyakan orang berpikir bahwa itu tidak perlu dan tidak penting.
“Penghargaan ini menjadi salah satu hadiah terbesar dalam hidup dan perjalanan musik saya, untuk membuat saya terus melakukan apa yang saya cintai, dan bekerja lebih keras untuk menyuarakan hubungan kembali tubuh dan jiwa kita dengan alam,” tutur Rani Jambak.
Baca Juga:
Ahmad Dhani Puji Kualitas Lagu Minang: Bisa go Nasional
The Oram Award
The Oram Awards adalah platform penghargaan untuk inovasi dalam musik, suara, dan teknologi terkait.
Ajang penghargaan ini merupakan kolaborasi kemitraan antara beberapa organisasi yang berbasis di Inggris, yang diinisiasi oleh PRS Foundation, bekerjasama dengan The Radiophonic Institute, dan Daphne Oram Trust, untuk mengangkat karya dan suara perempuan dan pencipta musik minoritas gender dalam musik elektronik.
Nama The Oram Awards diambil dari nama Daphne Oram (1925-2003), ia adalah salah satu komposer Inggris pertama yang menciptakan serta mengembangkan suara dan musik elektronik. Oram adalah salah seorang pendiri BBC Radiophonic Workshop, menjelang tahun 60-an ia dan beberapa wanita di kelompoknya memainkan banyak peranan penting dalam menempatkan wanita di garis depan inovasi dalam teknologi audio yang saat itu baru muncul, dan makin berkembang tidak hanya di Inggris tetapi di seluruh dunia.
Sementara banyak wanita berinovasi dalam dunia suara dan musik, namun karya dan kerja mereka seringkali masih kurang diapresiasi. Kini hal tersebut telah banyak berubah, walaupun pada kenyataannya masih belum benar-benar terjadi kesetaraan bagi perempuan yang berinovasi dalam suara dan musik.
Kegiatan pemberian penghargaan ini menjadi sebuah dedikasi atas peran dan jasa Daphne Oram sebagai seorang perintis dan panutan yang menginspirasi wanita-wanita lain di seluruh dunia, yang saat ini kurang terwakili dalam musik elektronik. Ajang ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2017, dan di tahun 2022 ini merupakan penyelenggaraan untuk yang keenam kalinya. (ik)
















