Sumbardaily.com, Padang – Sekolah Kristen Kalam Kudus (SKKK) Padang mencatatkan sejarah sebagai sekolah pertama di Sumatra yang memperoleh predikat Google Reference School (GRS).
Education Specialist Google Indonesia, Renti Rosmalis, menjelaskan bahwa Google Reference School merupakan program eksklusif yang diberikan kepada sekolah dengan penerapan ekosistem digital optimal.
Menarik dicatat, Sumatera Barat (Sumbar) tercatat sebagai provinsi dengan jumlah guru bersertifikasi Google terbanyak di Indonesia. Google bahkan memproyeksikan wilayah ini berpotensi menjadi Google District di masa depan.
"Kami memproyeksikan Sumbar dapat menjadi Google District ke depan karena telah mengajukan 30 kandidat sekolah rujukan Google, yang nantinya akan menyusul Kalam Kudus," ujarnya.
Ketua Yayasan Kalam Kudus Indonesia, Sulaiman, mengungkapkan kebanggaannya. "Kami merasa terhormat berkontribusi dalam pengabdian pendidikan di Sumbar, khususnya Kota Padang," ujarnya.
Keberhasilan SKKK Padang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain di daerah tersebut untuk melakukan transformasi digital dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Pencapaian strategis ini menghadirkan apresiasi dari berbagai pihak, mulai dari pejabat daerah hingga praktisi pendidikan.
Pj Wali Kota Padang, Andree H Algamar, menyambut positif prestasi tersebut. Dalam acara peluncuran pada Kamis (28/11/2024), Ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara cerdas dalam dunia pendidikan.
"Teknologi adalah alat bantu, bukan pengganti peran guru. Guru harus mampu memanfaatkannya dengan bijak," tegasnya.
Andree juga mengapresiasi seluruh guru SKKK dari tingkat SD hingga SMA yang telah tersertifikasi pendidik Google Level 1.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, turut mengapresiasi pencapaian ini. Ia mengungkapkan rencana ambisius untuk mempercepat transformasi digital pendidikan.
"Dalam lima tahun ke depan, kami berencana menjalankan program wajib belajar 12 tahun yang didukung program digitalisasi. Kami juga akan mewujudkan Nagari Creative Hub untuk mempercepat transformasi digital," paparnya. (red)
















