Sumbardaily.com - Upaya memaksimalkan lahan terbatas di lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang Panjang melahirkan langkah konkret dalam mendukung program ketahanan pangan. Salah satunya melalui penebaran 5 ribu bibit ikan lele yang dilakukan langsung di area rutan pada Senin (4/5/2026) siang.
Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi pembinaan berbasis kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Program ini sekaligus menjadi implementasi dari agenda nasional yang tertuang dalam 8 Program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI serta 15 Program Aksi 2026 Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Penebaran bibit lele dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat (Kakanwil Ditjen Pas Sumbar), Kunrat Kasmiri, bersama Wali Kota Padang, Panjang Hendri Arnis dan Wakil Ketua DPRD Kota Padang Panjang, Mardiansyah, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya.
Selain kegiatan tersebut, para pejabat juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para WBP, melihat dari dekat proses pembinaan yang tengah berjalan di dalam rutan.
Di hadapan Wali Kota, Kakanwil Ditjenpas Sumbar, Kunrat Kasmiri mengungkapkan bahwa program budidaya lele merupakan bagian dari pelatihan keterampilan yang diberikan kepada warga binaan.
"WBP di sini kami latih beternak lele dan membatik. Khusus untuk bibit lele merupakan sumbangan dari Wakil Ketua DPRD Kota Padang Panjang, bapak Mardiansyah sebanyak 5 ribu ekor dan pelatihan membatik bekerjasama dengan Canting Buana Kreatif pimpinan Widdianti," katanya.
Menurutnya, pendekatan pembinaan seperti ini bertujuan membekali WBP dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah mereka menyelesaikan masa hukuman.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis dalam kesempatan tersebut juga memberikan motivasi kepada para WBP agar tidak kehilangan harapan selama menjalani masa pembinaan.
Ia menegaskan bahwa masa hukuman bukanlah akhir, melainkan peluang untuk memperbaiki diri.
“Alhamdulilah, tadi saya dengar dari Kakanwil Ditjenpas dan Kepala Rutan Kelas IIB Padang Panjang, pelayanan disini cukup baik dan banyak kegiatan untuk peningkatan ketrampilan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban serta mengikuti seluruh program pembinaan yang telah disiapkan pihak rutan.
"Selalu jaga ketertiban dan keamanan di dalam rutan, dan dukung program progam pembinaan yang dibuat oleh Bapak Novri Abbas sebagai kepala rutan", ujar pria yang akrab disapa Mas Bro tersebut.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Wakil Ketua DPRD Kota Padang Panjang, Mardiansyah, yang memberikan bantuan 5 ribu bibit lele. Ia menilai budidaya lele memiliki potensi besar karena mudah dalam pemeliharaan dan pemasaran.
"Kami berharap bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya, untuk program pembedayaan dan ketahanan pangan di Rutan Kelas IIB Padang Panjang. Kenapa kami memberikan bibit ikan Lele, karena pemeliharaannya dan pemasarannya cukup mudah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB, Padang Panjang Novri Abbas menjelaskan bahwa saat ini jumlah WBP di Rutan tersebut mencapai 137 orang. Ia menilai keberhasilan program pembinaan tidak lepas dari sinergi berbagai pihak.
“Alhamdulillah dengan adanya sinergi yang baik dan perhatian dari Wali Kota dan unsur forkopimda lainnya, berbagai program pembinaan dan pengamanan berjalan baik, dengan mengandeng sejumlah dinas serta lembaga atau pihak ketiga yang ada di Kota Padang Panjang, lembaga seperti Canting Buana Kreatif untuk membatik, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Koto Katiak, Kantor Kemenag, termasuk juga dengan TNI/Polri untuk pengamanan,” katanya.
Program ketahanan pangan berbasis budidaya lele ini menjadi salah satu contoh bagaimana lembaga pemasyarakatan dapat bertransformasi menjadi ruang pembinaan produktif.
Tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai kemandirian dan tanggung jawab kepada para warga binaan.
"Ke depan Rutan Padang Panjang diharapkan dapat terus memberikan dampak positif yang lebih luas, terutama saat para WBP kembali ke tengah masyarakat," tuturnya. (adl)
















