Sumbardaily.com, Padang – Aroma rempah rendang menguar di Kota Padang, menandai bangkitnya semangat kebersamaan masyarakat setelah melewati masa tanggap darurat banjir bandang dan tanah longsor.
Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pariwisata menggelar kegiatan Padang Marandang 2025 sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan solidaritas sosial bagi warga terdampak bencana.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan tradisi kuliner khas Minangkabau, tetapi juga dimaknai sebagai simbol pemulihan psikologis dan sosial.
Rendang, yang dikenal sebagai warisan budaya dunia, dihadirkan sebagai medium pesan moral tentang persatuan, ketangguhan, dan kepedulian antarsesama.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menekankan bahwa filosofi marandang memiliki keterkaitan erat dengan situasi pascabencana.
Menurutnya, proses memasak rendang mencerminkan nilai-nilai yang dibutuhkan masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan.
Pesan pertama yang disampaikan adalah pentingnya sinergi dalam keberagaman. Maigus Nasir mengibaratkan rendang sebagai hasil perpaduan daging dan berbagai rempah yang berbeda karakter, namun saling melengkapi.
Prinsip tersebut dinilai relevan dengan upaya penanganan bencana yang menuntut persatuan lintas elemen masyarakat.
“Bencana ini mengingatkan kita untuk bersatu. Sama seperti rendang yang terdiri dari banyak elemen, masyarakat pun harus bersinergi satu sama lain agar kita bisa pulih lebih cepat,” ujar Maigus Nasir.
Pesan kedua yang diangkat dalam Padang Marandang 2025 adalah ketangguhan dan kesabaran. Proses marandang yang membutuhkan waktu lama serta ketelitian tinggi dipandang sebagai simbol resiliensi masyarakat.
Pemerintah berharap filosofi tersebut dapat menguatkan mental warga agar tetap tabah dan tidak menyerah dalam menghadapi dampak bencana.
Selain itu, Maigus Nasir juga menekankan fungsi sosial rendang sebagai simbol kepedulian dan berbagi. Rendang tidak hanya dimasak untuk dikonsumsi pribadi, tetapi lazim dibagikan kepada keluarga dan tamu.
Nilai inilah yang diaktualisasikan dalam kegiatan Padang Marandang 2025.
Hasil masakan rendang dari kegiatan tersebut tidak berhenti di lokasi acara.
Pemko Padang berkomitmen menyalurkan paket rendang sebagai bantuan bencana bagi para penyintas. Penyaluran dilakukan tidak hanya di wilayah Sumatera Barat (Sumbar), tetapi juga menjangkau daerah lain yang terdampak.
“Insya Allah, rendang ini akan kami salurkan kepada saudara-saudara kita yang berada di pengungsian, baik di Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Aceh. Termasuk wilayah yang masih terisolasi seperti Agam,” kata Maigus Nasir.
Di akhir kegiatan, Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata Padang serta seluruh pihak yang terlibat.
Di tengah suasana duka, Padang Marandang 2025 menjadi bukti bahwa semangat solidaritas dan kepedulian masyarakat Padang tetap terjaga dan terus menyala. (red)
















